Home » KAMPUS » Rektor Tidak Ingin Ada Kesukuan di USN

Rektor Tidak Ingin Ada Kesukuan di USN

Rektor USN, Dr. Azhari

MySultra – Kolaka
Rektor Universitas SembilanBelas November (USN) Kolaka, Azhari tidak menginginkan adanya kesukuan yang dibangun di USN, tapi dimunculkan keilmuan.
“Saya tidak mau di USN ada nuansa kesukuan, tapi yang muncul orang cerdas dan keilmuan.”Kata Azhari pada acara syukuran penegerian dan pemberian penghargaan rekor MURI rektor PTN termudah di Indonesia, kamis (17/7) sore.
Menurut Azhari, suatu universitas yang dibangun dengan adanya pengkotak-kotakan dan kesukuan maka yakin saja universitas tersebut tidak akan maju. Hal inilah yang tidak diinginkan terjadi di USN. Rektor mencontohkan Universitas Gajah Mada (UGM) maupun Institut Teknologi Bandung (ITB) yang saat ini terkenal dan besar karena disana tidak dibangun atas dasar kesukuan, tapi atas dasar keilmuan. Di UGM dan ITB yang menjadi rektor bukan penduduk asli tapi dari luar tempat universitas berada.
Untuk menjadi universitas yang diperhitungkan, USN yang baru saja negeri diakui masih kekurangan tenaga dosen, apalagi jabatan PR dan dekan belum ada yang memenuhi syarat dosen yang ada saat ini, sebab meski sudah doktor tapi belum PNS. Karena itu, untuk menjadikan USN hebat kedepan, pihaknya telah membuat kontrak dengan dosen universitas ternama untuk menjadi dekan di USN, seperti dekan Fisip dari UGM, dekan teknik dari ITB dan dekan pertanian dari IPB.
“Meski bagus jabatan disini tapi mereka tidak ada yang mau datang. Jadi kita kontrak saja mereka sampai tiga tahun, sebab lewat dari itu mereka tidak mau. Dengan begitu USN akan maju.”Katanya.
Adapun dosen-dosen USN yang ada saat ini rencananya akan tes PNS pada bulan Agustus. Jika mereka sudah menjadi PNS maka akan ditempatkan sebagai Pembantu Dekan (PD) I dan II sambil belajar pada dekan senior, setelah mereka kembali baru mereka yang mengantikan posisi sebagai dekan. Adapun dosen dan staf yang nantinya pada saat tes tidak lulus, mereka tetap menjadi dosen dan staf USN melalui Pegawai kontrak yang digaji melalui APBN, dimana gaji mereka sama dengan PNS hanya saja tidak bisa menduduki jabatan karena tidak bakalan mendapat tunjangan.
Azhari menambahkan, dengan di negerikannya USN merupakan rahmat bagi masyarakat Kolaka dan Sultra, karena jika sebelum negeri SPP Rp 1 juta sampai Rp 2 juta/semester, saat ini ada yang Rp 500 juta/semester. Bahkan tahun 2015 nanti akan diberikan beasiswa bidik misi bagi Mahasiswa kurang mampu, sehingga nantinya masyarakat miskin mulai dari Mowewe sampai ujung Toari tidak ada lagi anak mereka yang tidak kuliah karena alasan tidak ada biaya kuliah. (Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *