Home » Headline » Tersangka Korupsi KPU Konawe Klaim Hasil Temuan BPKP
Suhardin mantan anggota komisioner KPU Konawe tahun 2012-2013.
Suhardin mantan anggota komisioner KPU Konawe tahun 2012-2013.

Tersangka Korupsi KPU Konawe Klaim Hasil Temuan BPKP

UNAAHA, MY SULTRA.COM – Suhardin yang di ketahui sebagai salah satu dari kelima tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), saat menjadi anggota komisioner KPU Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2012-2013, mengklaim bahwa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak sesuai.

Waktu itu (saat menjabat) kata dia, pihaknya hanya menandatangani pinjaman dana sementara sebanyak Rp.50 juta, untuk kegiatan sosialisasi pemilih muda, sekaligus SPPD lokal, dan menurutnya sudah terlaksana di tuju kecamatan.

“Pusingnya saya kenapa dana 50 jt ini bisa jadi temuan, sementara kegiatannya terlaksana sperti bintek, sosialisasi pemilih pemula dan saat itu kami juga bawa staf KPU, bahkan administrasinya sudah selesai, foto fotonya juga ada,” katanya.

Hanya saja kata dia, laporan kegiatan tersebut di hilangkan oleh bendahara KPU saat itu (Sahiudin/Kevin). Ia juga menganggap bahwa BPKP melakukan audit tanpa ada penandatanganan TBK.

“Kami belum tanda tangani TBK dari bendahara, sekarang kerugian negara sudah diputuskan, dari mana hasil audit BPKP dia dapat itu, sementara pertanggungjawaban keuangan belum kita tanda tangani,” ungkapnya.

Menurutnya, sangat tidak logis jika temuan BPKP sampai sebanyak Rp.6,1 miliar. Pasalnya, pilkada Konawe tidak bakal suskses jika ada penyelewengan dana sebanyak itu. Akan tetapi pihaknya tetap bakal menjalani proses hukum yang berlaku.

“Kalau soal pemeriksaan, saya sudah angkat topi buat teman-teman kepolisian untuk melanjutkan proses hukum, saya juga akan tetap kooperatif sebagai warga negara yang baik,” ujarnya.

Meski belum ada panggilan dari kepolisian, dirinya akan mempersiapkan pengacara untuk pendamping dalam pemeriksaan nantinya.

Kendati proses hukum yang berjalan sudah bagus menurutnya, tetapi naluri hukumnya bertanya tanya dimana letak kesalahan dirinya. Pasalnya Suhardin merasa tidak pernah mengambil uang negara untuk tidak melaksanakan tugas, adapun urusan administrasi keuangan itu urusan bendahara dan sekretaris katanya.

“Kita harus pahami anggaran kita dipilkada lalu itu kadang kadang di cicil, jadi kami pinjam uang itu karena bendahara saat itu jarang juga berkantor,” tutupnya.

Penulis: Rido


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *