Home » Headline » USN Kolaka Pelopori Deklarasi Anti Radikalisme

USN Kolaka Pelopori Deklarasi Anti Radikalisme

KOLAKA, MYSULTRA.COM– Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka pelopori deklarasi anti radikalisme, Sabtu (28/10/2017) serangkaian hari sumpah pemuda ke-89 tahun di kampus USN Kolaka.
Meski demikian, Azhari tidak setuju jika radikalisme ditujukan pada umat Islam, sebab makna radikalisme ada yang positif dan negatif. Jika radikalisme itu dimaknai negatif, maka semua Indonesia adalah radikal karena 80 persen di Indonesia adalah umat Islam. Begitupun pendiri Indonesia sebagian besar adalah tokoh Islam, termasuk yang merumuskan Pancasila.
“Redakalisme positif ini hendaknya dimiliki Mahasiswa untuk mengejar Indeks Prestasi (IP) yang bagus. Tapi radikalisme negatif dengan pemikiran merubah konstitusi negara maka itu hal yang salah. Karena itu perlu diluruskan pemahaman tersebut,” tegasnya.
Menurut salah satu pencetus anti radikalisme di Perguruan Tinggi ini menegaskan, bangsa Indonesia ingin hidup aman dan tentram. Karena itu semua komponen harus lawan radikalisme yang akan merubah konstitusi negara.
Kabag Sumda Polres Kolaka Kompol Nuzul Sukendar dalam orasinya berharap semua elemen masyarakat, khususnya Mahasiswa untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus tampil sebagai garda terdepan untuk mencegah berbagai bentuk radikalisme yg memecah belah apa yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa.
Sementara Dandim 1412 Kolaka melalui Kapten Andi Mappatoba menegaskan, 89 tahun lalu menjadi tonggak sejarah Republik Indonesia, dimana pemuda diseluruh Indonesia merumuskan tiga butir sumpah, yakni kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, serta menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.
Ditegaskannya, negara lain takut pada Indonesia bukan karena tentara dan senjatanya, tapi ditakuti disebabkan persatuan dan kesatuan rakyatnya. Karena itu diharapkan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan.

“TNI tidak ada artinya tanpa persatuan dan kesatuan pemuda,” kata Andi Mappatoba. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...