Home » Berita Terpopuler » Stok Beras Dolog di Kolaka Cukup Hingga Februari 2015

Stok Beras Dolog di Kolaka Cukup Hingga Februari 2015

Sidak : Sekda Kolaka Poitu Murtopo didampingi Asisten II, Nurholis, kepala dolog La Rahibun dan sejumlah pejabat melakukan sidak di gudang dolog, guna melihat kualitas dan ketersediaan beras raskin.

Stok beras yang tersedia di gudang dolog kabupaten Kolaka untuk disalurkan pada masyarakat miskin, tersedia hingga bulan februari 2015 mendatang.

Masih tersedianya stok beras di gudang dolog disampaikan kepala dolog Kolaka, La Rahibun saat menerima rombongan Sekda Kolaka, Poitu Murtopo bersama Asisten II, Nurholis dan sejumlah pejabat yang melakukan inpeksi mendadak (sidak) di kantor Dolog, guna melihat ketersediaan beras dan kualitasnya di gudang dolog, Kamis (28/8/2014).

Beras dolog, akan disalurkan pada masyarakat miskin atau dikenal dengan nama beras miskin (Raskin) pada 14.945 kepala keluarga di kabupaten Kolaka, serta masyarakat miskin untuk wilayah kabupaten Kolaka Utara dan Kolaka Timur. Pada kesempatan tersebut, karung raskin sempat ditimbang untuk memastikan apakah cukup 15 kg atau tidak.

La Rahibun mengungkapkan bahwa stok beras yang tersedia di gudang dolog sebanyak 3200 ton. Stok tersebut, dapat mencukupi kebutuhan sampai bulan februari 2015. Semua beras yang ada saat ini diambil dari hasil panen di wilayah Kolaka pada bulan maret 2014. Dalam bulan oktober 2014 mendatang yang merupakan musim panen, dolog menargetkan memasukan beras sebanyak 5 ton.

Mantan Kepala Dolog Kabupaten Bombana ini mengungkapkan bahwa semua beras yang ada di gudang dolog layak dikonsumsi, sebab tidak ada beras yang kena serangan hama. Serangan hama biasanya terjadi kalau beras disimpan terlalu lama, sehingga berubah warna dan rasa. Di Kolaka hal itu tidak terjadi, bahkan beras yang ada di gudang dolog Kolaka layak di konsumsi sampai bulan Juni 2015.

Sekda Kolaka, Poitu Murtopo mengatakan, setelah melihat secara langsung beras yang ada di gudang dolog, ternyata sangat layak dikonsumsi karena baru tiga bulan panen dan stoknya tersedia. Sesuai aturan Bulog, beras masih layak dikonsumsi hingga 6 bulan sampai satu tahun. Sementara di Kolaka baru tiga bulan dan siap disalurkan.

“Kami sudah melihat kualitas berasnya bagus karena baru tiga bulan di panen. Kami sidak takutnya beras disalurkan ke desa-desa terlambat dan tidak layak. Jika nantinya di lapangan diberikan beras tidak layak, maka yang berdosa kepala Dolog.”katanya.

Poitu berharap Senin depan semua beras raskin sudah disalurkan, begitupun setiba di desa/kelurahan juga langsung disalurkan pada masyarakat yang berhak mendapat raskin, dimana setiap kepala keluarga mendapat 15 kg. Supaya raskin tepat sasaran, pihak Pemkab Kolaka akan melakukan pengawasan dan menyebar intel untuk memantau di lapangan.

“Jika ada masyarakat tidak mendapat raskin segera laporkan. Begitupun jika ada aparat yang terlibat bermain dalam beras Raskin, sanksinya sangat jelas akan dibawah di ranah hukum. Jadi saya harap jangan melanggar karena sanksi dunia ada, apalagi sanksi akhirat karena ini makanan.”tegasnya.

Sementara itu, Asisten II, Nurholis menambahkan, memang ada kasus dimana masyarakat tidak mendapat beras raskin seperti di kelurahan Silea. Namun setelah diselidiki, ternyata dana tuk beras raskin digunakan salah satu aparat untuk membayat TV kabelnya dan tidak dibayarkan ke Bulog. (Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *