Home » Berita Terpopuler » Safei-Jayadin Berkomitmen Mensejahterakan Masyarakat Kolaka

Safei-Jayadin Berkomitmen Mensejahterakan Masyarakat Kolaka

 Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei,SH,MH-Muhammad Jadin,SE memiliki komitmen mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kolaka. Komitmen ini akan diperjuangkan dalam lima tahun kepemimpinannya.

 Komitmen mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kolaka, dimana kondisi masyarakat secara menyeluruh dapat terpenuhi hak-hak dasarnya, baik dari aspek social, ekonomi dan budaya, terutama pangan dan sandang secara merata, sesuai dengan visi misi mereka.

 Salah satu strategi yang dijalankan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah  memberikan kemudahan berinvestasi di Kabupaten Kolaka. Bupati Kolaka mengundang semua investor yang ada di Indonesia maupun luar negeri untuk berinvestasi di bumi Mekongga yang terkenal kaya akan Sumber Daya Alamnya. Sebagai jaminannya, Bupati memberikan keamanan berinvestasi, juga mempermudah semua bentuk perizinan yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah. Begitupun semua Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan jajarannya, Camat hingga Lurah serta Kepala Desa diminta untuk memberikan dukungan kepada setiap investor yang datang, mempermudah semua urusannya, bukan mempersulitnya.

 “Kalau ada yang berinvestasi di Kolaka sampai Rp 100 Milyar, saya gratiskan satu tahun bebas tidak dipungut biaya apapun.”kata H. Ahmad Safei pada acara penandatanganan kontrak kerjasama antara Perusahaan Daerah Aneka Usaha Kolaka dengan BEMT,Co.Ltd untuk pembangunan industry pelet kayu dan pellet biomass.

 Tak kalah pentingnya, semua pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi di Kabupaten Kolaka dihimbau untuk membangun pabrik pengolahan atau smelter. Ini semua sesuai komitmen pemegang IUP, sebab jika dibangun smelter di Kabupaten Kolaka, maka ini akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi pemuda dan pemudi di Kabupaten Kolaka, minimal seribu pencari kerja akan terserap dalam lapangan pekerjaan, sekaligus untuk mengatasi pengangguran. Hal ini sejalan dengan Sembilan prioritas program utama Ahmad Safei-Muhammad Jayadin, yakni pembukaan peluang kerja bagi seribu tenaga kerja.

Gubernur lantik SMS Berjaya

Gubernur Sultra, H, Nur Alam saat melantik Ahmad Safei sebagai Bupati Kolaka dan Muhammad Jayadin sebagai wakil Bupati Kolaka periode 2014-2019.

Membuka peluang kerja bagi seribu tenaga kerja, dimana sejak pelarangan menjual ore ke luar negeri yang otomatis berhentinya kegiatan pertambangan dengan keluarnya Peraturan Menteri ESDM nomor 07 tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral, menyebabkan ribuan tenaga kerja di Kabupaten Kolaka menganggur hingga kriminalitas meningkat, tidaklah mudah. Karena itu Bupati, Wakil Bupati dan seluruh jajarannya melakukan kerja keras.

 Berkat doa dan usaha yang dilakukan, prioritas program utama Safei-Jayadin dalam membuka peluang kerja sudah didepan mata, diantaranya sekitar pertengahan atau akhir 2015 mendatang, PT Vale Indonesia Tbk. (Eks PT INCO Tbk.), akan menerima karyawan sebanyak tujuh ribu orang. Dalam hal ini, Bupati Kolaka sudah menekankan kepada Pimpinan PT Vale dari awal, supaya dalam penerimaan karyawan supaya berkonsultasi dengan Pemerintah Daerah Kolaka, dimana yang harus diprioritaskan adalah masyarakat Kabupaten Kolaka.

 Untuk itu, Pemkab Kolaka akan menggunakan dengan baik dana Comdev atau CSR PT Vale dengan membuat kursus gratis yang diperuntukkan bagi semua pemuda dan pemudi Kolaka. Kursus ini meliputi kursus montir, mengendarai alat berat dan sebagainya, dimana dalam kursus ini akan diberikan piagam dengan lisensi dari PT Vale, sehingga nantinya tidak ada alasan bagi PT Vale menolak pemuda dan pemudi yang melamar dengan alas an tidak professional. Belum lagi tenaga kerja yang akan diterima oleh perusahaan lain yang akan membangun smelter pada tahun 2015 mendatang.***

Kolaka Bakal Dijadikan Lumbung Kedelai

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei memiliki opsesi dalam memberikan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kolaka, yakni menjadikan bumi Mekongga, Kabupaten Kolaka sebagai lumbung kedelai di Sulawesi Tenggara. Hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur Sultra, H. Nur Alam untuk menjadi lumbung kedelai di Sultra.

safei n nur alam tanam kedelai

Gubernur Sultra, H. Nur Alam bersama Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei menanam kedelai pada acara pencanangan gerakan tanaman kedelai di Kabupaten Kolaka. 

Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Kolaka bekerjasama dengan Anggota Kodim 1412 Kolaka turun lapangan membantu masyarakat dalam memberikan motivasi pada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kedelai sebagai produk dalam negeri.

 Selama ini, Kabupaten Kolaka merupakan salah satu daerah penghasil kedelai di Sultra dengan luas tanam tahun 2013 yaitu 344 ha, luas panen 509 ha dan produk rata-rata 2,09 ton/ha dengan produksi pertahun 1063 ton. Tahun 2014 luas tanam 1000 ha diperkirakan luas panen 1499,7 ha dengan produk pencapaian 3134 ton. Jika dibandingkan kebutuhan lokal sejumlah 124 ton/tahun, maka Kolaka memberikan kontribusi kedelai nasional tahun 2013 sebesar 939 ton dan tahun 2014 diperkirakan 3010 ton.

 Sejalan dengan Sembilan program prioritas pembangunan Kabupaten Kolaka, mulai tahun 2015 mendatang, diprogramkan penanaman kedelai seluas seribu hektar per tahun, dengan pemanfaatan lahan sawah pra musim dan pemanfaatan lahan sawah yang curah hujan kurang memungkinkan untuk tanam padi sawah. Pemkab Kolaka akan membantu petani dalam menyediakan benih sarana produksi dan biaya pemeliharaan yang diambil dari APBD Kabupaten Kolaka.

 Selain itu, akan dilakukan pembinaan usaha penakaran benih kedelai yang menghasilkan benih yang unggul dan bersertifikasi, guna mengantisipasi kesulitan petani dalam memperoleh benih kedelai seperti yang terjadi saat ini. Di harapkan dengan program yang dijalankan ini, Kabupaten Kolaka benar-benar menjadi daerah lumbung kedelai di Indonesia, sehingga Indonesia tidak lagi mengimpor kedelai yang merupakan makanan faporit masyarakat Indonesia, tapi menjadi pengekspor kedelai. Jika selama ini produksi kedelai dalam negeri hanya mampu menyiapkan 40 persen, maka tahun 2015 mendatang, dari bumi Mekongga kekurangan 60 persen yang selama ini di impor akan terpenuhi.

 “Kolaka merupakan daerah yang dipersiapkan sebagai pendukung lumbung kedelai”Kata Gubernur Sultra, H. Nur Alam saat mencanangkan Gerakan Tanaman Kedelai bersama TNI AD di Desa Unamendaa, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka pada 6 September 2014.**

Bakal Membuka 1000 Hektar Tanaman Cengkeh

safei berikan bantuann

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei memberikan bantuan kepada masyarakat petani

Kabupaten Kolaka yang terkenal kaya akan Sumber Daya Alamnya, bukan hanya berbentuk nikel, marmer maupun onix, tapi juga kaya dengan potensi dalam bidang pertanian. Bisa dikatakan Kolaka “sebagai bagian dari Surga Dunia”, sebab berbagai tanaman bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang banyak.

 Seperti halnya tanaman cengkeh, dimana saat ini harganya semakin tinggi kini menjadi tanaman faporit masyarakat Kabupaten Kolaka, apalagi alam bumi Mekongga sangat subur dengan tanaman cengkeh yang merupakan tanaman yang dimanfaatkan seluruh dunia, diantaranya digunakan sebagai rempah-rempah untuk memanaskan suhu tubuh.

 Karena itulah, Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei memiliki cita-cita untuk mempopulerkan dan mengembangkan tanaman cengkeh hingga dikenal di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2015 mendatang, Bupati memiliki kebijakan dengan membuka 1000 hektar untuk ditanami tanaman cengkeh baru, untuk menambah produksi cengkeh yang ada di masyarakat saat ini, dimana dalam setiap musim panen, masyarakat mampu menjual tanaman cengkeh sebesar Rp 2 Triliun hingga  Rp 3 Triliun.

 Melalui kebijakan ini, Pemkab Kolaka akan memberikan subsidi dengan menanggung bibit dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1 juta per hektar selama tiga tahun, dimana pada tahun keempat tanaman cengkeh sudah besar dan mulai berbuah. Ini tidak mungkin lagi ditinggalkan masyarakat. Dengan program ini, jika di hitung-hitung dana yang dibutuhkan untuk pengadaan bibit dan pemeliharaan tanaman hanya sekitar Rp 2 Milyar dan itu tidak terlalu besar jika menggunakan APBD Kolaka.

 Guna menyukseskan program ini, semua camat bekerjasama dengan lurah dan kepala desa supaya menyiapkan lahan seluas 1000 hektar  yang belum ditanami maupun lahan yang tidak produktif. Setelah itu ditinjau dan dikaji apakah cocok untuk tanaman cengkeh atau tidak, sebab tidak semua tanah bisa tumbuh tanaman cengkeh. Berdasarkan pengalaman dan diterapkan masyarakat yang berhasil menanam cengkeh, ciri-ciri tanah yang bisa ditanami tanaman cengkeh yakni jika di lokasi tersebut terdapat tanaman sagu, pohon durian local, tumbuh pohon melinjo, serta berhubungan dengan hawa laut atau laut bisa terlihat dari daerah tersebut.

 Bukan hanya lahan pohon cengkeh yang disiapkan, Bupati Kolaka juga berencana membuatkan lembaga bagi masyarakat yang bekerjasama dengan Perbankan untuk membangun resi gudang untuk ditampung, kemudian dijual dengan harga memadai. Tidak sama seperti sekarang ini, jika musim panen tiba, masyarakat menjual buah cengkeh dengan harga murah hingga ke harga Rp 50 ribu per kilo. Ini tidak sebanding dengan harga di Pulau Jawa yang mencapai Rp 230 ribu per kilo bahkan lebih dari itu. Dengan metode ini, masyarakat Kabupaten Kolaka akan mencapai kesejahteraan.(***)

Kesejahteraan Masyarakat Sesuai Visi Misi Safei-Jayadinjayadin safei bupati kolaka

Memberikan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kolaka selama kepemimpinan Bupati H. Ahmad Safei dan Wakil Bupati Muhammad Jayadin sejalan dengan visi mereka, yakni “Mewujudkan Kabupaten Kolaka yang Maju, Berkeadilan dan Sejahtera”. MAJU mengandung arti adanya dinamika, pergerakan kondisi perekonomian kearah yang lebih baik, yang tergambar dari laju pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dibarengi dengan laju inflasi yang terkendali, berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan, serta tetap terjaganya kelestarian alam dan lingkungan hidup. Selain itu, juga ditandai dengan struktur ekonomi yang kokoh yang mampu mencapai produktifitas tinggi, dengan berbasis pada potensi ekonomi daerah.

BERKEADILAN  mengandung arti perwujudan pembangunan yang adil dan merata, tanpa diskriinasi, baik antar individu, golongan maupun antar wilayah, sehingga hasil pembangunan dapt dinikmati oleh suluruh lapisan masyarakat, sedangkan SEJAHTERA mengandung arti semua kondisi lapisan masyarakat secara menyeluruh dapat terpenuhi hak-hak dasarnya, baik dari aspek sosial, ekonomi dan budaya, terutama pangan dan sandang secara merata.

 Begitupun dalam misi mereka selama lima tahun kepemimpinannya yakni 2014-2019, terdiri dari 5 (lima) poin yaitu, (1) Percepatan pembangunan insfratruktur wilayah, (2) Peningkatan kinerja ekonomi melalui ekonomi kerakyatan, (3) Peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sendi-sendi sosial budaya dan agama, (4) Penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, efisien, bersih dan bermartabat, (5) Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan hidup.

Selain itu, pasangan yang terkenal dengan sinonim “SMS Berjaya” atau “Semua Milik Safei Bersama Jayadin” ini memiliki sembilan prioritas program utama yang akan dijalankan dimasa kepemimpinannya. Kesembilan program prioritas mereka adalah:

 

  1. Pendidikan, Agama dan Budaya
  2. Pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat.
  3. Perbaikan struktur ekonomi rakyat melalui pemenuhan kebutuhan:
  • Petani berupa bantuan traktor, pengadaan pupuk murah, pengadaan bibit dan sarana produksi lainnya.
  • Nelayan berupa bantuan kapal, peralatan tangkap, bantuan modal produksi kepada petani tambak.
  • Pengusaha kecil dan menengah, koperasi, lembaga ekonomi pedesaan berupa bantuan modal usaha.
  1. Pembangunan/Perbaikan infrastruktut pertanian dalam bentuk luas.
  2. Perbaikan infrastruktut perhubungan (jalan dan jembatan).
  3. Pembukaan peluang kerja bagi 1.000 tenaga kerja.
  4. Pemenuhan kebutuhan listrik sampai ke pedesaan.
  5. Penguatan pemerintahan lini depan dengan ADD/ADRT masing-masing Rp 250 juta setiap desa/kelurahan dan Rp 1 Milyar setiap kecamatan setiap tahun.
  6. Perbaikan pendapatan bagi PNS melalui pemberian tunjangan kinerja.*** 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *