Home » KOLAKA » Zakat Fitra di Kolaka Sebesar Rp 30 Ribu

Zakat Fitra di Kolaka Sebesar Rp 30 Ribu

ySultra-Kolaka

BerdasaMrkan keputusan atau fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kolaka, ditetapkan zakat untuk beras sebesar Rp 30 ribu untuk beras di tahun 1435 Hijriyah. Terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya, disebabkan bahan pokok di tahun 2014 melonjak naik.

Kenaikan pembayaran zakat dari tahun sebelumnya untuk beras, yakni tahun 2012 sebesar Rp 26 ribu dan tahun 2013 Rp 28 ribu, disebabkan harga beras perliter di Kabupaten Kolaka saat ini adalah Rp 7.500.

“Kadar zakat fitrah yang diwajibkan sesuai hadits Rasulullah SAW adalah satu sha atau setara 4 liter. Untuk Kabupaten Kolaka sendiri ditetapkan nilai beras setara Rp 28 ribu/jiwa tahun 1435 hijriyah.”Kata Ketua MUI Kolaka, K.H. M. Zakariah, minggu (29/6).

 

Berdasarkan rapat MUI yang dilaksanakan pada minggu, 29 Juni 2014, untuk sagu dikenakan Rp 5 ribu/liter atau Rp 20 ribu dan jagung Rp 4 ribu/liter atau Rp 16 ribu. Sementara untuk fidyah satu kali makan Rp 17.500 yang berarti dikenakan Rp 35 ribu/hari untuk dua kali makan.

 

Menurut Pimpinan Ponpes Al Mawaddah Warrahmah Kolaka ini, zakat fitra merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan atas setiap Muslim sebagaimana firman Allah dalam surat At Taubah 103 yang artinya, ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan mereka serta berdoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Selain itu perintah zakat juga dijelaskan dalam surat At Taubah ayat 34 dan 60, serta penjelasan dari Hadits Rasulullah.

Adapun pembagian zakat fitrah adalah 50 persen untuk fakir miskin di Desa/kelurahan setempat, 5 persen untuk Muallaf, 5 persen Ibnu Sabil, 20 persen Sabilillah yaitu imam masjid, penjaga dan perawat masjid, guru ngaji dan guru agama yang tidak memperoleh gaji atau penghasilan tetap, serta 20 persen untuk amil atau panitia zakat. Pembagian zakat fitrah kepada asnaf fakir miskin diperhitungkan perjiwa, bukan per kepala keluarga.

 

“Untuk efektifitas dan efesiensi penyaluran zakat fitrah kepada Mustahiq atau orang yang berhak menerima zakat, maka batas akhir penyerahan zakat fitrah kepada amil zakat selambat-lambatnya sehari sebelum hari raya Idul Fitri.”katanya. (Armin)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *