Home » Berita Terpopuler » Warga Kolaka Lempari Telur Busuk Kantor Pengadilan

Warga Kolaka Lempari Telur Busuk Kantor Pengadilan

Kasimin Cs bersama LSM GAKI menggelar aksi di kantor PN Kolaka. Mereka keberatan atas putusan MA yang akan mengeksekusi lahan mereka yang diduga ada konspirasi.

Mysultra.com: Kolaka: Warga Kolaka yang tinggal di jalan by pass, kecamatan Kolaka yakni Kasimin Cs. selaku tergugat dalam perkara perdata sengketa tanah dengan Lisan sebagai penggugat melempari kantor Pengadilan Negeri (PN) Kolaka, Kamis (12/6). Mereka tidak terima putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan penggugat.

Kasimin Cs. yang didampingi LSM GAKI Kolaka menyatakan keberatan mereka atas putusan PN Kolaka hingga dikuatkan putusan MA yang memenangkan penggugat. Sebab menurut mereka, dalam gugatan tersebut diduga sarat dengan konspirasi yang dilakukan oleh pihak PN, pengacara dan pengugat. Sebagai bentuk protesnya, mereka melempari kantor PN dengan telur busuk.

“Silahkan lakukan eksekusi, tapi kami akan melawan meskipun darah taruhannya.”Teriak sekretaris GAKI, Roland.

Roland menyayangkan tanah yang dikuasai Kasimin Cs. merupakan tanah yang bersertifikat yang dikeluarkan oleh BPN pada tahun 1993 jauh sebelum digugat pada tahun 2004 dan sampai hari ini belum perna dibatalkan, apalagi sebelumnya dalam kasus pidana terkait kasus tanah ini telah dimenangkan pihak Kasimin hingga keluar putusan MA. Tapi aneh, pada kasus perdata, justru Kasimin cs. yang kalah. Mereka juga menyayangkan pengacara tergugat yakni Yusri,SH justru tidak memasukan sertifikat sebagai bukti.

“Kami menduga telah terjadi konsfirasi antara PN, Pengacara dan pengugat, apalagi pada saat di Pengadilan Tinggi, Yusri yang saat itu menjadi pengacara tergugat menipu masyarakat dengan mengatakan sertifikat tidak memiliki kekuatan hukum tetap sehingga tidak di masukkan sebagai bukti. Karena itu penggugat memecat Yusri sebagai pengacara mereka.”Kata Roland.

Begitupun dalam surat panggilan tertulis nama Kasmin bukan Kasimin. Seharusnya pengacara menolak dan menganggap kasus batal dengan sendirinya, tapi itu tidak dilakukan. Bahkan pada saat kasus ini masih bergulir, juru sita PN, pengacara penggugat dan penggugat mengukur tanah yang jadi obyek sengketa. Ini dinilai janggal bagi mereka. Karena itu, mereka meminta kepada PN Kolaka untuk tidak menakut-nakuti masyarakat yang memiliki legitimasi berupa sertifikat dengan tanah mereka, apalagi disamping mereka ada tanah yang menjadi milik Ziola dan memiliki sertifikat tidak digugat juga.

“Apapun acuan pengadilan, kami akan melawan karena berdiri pada sertifikat yang sah.”Tegas Roland.

Sementara itu, humas PN Kolaka, Gorga Guntur yang menerima demonstran mengatakan, ini kasus perdata sudah lama terjadi dan mereka tidak bisa menginterpensi majelis hakim. Dalam melakukan eksekusi, juru sita berpedoman pada putusan dan tidak keluar dari situ. Meski demikian, proses ini belum selesai karena masih ada Peninjauan Kembali (PK) yang bisa dilakukan. Jika ada bukti baru termasuk sertifikat dipersilahkan untuk mengajukan ke MA.

“Kalau ada sertifikat dan kwitansi jual beli silahkan ajukan ke MA melalui PK. Lakukan perlawanan melalui PK karena ini belum final.”Kata Gorga Guntur. (Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *