Home » Berita Terpopuler » Safei Letakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Huzaifiyyah
Bupati Kolaka, H Ahmad Safei didampingi Kadis PU, H Abbas meletakkan batu pertama pembangunan asrama tahfidzul Al Hidzaifiyyah Kolaka.
Bupati Kolaka, H Ahmad Safei didampingi Kadis PU, H Abbas meletakkan batu pertama pembangunan asrama tahfidzul Al Hidzaifiyyah Kolaka.

Safei Letakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Huzaifiyyah

Bupati Kolaka H Ahmad Safei didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) H Abbas Nuhung, meletakkan batu pertama pembangunan asrma  pondok tahfidzul Quran Alhudzaifiyyah ‎Masjid Agung Kolaka‎, sabtu (5/9/2015).
Menurut Bupati Kolaka, pembangunan asrama tahfidz sangat mendesak dan tidak bisa ditunda. Sebenarnya peletakan batu pertama sudah lama direncanakan, namun karena padatnya agenda baru dilakukan, sehingga pada saat pengurus mendatanginya di rujab, dia langsung mengiyakan dan mendesak segera dilaksanakan.
“Karena itu saya melakukan serangan fajar. Terlebih dahulu saya menelpon kadis PU tuk bersama melakukan peletakan batu pertama,” ungkapnya.
Bupati berharap peletakan batu pertama ini bukan sekaligus batu terakhir. Karena itu dia menjadwalkan dalam waktu satu bulan asrama itu sudah selesai yang dikerjakan secara swadaya. Asrama tersebut berukuran 20 x 6 meter untuk lima kamar.
Sementara itu ‎pimpinan Alhudzaifiyyah ustadz Baharuddin Al Hafiz mengungkapkan, saat ini santri yang dibinanya sebanyak 53 orang. Mereka terpaksa berdesak-desakan ketika tidur, bahkan ada yang tidur diteras karena asrama hanya 3 dan dalam asrama yang berukuran 3 x 5 meter dihuni 17 santri.
Menurut Bahar, semakin banyak masyarakat yang berminat membawa anaknya untuk menghafal yang datang bukan hanya dari Kolaka, tapi luar Kolaka dan luar Sultra. Karena  kondisi tidak memungkinkan mereka mencoba menolak, tapi orang tua santri tetap bersikeras dan meminta anaknya tetap diterima meski harus tidur dimanapun, sehingga mereka tidak bisa menolak.
Ustadz Bahar mengaku sebelum pondok Alhudzaifiyyah berdiri tiga tahun lalu, selama 32 tahun Kolaka selalu menginfor hafidz ketika mengikuti MTQ. Tapi saat ini Kolaka justru menjadi pengekspor penghafal Alquran, baik dalam wilayah Sultra maupun luar Sultra seperti Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Maluku dan Papua. Bahkan dalam ajang MTQ Nasional tahun 2015 ini, satu-satunya medali yang diraih Sultra berasal dari santri Alhudzaifiyyah.‎ ( A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *