Home » Headline » Sebelum Raja Cantung Meninggal, Istri Sulit Tidur
  • Alamhrum dishalatkan bersama wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dan pegawai Rumah Sakit Bahteramas.

Sebelum Raja Cantung Meninggal, Istri Sulit Tidur

KENDARI, MY SULTRA.COM – Kepergian Raja Cantung, Kalsel, Hendri Nidyanto Binti Iskandar Yasin untuk selamanya menyisakan duka yang mendalam terhadap keluarganya. “Malam itu aku tak bisa tidur, aku selalu ingin disamping suami aku, aku telepon sekitar pukul 12.00 WIB, aku bilang kepada raja, kamu orang kuat, masih ingat awal pertemuan kita dan aku nyanyiin suami aku, aku tak tahu kenapa ingin nyanyi dan selalu ingin peluk suami aku, aku juga bilang aku mau dipijitin,”ungkap Permaisuri Dwi Anugrah Ibun Adianti (Istri Raja Gusti)

Sekitar pukul 12.00 Wita Selasa (17/11) Raja Cantung Gusti Hendri Nidyanto Bin Iskandar Yasin menghembuskan napas terakhir di Rumah sakit Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) .

Almahrum, dikabarkan dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Ismoyo Kendari, sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (15/11/2015) dini hari, beberapa saat kemudian, almahrum lalu dirujuk ke rumah sakit Bahteramas, namun nyawanya tak tolong.

Sebelumnya, almahrum menikmati secangkir kopi hingga larut malam di kamar hotel tempat sejumlah Raja menginap.Saat itulah, almahrum terjatuh akibat kelelahan dan tak sadarkan diri hingga dilarikan ke rumah sakit.

Almarhum berada di Kendari bersama para Raja Nusantara dan Raja-Raja dari Negara Asean untuk  menghadiri Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat Asean ketiga tahun 2015 yang dimulai sejak 12 – 15 November di Alun – alun Kota Kendari.

 Jenazah almahrum dikremasi di rumah sakit Bahteramas dan diupacarakan secara adat Tolaki, Kerajaan Konawe. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara atas nama pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara secara resmi melepas jenazah almarhum sebelum diterbangkan ke Jakarta Selasa malam dengan pesawat garuda. Kakak dan istri almarhum tak dapat menahan kesedihan atas kepergian sang raja.

Istri  almarhum mengaku tak memiliki firasat, namun ketika Sabtu malam penutupan festival keraton, dirinya tak dapat tidur dan sempat menghubungi sang raja yang tugas di Kendari.

Jenazah almahrum rencananya akan diterbangkan ke Jakarta untuk dikebumikan. Almahrum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Saat pelepasan jenazah, upacara adat kerajaan dilakukan pihak kerajaan Tolaki, setelah jenazah alamhrum dishalatkan bersama wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dan pegawai Rumah Sakit Bahteramas.

 Mas’ud

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *