Home » Headline » USN Kolaka Kembali Wisuda 736 Mahasiswa
Rektor USN Kolaka Dr Azhari mewisuda sebanyak 736 Alumni USN Kolaka angkatan III.
Rektor USN Kolaka Dr Azhari mewisuda sebanyak 736 Alumni USN Kolaka angkatan III.

USN Kolaka Kembali Wisuda 736 Mahasiswa

“Penghargaan bagi mereka yang telah berjuang menjadi PTN ini, dimulai dari STIKIP, menjadi universitas hingga USN Kolaka negeri,” kata Prof Dr Ainun Na’im saat memberikan orasi ilmiah.

KOLAKA,MYSULTRA.COM– Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka kembali mewisuda 736 Mahasiswanya, melalui rapat terbuka senat USN Kolaka program sarjana angkatan ke-III, ‎sabtu (19/11/2016) di hotel Sutan Raja Kolaka.

Dalam laporan akademiknya, Rektor USN Kolaka Dr Azhari menyampaikan bahwa USN Kolaka menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), berdasarkan ‎Peraturan Presiden (Perpres) nomor 22 tahun 2014 tentang pendirian Universitas Negeri Sembilanbelas Nopember, bersama lima Perguruan Tinggi  lainnya  di Indonesia, ditandai penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 2 April 2014, di Nusantara Room Istana Negara, Rabu, 2 April 2014.

Terkait pelaksanaan wisuda III, Azhari menyampaikan bahwa Mahasiswa yang di wisuda dan telah berstatus sebagai alumni sebanyak 736 orang yang berasal dari 12 program studi, sehingga saat ini alumni USN baik sebelum negeri sudah berjumlah 5 ribu lebih.

Saat ini USN Kolaka telah terbentuk 13 Program Studi (Prodi), serta menunggu prodi baru yang sementara diusulkan, diantaranya Farmasi, pendidikan kimia, pertanian, ekonomi pembangunan dan akutansi.

Diungkapkannya, sejak tahun 2015, USN Kolaka telah melakukan pembangunan kampus, terutama yang akan dijadikan kampus utama USN di Kecamatan Tanggetada, sehingga tahun 2017 atau 2018 semua perkuliahan sudah terpusat di kampus induk. Karena itulah, diminta kepada Kemenristek Dikti, dalam hal ini Sekjen Kemenristek Dikti yang hadir dalam acara Wisuda, supaya memperhatikan USN Kolaka kedepan.

“Sebelum negeri kami menerima Mahasiswa 2.000 hingga 2.500 karena masih ada kelas Kolaka Utara. Namun setelah negeri, kami hanya bisa menerima 1.500 Mahasiswa baru, karena keterbatasan ruang kelas dan sudah tidak ada lagi kelas jauh,” kata Azhari.

Selain itu, Azhari mengungkapkan bahwa USN Kolaka begitu perduli pada Mahasiswa yatim piatu, sehingga semua beasiswa, baik itu bidik misi atau yang lainnya, yang paling pertama diperuntukkan pada mahasiswa yatim piatu, yatim, piatu dan dari keluarga miskin, sehingga saat ini sudah tidak ada lagi mahasiswa dari keluarga miskin yang tidak mendapat beasiswa. Terakhir Mahasiswa yang bapaknya kawin dua.

Pada kesempatan itu, Azhari berpesan kepada wisudawan supaya bisa menjaga diri dan almamater dimanapun berada. Begitupun yang telah bekerja, supaya menjaga amanah itu dengan baik, karena amanah itu berat dan susah. Mencari makan itu gampang, tapi paling susah adalah menjaga kepercayaan, apalagi didalamnya penuh dengan fitnah. Tak kalah pentingnya, Wisudawan diminta untuk senantiasa menghargai orang tuanya, dengan senantiasa menjaga adab sembari berusaha.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Dikti) Prof Dr Ainun Na’im menginggatkan untuk senantiasa menghargai dan menginggat peran yang diberikan oleh para pendiri USN Kolaka, khususnya mereka yang mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) 19 November Kolaka.

“Penghargaan bagi mereka yang telah berjuang menjadi PTN ini, dimulai dari STIKIP, menjadi universitas hingga USN Kolaka negeri,” kata Prof Dr Ainun Na’im saat memberikan orasi ilmiah.

Menurut Ainun, pendidikan merupakan unsur penting yang bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, tapi untuk membangun peradaban budaya bangsa. Karena itu, peran para pendiri USN Kolaka perlu diingat dan dilanjutkan demi pembangunan daerah dan bangsa, sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang bahwa Pendidikan itu merupakan tugas semua elemen bangsa dan tidak bisa diselesaikan kalau hanya Pemerintah. Peran masyarakat sangat penting dalam pendidikan, apalagi Indonesia masih memerlukan peningkatan dalam penyediaan sarana pendidikan.

Prof Ainun mengingatkan kepada wisudawan bahwa wisuda bukan satu titik yang menandai selesainya studi, sebab studi atau belajar tidak ada selesainya. Baru selesai ketika orang itu sudah meninggal dunia. Wisudawan harus selalu mengembangkan diri, apalagi fasilitas untuk belajar saat ini sudah banyak.“Boleh senang sekarang, tapi masih ada kewajiban kedepan,” katanya.

Sekjen juga menginggatkan bahwa situasi bekerja beda dengan saat kuliah. Jangan dikira bekerja mudah, tapi tantangannya cukup tinggi. Jika dalam kuliah ketika ujian kalau pekerjaannya salah masih bisa diperbaiki dan hukumannya paling tidak nilainya kurang. Tapi dalam bekerja tidak boleh salah dan telat atau tepat waktu.

Adapun lulusan terbaik pada wisuda kali ini adalah Muh. Jusman Nasrum (Prodi Pendidikan Matematika), Eli Susanti (Prodi Ilmu Hukum), Ni Putu Nilawati (Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia), Andi Sultan Hasanuddin (Prodi Sistem Informasi), Feni Handayani Putri (prodi Agribisnis), Nur Oktaviana Hamdi (prodi Peternakan), Rahmat Hidayatullah (Prodi Pendidikan bahasa Inggris), Arnita (Prodi Administrasi Negara), Irnawati (Prodi Agroteknologi), Syamsuria (prodi Teknik Sipil), Hardiyanti Haling (Teknik Pertambangan) dan Istining Fifi Delviana (prodi Perikanan).

 Penulis: (A Arsyad)

 


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Bupati dan Wal Bupati Busel

Mendagri Tunjuk La Ode Arusani Sebagai PLT Bupati Busel

KENDARI, MYSULTRA.COM -Menteri Dalan Negeri Tjahyo Kumolo akhirnya menunjuk La Oe Arusani, Wakil Bupati Buton ...

Bupati Buton Selatan Agus Faisal

Bupati Buton Selatan Ditangkap KPK

BATAUGA, MYSULTRA.COM – Bupati Buton Selatan  (Busel) Agus Faisal Hidayat ditangkap KPK melalui Opersi Tangkap ...