Home » Berita Terpopuler » Ternyata, Anggaran Harga Pin Anggota DPRD Konawe Hampir Rp 200 Juta
Pin anggota dprd Konawe

Ternyata, Anggaran Harga Pin Anggota DPRD Konawe Hampir Rp 200 Juta

UNAAHA, MYSULTRA.COM Pantas saja banyak orang yang selalu berlomba-lomba ingin menjadi anggota legislatif, bahkan sampai merelakan separuh dari aset mereka untuk dijual demi menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ternyata, memang enak menjadi anggota dewan. Pasalnya, tidak hanya gaji atau tunjangan yang cukup tinggi dan pasilitas mibil dinas, pin yang mereka gunakan saja ternyata memiliki harga yang cukup fastastis hingga anggarannya hampir mencapai Rp. 200 juta.

Informasi tersebut terkait harga pin tertera dalam sebuah buku album di ruangan staf Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPAKD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), Dalam buku album yang berukuran besar itu terlihat catatan berbagai kegiatan proyek pengadaan di berbagai SKPD Konawe.

Salah satu isinya adalah pengadaan pin untuk pimpinan DPRD Konawe dan anggota. Di buku itu tertulis tanggal pengadaan, yakni 27 April 2015. Sedangkan perusahaan yang mengerjakan proyek pengadaan pin itu ialah CV Iqni Mandiri, sedangkan nominal yang tertera dicatatan tersebut, senilai Rp 195.385.500. Sebuah angka yang hampir mendekati Rp 200 juta.

Lalu apa yang membuat harga pin anggota DPRD Konawe mencapai ratusan juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun Mysultra.com ternyata pin tersebut terbuat dari emas. Bahkan salah seorang legislator pun pernah bercerita tentang pin emas yang dimilikinya. Ia mengungkapkan, jika sudah punya koleksi hingga tiga buah pin emas. Salah seorang staf di DPRD Konawe juga membenarkan hal tersebut. Ia juga mengatakan jika pin milik unsur pimpinan dan anggota biasa, beda gramnya.

Informasi kebenaran itu juga dikabarkan beberapa media lainnya. Seperti di daerah lain, pin anggota dewannya juga dari terbuat dari emas. Salah satunya di Palembang. Dimana, anggota DPRD setempat memakai pin yang terbuat dari emas 24 karat.

Namun tidak semua daerah memakai pin emas. Contohnya seperi di Kalimantan Tengah. Anggota DPRD periode 2014-2019 setempat hanya memakai pin dari kuningan. Itu pun setelah sekretariat dewan ditegur oleh Badan Pemeriksa Keuangan setempat.

Penulis: Rido


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

ilustrasi kekerasan pers

Iwo Banten Kecam Aksi Kekerasan Politi Terhadap Wartawan

SERANG – MYSULTRA.COM – Aksi kekerasan polisi terhadap wartawan yang sedang bertugas kembali terjadi di ...

Industri kreatif

Perindag Sultra Terus Tingkatkan Daya Saing Produk Kreatif Lokal

KENDARI, MYSULTRA.COM –Dinas Perindag Sulawesi Tenggara (Sultra)  terus meningkatkan daya saing produk  kreatif  lokal agar mampu bersaing di ...