Home » Headline » Tanah USN di Baula Seluas 400 Hektar

Tanah USN di Baula Seluas 400 Hektar

Tanah USN : Ketua Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya, Ridwan Saleh,SH bersama pendiri Yayasan dan camat Wundulako, Syarifuddin Lappase meninjau lokasi tanah USN/STIKIP di Baula.

MySultra-Kolaka

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sembilan Belas November Kolaka yang kini menjadi Universitas SembilanBelas November (USN) Kolaka, memiliki tanah seluas 400 hektar di Desa Baula, Kecamatan Baula yang merupakan pemberian Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kolaka, Drs.H.Sangkala Manomang pada tahun 1984.

Menurut pelaku sejarah yang juga ketua Yayasan Pembangunan Pendidikan Indonesia Kolaka (YAPPIKA) tahun 1984- sekarang, Drs. H. Muhammadong Maddapy,MSi pada saat akan mendirikan Perguruan Tinggi, salah satu syarat adalah tanah sekurang-kurangnya 25 hektar. Ketika akan diberikan izin operasional STKIP 19 November Kolaka, Bupati Kolaka Drs.H.S.Manomang menunjukan tanah untuk STIKIP di Baula yang saat itu merupakan tanah kosong dan sudah dibebaskan.

Awalnya pada tanggal 2 Juni 1984, Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kolaka, Drs.H.S. Manomang memberikan surat keterangan nomor: 421.4/729 guna menindaklanjuti surat ketua YAPPIKA nomor: 04/YAPPIKA/1984 tanggal 25 Mei 1984 tentang permohonan lokasi pembangunan kampus Perguruan Tinggi (PT) di Kolaka. Maka untuk persiapan pembangunan PT, pihak Pemda tingkat II Kolaka menyediakan lokasi seluas 10 Ha, dengan status tanah milik Pemda tingkat II Kolaka (siap pakai), selanjutnya tanah tersebut akan diserahkan kepada YAPPIKA. Tanah tersebut berada di Desa Baula.

Namun karena tanah yang diberikan kurang dari 25 ha seperti yang dipersyaratkan pihak Kopertis, akhirnya pihak YAPPIKA bersurat kembali ke Bupati Kolaka dan diberikanlah tanah seluas 50 ha.

Dalam surat Bupati KD TK II Kolaka, Drs.H.S. Manomang kepada Dekan STKIP Sembilan Belas November Kolaka tanggal 18 September 1984, nomor : 591.7/2121, perihal sertifikat tanah untuk kampus STKIP Sembilan Belas November Kolaka, dikatakan, sehubungan surat ketua YAPPIKA nomor: 04/YAPPIKA/III/1984 tanggal 25 Mei 1984 tentang permintaan tanah lokasi pengembangan kampus PT Sembilan Belas November Kolaka/Gedung STKIP Sembilan Belas November dengan sertifikatnya tanah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, bahwa berhubung pemprosesan sertifikat tanah untuk gedung STKIP sembilan belas november masih memerlukan waktu, mengingat prosedur administrasi sesuai peraturan-peraturan yang berlaku sehingga belum dapat dipenuhi permintaan  saudara dalam waktu dekat, kedua, bahwa dengan surat penyerahan Pemda Tingkat II Kolaka kepada YAPPIKA guna persiapan pembangunan kampus PT. Ketiga, bahwa sesuai butir dua diatas, maka penyelesaian pelepasan tanah pemerintah/negara dianggap resmi dan telah selesai, sedangkan penyelesaian administrasi tanah tersebut oleh kantor Agraria kabupaten Kolaka sesuai peraturan yang berlaku masih memerlukan waktu untuk pemrosesan sampai dengan terbitnya sertifikat yang diperlukan saudara sebagai jaminan hukum atas penggunaan tanah tersebut.

Keempat, bahwa sebagai tanda bukti surat ukur sementara dari kantor agraria kabupaten Kolaka nomor: 324/1984 tanggal 18 agustus 1984 atas tanah seluas 50 ha, 50.000.000 M2 sebagai terlampir untuk dapat digunakan sambil menunggu keluarnya sertifikat tanah tersebut/dimaksud.

Kelima, bahwa tersebut butir 2 dan 4 diatas dengan penunjukan lokasi tanah untuk pembangunan kampus Perguruan Tinggi Kolaka/STKIP Sembilan Belas November Kolaka adalah tanah disesuaikan dan tidak bertentangan dengan perencanaan pembangunan daerah khususnya perluasan kota kabupaten daerah tingkat II Kolaka. Keenam, bahwa surat keterangan ini dikeluarkan mendahului sertifikat tanah yang akan diusul kemudian, untuk dapat dipergunakan sebagai rekomendasi dari Pemda tingkat II Kolaka tentang tanah untuk pembangunan gedung/kampus perguruan tinggi/STKIP sembilan belas november Kolaka.

Sebagai keseriusan pihak Pemda Kolaka dan Provinsi Sultra dalam membangun PT di Kolaka, setelah pemda memberikan tanah seluas 50 ha di Baula, selanjutnya Gubernur Sultra, H. Alala membantu pembangunan dua buah gedung. Namun disayangkan, ketika Muhammadong ditarik di Kendari tahun 1999 sebagai Plt. Kepala Penerangan, tanah tersebut dibiarkan terlantar sehingga ada oknum yang masuk mengklaim tanah milik STKIP sebagai tanahnya. Begitupun saat Bupati Kolaka, Drs.H. Adel Berty,MSi meminta tanah milik STKIP untuk mendirikan STM, pihak Yayasan memberikannya karena untuk kepentingan pendidikan juga. (Armin)

 

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *