Home » KAMPUS » USN Kolaka Diperjuangkan Sejak Tahun 1984

USN Kolaka Diperjuangkan Sejak Tahun 1984

MySultra-Kolaka

Pendirian Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka diperjuangkan sejak tahun 1984 oleh para pejuang dan tokoh masyarakat Kolaka dan bukan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) 19 November Kolaka.

Ketua Yayasan Pembangunan Pendidikan Indonesia Kolaka (YAPPIKA) tahun 1984-2014, Drs.H. Muhammadong Maddapy,MSi menceritakan awal berdirinya STKIP bermula ketika dirinya baru saja menyelesaikan studynya di FKIP Universitas Haluoleo (Unhol) tahun 1984. Sebagai pegawai penerangan, dirinya diutus di Kolaka sekaligus berniat mendirikan Perguruan Tinggi (PT) dan disambut baik birokrasi, pejuang dan tokoh masyarakat Kolaka. Karena jabatannya sebagai staf biasa, dia dipercayakan mengurus pendirian PT sekaligus diamanahi sebagai ketua YAPPIKA. Dengan amanah itu, Muhammadong meminta rekomendasi Rektor Unhalu dan Gubernur Sultra, H. Alala.

Pada hari senin, 6 April 1984, Muhammadong menghadap notaris Andi Muhammad Kasim Suruhu selaku wakil notaris sementara yang berkedudukan di Kendari untuk membuat akte YAPPIKA. Dalam akte W 15.D.26.HT.03.10-358/1984, Drs. Muhammadong Maddapy (PNS) sebagai ketua dan H. Nurung (Purnawirawan ABRI), dengan pendiri H.Baso Lewa (Ketua DPRD Kolaka), Muhammad Tahrir (Wakil Ketua Kadin), Drs. Hamsuddin (Kadispenda) dan Drs. Zainal AbidinRafiudin (Ketua Bappeda). Notaris pendirian YAPPIKA ditulis menggunakan mesin ketik.

Dalam mengurus izin operasional, Mohammadong bolak-balik dari Kolaka ke Kendari tanpa mengenal panas dan hujan serta jalanan yang rusak menggunakan vespa. Terkadang sering berpapasan dengan Bupati Kolaka, Drs.H.S. Manomang dijalan. Yang banyak terlibat dalam pendirian STKIP adalah dirinya, sementara Djalante yang diangkat sebagai Direktur STKIP 19 November Kolaka pertama tidak tahu persis pendirian STKIP sebab hanya didudukkan karena jabatannya sebagai pembantu gubernur wilayah daratan guna memudahkan pengurusan STKIP dan dianggap orang tua, sementara Muhammadong tidak bisa merangkap ketua yayasan sekaligus direktur STKIP, sementara STKIP bersifat indevendent tanpa ada saham Pemda didalamnya tapi sepenuhnya milik Yayasan. Dalam mengurus STKIP, terkadang dia diolok-olok apakah bisa PT didirikan di Kolaka, tapi dengan niat ikhlas semua bisa terwujud.

Saat diutus Bupati Kolaka H.S.Manomang mengurus izin operasional Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka ke Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya, dirinya ditanya ketua Kopertis, Ridwan Saleh,SH apakah Pemerintah yang akan mendirikan PT atau Yayasan. Karena yang akan mendirikan Yayasan sehingga diminta membuat proposal ke Kopertis sebagai salah satu syarat memperoleh izin operasional PT.

Usai membuat proposal, bersama Djalante bertemu dengan ketua Kopertis di rumahnya di Ujung Pandang. Disana dia dimarahi karena suratnya sudah lama tiba sementara dirinya baru menghadap akibat lamanya dibenahi semua persyaratan. Awalnya sesuai proposal diusulkan Universitas Sembilan Belas November Kolaka, namun karena sudah akan dibuka pendaftaran Maba dan diinginkan secepatnya berdiri PT, maka diberikan masukan supaya STKIP dulu setelah itu diurus peningkatan status menjadi universitas.

Usul ketua Kopertis tersebut dituruti dengan merubah proposal menjadi STKIP. Muhamadong juga diajak kopertis ke Menado dan Gorontalo untuk menyaksikan sekaligus belajar karena akan dilakukan peresmian Universitas disana, apalagi memang ada beberapa daerah yang mengajukan proposal pendirian universitas tapi ditolak kopertis karena mengatasnamakan pemerintah dan bukan Yayasan.

Adapun persyaratan dalam mendirikan PT saat itu yakni harus memiliki rekening sekurang-kurangnya Rp 15 juta. Rekening tersebut disangupi, ini ditandai dengan adanya surat keterangan bank nomor 245/RFB/BPD/KLK/1984 tertangal 13 Juni 1984 yang ditandatangani kepala Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra cabang Kolaka, Tadjuddin, atas permintaan YAPPIKA yang merupakan nasabah BPD dengan pemegang rekening giro no. 71.265. surat keterangan bank ini dibuat untuk keperluan mendapat izin operasional akademis dari kopertis wilayah IX ujungpandang. Dana Rp 15 juta tersebut atas nama Drs. Muhammadong Maddapy selaku ketua YAPPIKA. Persyarakat kedua adalah tanah, dimana rumah Muhammadong di Kendari dan bersertifikat juga dimasukkan sebagai aset YAPPIKA, termasuk tanah STKIP yang diberikan oleh Bupati Manomang di Baula seluas 50 hektar, bahkan dua gedung di Baula dibangun oleh Gubernur.

Sehari sebelum peresmian dan pemberian izin operasional STKIP dari kopertis, Mohamadong diminta ketua Kopertis untuk menunggunya di Kendari karena akan meresmikan gedung perpustakaan Unhol, setelah itu bersama-sama ke Kolaka. Keesokan harinya tanggal 24 Desember 1984, setiba di Kolaka Kopertis menguji kesiapannya dengan meminta membawanya ke perumahan dosen untuk tidur siang. Adapun peresmian dan penyerahan izin operasional STKIP dilakukan pada malam hari, setelah itu ketua kopertis pulang ke Ujung Pandang (Makassar) menggunakan kapal ferry, pada hal sudah disiapkan untuk pulangnya menggunakan pesawat via bandara Wolter Mongonsidi (Haluoleo).

Dalam perjalanannya, pada tahun 2005 dilakukan perubahan status dari STKIP menjadi USN Kolaka dibawah kepemimpinan Azhari dan masih dibawah YAPPIKA. Begitupun setelah menjadi Universitas mereka mendorong Rektor Azhari supaya meningkatkan status menjadi negeri, sebab sesuai amanah sejak awal memang inginkan negeri dan baru dibawah kepemimpinan Azhari  impian itu terwujud. Ini semua wajib disyukurinya karena USN sudah negeri. Apalagi sejak awal pendirian PT dikawal dengan sangat berat, hanya didasari niat suci apa yang dicita-citakan dapat terwujud

Muhammadong berharap setelah USN negeri, apa yang diinginkan masyarakat Kolaka berjalan dengan baik. Dia teringat seorang pejuang Kolaka yakni CH Pingak bersama dengan Kadis PK Victor Sidupa pada saat paripurna setelah dirinya berbicara terkait terbentuknya STKIP, mengatakan bahwa sejak penjajahan dirinya memimpikan kapan Kolaka memiliki PT, melihat sarjana di Kolaka. Mimpi itu baru terwujud setelah ada alumni Unhalu yang datang yakni Muhamadong.

Adapun sejarah diberikan nama 19 November Kolaka, terjadi pada saat para pendiri bersama tokoh masyarakat dan pejuang melakukan rapat untuk memberikan logo STKIP, maka disepakati nama 19 November, guna memperingati terjadinya perjuangan sengit pasca meletusnya peperangan 10 November di Surabaya. Inilah menjadi simbol perjuangan 19 November karena sejarah itu tidak bisa dihilangkan. (Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *