Home » Headline » Rekomendasi Komnas Perlindungan Anak Untuk Tahun 2018
Komnas Perlindungan Anak

Rekomendasi Komnas Perlindungan Anak Untuk Tahun 2018

Merespon terhadap situasi anak Indonesia Tahun 2018 Komisi Nasional Perlindungan Anak merekomendasikan 10 Aksi Nasional

  1. Mendorong pemerintah pusat maupun daerah  untuk segera memperioritaskan efektifitas pemberlakuan sebuah kebijakan dalam penyelesaian masaslah anak , dibanding hanya mengejar standar capaian program perlindungan anak hanya dengan jumlah kebijakan yang dapat diselesaikan . Penegakan dan penguatan kebijakan jauh lebih penting dibanding hanya sibuk untuk memproduksikan kebijakan tanpa penerapan optimal.
  2.  Untuk memutus dan mengahiri mata rantai Kekerasan terhadap anak dari lingkungan terdekat anak, segera mendorong pemerintah Kabupaten/Kota, provinsi dan pusat maupun pemerintah desa membangun kembali sistim kekerabatan  kampung melalui pembentukan kelompok kerja perlindungan  anak sekampung, sedesa dan sebanjar, di setiap desa, kampung, RT, RW diwilayah masing-masing, segera dibangun gerakan perlindungan di tingkat kampung, dimana dalam pelaksanaannya melibatkan  peran serta pengurus RT/RW, Kades, Karang Taruna, Ibu ibu PKK, Posyandu, Sistim lingkungan masyarakat (Polmas), secara akti, bersinergi dan berhasil guna.
  3. Segera nedorong pemerintah daerah dan DPRD segera menetapkan kota layak anak dan menginisiasi lahirnya perda perlindungan anak, sebagai mekanisme sistim pembangunan yang berbasis anak sekaligus menjamin terlaksananya upaya perlindungan anak secapa optimal disetiap wilayah.
  4. Untuk mencehag kasus kasus kekerasan dan perlindungan terhadap anak (bullying) dilingkungan sekolah,segera mendorong Kementeria Pendidikan  mengembalikan Pendidikan Moral Pancasila ke pengkuan anak Indonesia sebagai basis pengajaran kecintaan tanah air, nasionalisme, anti kekerasan, kebencian, dan menjunjung tinggi nilai nilai kemajemukan dan toleransi antar sesama anak Indonesia.
  5. Mendesak keluarga untuk menciptakan lingkungan rumah dan keluarga berbudaya RMAH ANAK, sebagai upaya menjauhkan  kekerasan terhadap anak di lingkungan inti.
  6. Mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  ubntuk segera membuat Peraturan Pelaksanaan yang mewajibkan  lingkungan sekolah menjadi lingkungan atau zona inti kekerasan terhadap anak, dalam upaya mencegah kasus-kasus tawuran dan kekerasan dalam lingkungan pendidikan.
  7. Mendesak aparat penegak hukum untuk selalu berpihak kepada kepentingan terbaik anak dalam pemeriksaan, dan penanganan nak anak yang berhadapan dengan hukum , sebagai representasi  atas pelaksanaan UU SPPA.
  8.  Mengigat kejahaan terhadap anak sudah masuk wilayah extra ordinary crime, dan terjaminnya keadilan korban dalam penanganan  masalah masalah anak , komnas Perlindungan Anak perlu mendorong Kapolri untuk segera meningkatkan status Unit Pelayanan Perempuan dan Anakmenjadi  Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
  9.  Mendorong peran pemerintah , aparat penegak hukum, masyarakat, tokoh masyarakat, dan agama, kalangan kampus akademisi, untuk bersama sama memerangi Narkoba, Pornografi, melalui Gerakan Nasional DARURAT NARKOBA dan Kejahatan Pornografi dan situs Porno anak.
  10. Guna efektifitas kordinasi perlindungan anak perlu mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kordinasi guna efektifitas perlindungan anak  dan kapasitas istansi yang menangani perlindungan anak dengan lembaga perlindungan anak(LPA) baik pusat maupun daerah setara dengan istansi lainnya. (*/Ican)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Astro-Maxis-Palu pix

Astro dan Maxis Galang Dana Bantuan untuk Korban Tsunami di Sulawesi

 Menanggapi inisiasi Perdana Menteri Malaysia, YAB Tun Dr Mahathir Bin Mohamad untuk negara-negara di ASEAN untuk ...