Home » EKONOMI » Warga Baula Adukan PT Vale di DPRD

Warga Baula Adukan PT Vale di DPRD

 Komisi III DPRD Kolaka menerima aspirasi dari masyarakat kecamatan Baula, terkait tenaga kerja di perusahaan PT Vale Indonesia.

Kolaka,MySultra–  Warga Kecamatan Baula, kabupaten Kolaka, Sultra mengadukan PT Vale Indonesia,Tbk. ke komisi III DPRD Kolaka karena dinilai ingkar janji, Rabu (1/4/2015).

Kurniawan dan Kamaluddin yang menjadi perwakilan masyarakat Baula dihadapan ketua dan anggota komisi III, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak PT Vale yang diwakili Misdar telah membuat kesepakatan dengan warga Baula untuk merekrut tenaga kerja dari Baula sebanyak 60 persen. Namun komitmen itu diingkari, sebab dalam perekrutan tenaga kerja tidak sampai 60 persen.
Mereka juga menyesalkan sebagaimana janjinya bahwa tenaga kerja yang didatangkan dari luar semua tenaga ahli, tapi kenyataannya ada juga supir yang didatangkan dari soroako.
“Bagaimana kami tidak tersinggung, yang datang tenaga kerja dari Soroako sebanyak empat orang, kemudian datang lagi. Tapi mereka itu bukan tenaga ahli yang memiliki skill, karena draiver itu bukan tenaga ahli, warga Baula juga bisa jadi draiver.”kata Kurniawan dan Kamaluddin.
Mereka menyampaikan tenaga kerja yang direkrut oleh PT Vale berdasarkan data yang mereka terima dari Dinas Tenaga Kerja Kolaka, dimana terdapat102 tenaga lokal dari kabupaten Kolaka diantaranya 53 orang dari Baula dan dari Soroako sebanyak 43 orang. Jika dihitung dari jumlah itu, seharusnya warga Baula mendapat jatah sebanyak 61 orang atau 60 persen. Ini berarti masih kurang 8 orang yang direkrut dari Baula.
“Kalau hitung-hituangannya harusnya 61 orang, tapi yang cuma diakomodir 53 orang, kurang 8 orang. Sebenarnya kalau kami menuntut 8 orang itu kecil, tapi kami minta konsistensi terhadap kesepakatan yang dibuat. Apalagi sudah dua kali pengeboran tidak dilibatkan warga Baula.”tegas Kamaluddin.
Karena menilai PT Vale ingkar janji, masyarakat akan menggelar aksi pada hari kamis (2/4/2015) di lokasi kantor PT Vale yang ada diatas gunung dan masih dalam wilayah kecamatan Baula.
Anggota komisi III, Hasbi Mustafa terhadap aspirasi perwakilan masyarakat Baula yang hendak melakukan aksi diingatkan supaya sebaiknya melakukan komunikasi dengan baik, sebab semua bisa dilakukan tanpa harus dengan jalan kekerasan dan aksi, meskipun mereka juga menyayangkan PT Vale tidak menjalankan kesepakatan yang pernah mereka buat.
‎”Saya sarankan tidak usahlah berbuat aksi hanya karena kurang 8 orang, tapi hendaknya kita mencarikan solusinya. Karena kita inginkan PT Vale cepat berjalan dan ekonomi bergulir. Tapi kalau mau aksi silahkan.”kata Hasbi.
‎Begitupun ketua komisi III, H. Syarifuddin Baso Rantegau berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan berkomunikasi dengan PT Vale. Karena itu dia meminta waktu kepada perwakilan masyarakat Baula. Dia juga berjanji tuk memanggil dinas Nakertrans Kolaka guna mempertanyakan kenapa tidak tegas, sehingga PT Vale banyak mengambil tenaga kerja dari luar.‎(A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *