Home » KAMPUS » STKIP Berdiri Untuk Memajukan Kolaka

STKIP Berdiri Untuk Memajukan Kolaka

My sultra – Kolaka

Dibalik kesuksesan Universitas SembilanBelas November (USN) Kolaka menjadi universitas negeri, semua tidak terlepas dari para pendirinya.

Seperti halnya Hamsuddin Sanusi ditemui kemarin mengatakan, untuk memajukan daerah Kabupaten Kolaka, para tokoh masyarakat dan pejuang Kolaka seperti CH. Pingak, Kadis PK saat itu Victor Sidupa, H. Tahrir, H. Nurung, H. Hamsuddin dan lainnya memikirkan bagaimana mendirikan Perguruan Tinggi (PT) di bumi Mekongga ini. Karena pencetus berdirinya PT semua birokrasi yang memiliki jabatan, maka ditunjuklah Drs. Muhammadong yang saat itu berstatus pegawai biasa untuk mengurus pendirian PT.

“Kami tunjuk Muhammadong yang saat itu sebagai pegawai biasa untuk mengurus pendirian Perguruan Tinggi, adapun pembiayaannya kami yang sponsori.” Kata Dewan Pendiri YAPPIKA, Drs.H. Hamsuddin Sunusi,MSi.

Sebelum didirikan PT, terlebih dahulu dilakukan penjajakan dan selanjutnya Hamsuddin Sanusi (Kadispenda Kolaka) bersama Ketua Golkar H. Baso Lewa, Muhammadong dan Zainal Arifin (kepala Biro Pemerintahan) melaporkan kepada Bupati Kepala Daerah TK Kolaka saat itu dijabat Drs.H.S. Manomang yang langsung disetujui, selanjutnya dihubungi Ketua DPRD Kolaka Syamsuddin Tomeng, Sekda Kolaka Drs. Maula Daud dan Drs. Djalante (Pembantu Gubernur wilayah daratan) terkait rencana mereka, dimana ketiganya menyetujuinya.

Setelah itu Hamsuddin bersama Bupati, Sekda, Ketua DPRD dan Kadis PK Viktor Sidupa berangkat ke Kendari untuk bertemu Gubernur Sultra, Drs.H. Alala guna menyampaikan usul mendirikan PT di Kolaka yang kemudian disetujui Gubernur. Selanjutnya mereka bertemu dengan Rektor Universitas Haluoleo (Unhol), Makodompit meminta rekomendasi pendirian PT dan disangupi untuk membantu maksud mereka, kemudian diuruslah izin operasional melalui Kopertis wilayah IX Sulawesi dengan membentuk Yayasan Pendidikan Kolaka (YAPPIKA) diketuai Muhammadong dan Djante sebagai Direktur STKIP 19 November pertama. Adapun pemberian nama STKIP 19 November Kolaka didasari dari hari perjuangan rakyat Kolaka yakni 19 November yang perlu dilestarikan.

Awal berdirinya PT, Bupati Kolaka H.S. Manomang memang menginginkan adanya Universitas yang didalamnya terdapat fakultas pertanian dan ekonomi, tapi yang bisa keluar hanya pendidikan dan setelah itu baru ditingkatkan menjadi Universitas. Adapun Mahasiswa pertama STKIP Kolaka setelah diresmikan izin operasionalnya oleh Kopertis wilayah IX Sulawesi diantaranya mantan Plt. Bupati Kolaka, H. Amir Sahaka, H. Abdullah Hasan, H. Abubaeda dan lainnya.

Dalam perjalanannya, mulai dari kepemimpinan Djalante, Hj. Mustika Rahim maupun Yan Iswan, STKIP tidak ada peningkatan status, baru pada saat dipimpin Azhari, STKIP berubah status menjadi Universitas 19 November (USN) Kolaka. Saat akan berubah status menjadi Universitas, awalnya dia tidak mengetahuinya karena tidak disampaikan hingga mereka kaget dan mempertanyakannya kepada Rektor Azhari kenapa seperti itu, sementara semua berkas asli STKIP masih dipegang Muhammadong dan H. Nurung. Atas pertanyaan para pendiri, membuat Azhari sadar dan menghargai jasa mereka  yang selanjutnya duduk bersama dengan memperbaharui pengurus Yayasan dengan tetap memasukan nama para pendiri yang masih hidup.

“Apapun alasannya Muhamadong sangat berjasa dalam pendirian STKIP 19 November Kolaka, karena dia tidak kenal hujan bolak balik dari Kolaka ke Kendari  naik motor mengurus pendirian STIKIP.”kata putra kelahiran Balandete, 65 tahun lalu ini.

Hamsuddin terus mendukung pengembangan USN dan mendukung Azhari dengan tidak melihat asalnya maupun sukunya, tapi terpenting mau mengembangkan daerah ini. Dukungan inipun diperlihatkan pada saat terjadi gejolak dengan tuntutan menurunkan Azhari dari jabatannya sebagai Rektor USN. Saat itu dia menyampaikan kepada Pj. Bupati Kolaka, H. Ali Nur bahwa tidak usah menganti Azhari karena mau membangun. Ternyata dukungannya tidak sia-sia karena terbukti dibawah kepemimpinan Azhari USN Kolaka menjadi Universitas negeri.

Setelah menjadi Universitas, dewan pendiri meminta kepada Rektor supaya meningkatkan lagi menjadi Universitas negeri, sebab dari awal pendirian adalah untuk kemajuan daerah, tidak ada itikad mencari yang lain selain untuk kemaslahatan daerah, sehingga tidak ragu ketika disodorkan untuk menandatangani penegerian, sekaligus menyerahkan semua aset kepada negara tanpa ada persyaratan, terpenting bagaimana USN menjadi universitas negeri.

Hamsuddin berharap, setelah USN negeri, daerah Kolaka maju. Dia juga meminta sebaiknya kampus induknya di Kecamatan Baula karena itu merupakan lahan USN (STKIP) Kolaka yang diberikan oleh Bupati Kolaka, H.S. Manomang, sebab sebelumnya sudah diukur seluas 50 hektar.  Pada awal pendirian STKIP, BPN sudah mengukurnya untuk pengembangan kampus STKIP karena saat itu yang dipikirkan masa depan, apalagi disebelahnya ada Watalara yang merupakan perkampungan militer sehingga lokasi disitu aman. Saat penunjukan, lokasi STKIP merupakan daerah semak belukar yang tidak ada pemiliknya. Adapun beberapa pihak yang mengklaim sebagai tanahnya itu semua bisa diselesaikan.

Hamsuddin bahkan mengaku jika diserahkan kepada dirinya untuk mengurus tanah milik USN, dia siap menyelesaikan dengan jalan pendekatan dan kekeluargaan, apalagi semua mantan tentara mengakui jika itu adalah tanah milik STKIP, termasuk komandan tentara saat itu mengakui kalau tanah itu milik STKIP.

“Kalaupun tetap dibangun kampus di Tanggetada, dibagi saja Fakultas dengan menempatkan fakultas pertanian dan teknik disana.”kata Hamsuddin.

Tak lupa Hamsuddin mengungkapkan bahwa dengan mengurus STKIP, dirinya kenal dengan Gubernur Alala, sehingga ditawari menjadi Kadispemda Sultra meninggalkan jabatannya sebagai Kadispenda Kolaka yang dijabatnya sejak tahun 1976 sampai 1984. Jabatan Kadispenda Sultra dijabat mulai tahun 1984 sampai 1992 dibawah kepemimpinan Gubernur Alala sampai Gubernur Kaimuddin.(Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *