Home » Berita Terpopuler » Warga Boipinang Gendong Ibunya di Tanah Suci

Warga Boipinang Gendong Ibunya di Tanah Suci

H. Amiruddin mengendong ibunya, Hj. Bunga Tang ketika memasuki aula 2 asrama haji Sudiang Makassar.

MySultra – Makassar

Seorang warga Boipinang, Kabupaten Bombana dengan ikhlas mengendong ibunya saat menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Adalah H. Amiruddin (33) warga Boipinan, kabupaten Bombana yang terdaftar sebagai jemaah asal kabupaten Kolaka, dengan ikhlas mengendong ibunya, Hj. Bunga Tang (75) dalam menunaikan ibadah haji di tanah suci, meskipun dia juga tercatat sebagai ketua regu 7 rombongan 5 yang harus mengurusi anggota regunya.

Saat jemaah haji asal Sultra yang tergabung dalam kloter 22 tiba di asrama haji dengan membawa barang bawaannya, bahkan sebagian jemaah yang sudah lanjut dibantu berjalan oleh PPIH, tampak terlihat pemandangan lain, dimana salah seorang jemaah mengendong ibunya masuk kedalam aula. Setelah mendudukan ibunya di kursi dia kembali mengambil barang bawaannya yang dijaga istri dan bapaknya yang juga ikut menjalankan ibadah haji.

“Ini salah satu jemaah haji yang berbakti kepada ibunya, selama menjalankan ibadah haji dia selalu mengendong ibunya.”Kata Ketua rombongan 6, H. Muh. Yunus Page mengomentari perbuatan H. Amiruddin yang mengendong ibunya, senin (3/11/2014).

Menurut penuturan H. Amiruddin, ibunya selama ini menderita rematik, sehingga susah untuk berjalan. Ketika nama mereka masuk untuk pemberangkatan tahun haji 2014, H. Amiruddin yang mendaftar naik haji pada tahun 2009 melalui Kemenag Kolaka bersama ibu, bapak dan istrinya langsung menyambutnya dengan gembira serta segera melunasi semua Ongkos Naik Haji (ONH), termasuk ONH ibunya.

“Memang sejak dari pemberangkatan ibuku tidak bisa berjalan karena menderita rematik.”Katanya.

Penyakit rematik yang dialami Hj. Bunga Tang ketika di tanah suci tidak juga sembuh, sehingga H. Amiruddin menunaikan kewajibannya sebagai anak dengan mengendong ibunya setiap hari dalam mengikuti semua rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air.

Diungkapkannya, pada awal dia mengendong ibunya, sempat terasa pingangnya sakit, begitupun ibunya merasakan sakit didadanya karena tertindis tas. Namun dengan kuasa Allah pada hari selanjutnya tidak lagi merasakan sakit di pingang maupun kelelahan dalam mengendong ibunya.

“Saya tidak merasa repot karena mengendong ibuku, justru Alhamdulillah saya diberikan kekuatan. Saya tidak gendong ibuku ketika tawaf dan sai karena menggunakan kursi roda. Selain itu, saya mengendongnya.”Ungkapnya.

Meski harus mengendong tiap hari ibunya, H. Amiruddin mengaku tidak mengalami kesulitan karena harus mengurus bapaknya dan anggota regunya, bahkan dia juga yang mengikat koper 11 anggota regunya.

Ditempat sama, Hj. Bunga Tang mengaku ketika di tanah suci yang dikeluhkan adalah makanannya yang tidak sama dengan lidah Indonesia. Setiap hari terpaksa dia makan daging dan ayam, sementara ketika di kampungnya setiap hari selalu makan ikan. (A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *