Home » Berita Terpopuler » Tingginya Penggunaan Internet di Indonesia Tak Sebanding Peningkatan Kemakmuran

Tingginya Penggunaan Internet di Indonesia Tak Sebanding Peningkatan Kemakmuran

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo RI, Ismail Cawidudi 

Kendari – MySultra

Tinngginya penggunaan internet di Indonesia tidak sebanding dengan peningkatan kemakmuran. Ini terjadi karena sebagian besar pengguna internet belum banyak menggunakan sarana internet untuk tujuan positif semisal pendidikan dan bisnis, namun sebaliknya banyak yang menggunakan internet untuk tujuan negatif seperti misalnya pornografi dan judi.

“Yang memprihatinkan, penggunaan internet untuk pornografi. Dan paling banyak ditulis di Google adalah kata seks” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo RI, Ismail Cawidudi Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra di Kendari pada acara Rakor pembinaan Bakohumas se-Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/03/2015).

Disebutkan, hingga saat ini tercatat 73 juta pengguna internet (29 % populasi) di Indonesia, 58,4 % pengguna internet usia 12 -34 tahun, 53,3 % pengguna internet adalah pekerja.Waktu yang digunakan setiap hari untuk mengakses internet rata-rata 5 jam melalui laptop/PC, 2 jam melalui mobile device.

Sementara pengguna media sosial tercatat 62 juta orang, 52 juta diantaranya mengakses media sosial melalui mobile device dengan rata-rata penggunaan media sosial sekitar 3 jam perhari.

Untuk itu, Ismail mengingatkan kepada para orang tua untuk mengawasi anaknya dari penggunaan internet untuk hal hal negatif seperti pornografi dan cyiber crime, namun diarahkan untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran serta untuk kepentingan bisnis.

Itulah sebabnya, kata Ismail, pemerintah Indonesia hingga saat ini telah menutup 813.000 situs. Dari jumlah tersebut 90 persen diantaranya adalah situs pornografi dan sisanya situs judi.

Kemajuan dan dukungan tehnologi kemunikasi dan informasi yang serba cepat dan tanpa batas saat ini, kata Ismail, mau tak mau humas pemerintah harus proaktif menyediakan infomasi untuk diakses oleh wartawan. “ jika teman-teman humas tak menyediakan informasi atau berita maka wartawan akan jalan sendiri mencari informasi lain yang bisa saja kontaproduktif dengan apa yang dikehendaki oleh pemerintah,” kata Ismail. (S.Duhari)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *