Home » Headline » Tambang C Resahkan Warga Kolaka

Tambang C Resahkan Warga Kolaka

Masyarakat Kolohipo mengeluhkan aktivitas pemuatan galian C atau timbunan yang menyebabkan masyarakat kena debu dan jalanan rusak (Foto Armin)

MySultra : Kolaka. Aktivitas galian tambang C di jalan pengusuran, Kecamatan Laloeha, Kecamatan Kolaka, Kabupaten kolaka Sulawesi Tenggara  yang dilakukan PT 757, meresahkan warga yang tinggal di lingkungan IV Kolohipo atau belakang kantor Bupati Kolaka.

Protes warga ini keluar pada saat akan dilakukan pertemuan antara warga yang protes dengan pro kegiatan tambang C di kantor kelurahan Laloeha, guna mencari solusi, Selasa (10/6). Namun Warga yang protes kecewa dengan ketidak hadiran masyarakat yang pro, Bahkan  perwakilan PT 757 juga tak hadir, meski telah ditunggu sekian jam. Warga yang memprotes selanjutnya  masuk di ruangan lurah Lamokato, Andi Paoloi menyampaikan protesnya.

M, Syarifuddin, Muh. Awaluddin Hasan dan Niarti meminta ketegasan Lurah untuk menutup sementara aktivitas pemuatan tanah karena mereka sangat terganggu. Selama ada aktivitas, tanah muatan sering jatuh karena tidak ditutup tarpal sehingga masyarakat terganggu dengan debu, serta jalanan menjadi rusak, apalagi menurut mereka izin operasional sudah mati dua tahun lalu.

“Saya kira Pak lurah sudah masuk melihat kondisi kami disana. Mereka tidak menghargai pemerintah dengan tidak datang menghadiri undangan, apalagi yang bersurat itu camat.”Kata Awaluddin.

Mereka juga menyayangkan pertemuan yang dilakukan dengan masyarakat yang setuju dengan aktivitas tambang C, pada hal mereka tidak terkena debunya, sementara mereka yang kena dampak tidak dilibatkan pada rapat. Karena itu, masyarakat memberikan kesempatan kepada lurah untuk berkoordinasi dengan camat Kolaka terkait masalah ini.

Terkait masalah ini, lurah Laloeha mengatakan bahwa pihaknya telah bersurat kepada masyarakat pro dan kontra untuk mencarikan solusi, selasa kemarin namun pihak pro tidak hadir. Dalam suratnya Andi Paoloi menindaklanjuti surat pengaduan masyarakat tanggal 28 Mei 2014 perihal pernyataan menolak pengambilan tambang C di lokasi jalan pengusuran, karena menimbulkan dampak polusi debu sekitar pengambilang tambang C. Juga menindaklanjuti pernyataan warga tanggal 1 Juni 2014 perihal pernyataan tidak keberatan dengan adanya aktivitas pengambilan tambang C.

Lurah Laloeha mengaku pusing karena ada warga yang tanda tangan kontra juga bertandatangan pro adanya aktivitas tambang C. Inilah yang akan dicarikan solusi, tapi pihak pro tidak hadir. Karena itu, dia akan melaporkan kepada camat.

Sementara itu, dilokasi tambang C, Awaluddin dan Niarti  saat bertemu dengan pengelolah tambang C yang mengaku dari PT 757 melakukan adu mulut. Mereka menyayangkan ketidak hadiran pihak pro di kantor kelurahan yang berarti melecehkan pemerintah. Aktifitas PT 757 menurut warga,telah merusak jalan yang sudah dilakukan pengerasan..

“Kalau sudah ada perjanjian akan memperbaiki jalanan seperti semula kami tidak akan melarang. Silahkan ratakan ini gunung. Kami sudah pengalaman sebelumnya ada perusahaan yang mengolah tambang C berjanji mau perbaiki jalan, tapi setelah selesai pekerjaannya, mereka kabur. Ini yang tidak kami inginkan lagi”ungkap Niarti.

Mendapat cercaan pertanyaan itu, Pengelolah PT 757 mengatakan bahwa mereka akan menghadiri undangan tapi masih menunggu Babinsa dan lainnya, tapi tidak tahu jam berapa dilakukan pertemuan karena dia hanya ditelpon oleh Pimpro PT 757.

Penulis: Armin

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *