Home » EKONOMI » RAPBD Sultra Tahun 2016 Ditargetkan Rp. 2,5 T
Gubernur Sultra, Nur Alam dan Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh.
menandatangani  RAPBD Sultra tahun 2016
Gubernur Sultra, Nur Alam dan Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh. menandatangani RAPBD Sultra tahun 2016

RAPBD Sultra Tahun 2016 Ditargetkan Rp. 2,5 T

KENDARI, MYSULTRA.COM – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2016 ditargetkan mencapai Rp 25 Trilyun. Wakil Gubernur Sultra, H M  Saleh Lasata pada rapat paripurna atas pidato pengantar nota keuangan RAPBD) Sultra Tahun Anggaran 2016 di gedung DPRD Sultra, Kamis (26/11/2015).

Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp 89,561 milyar  untuk pengembangan dan pemerataan akses  pendidikan di semua jenjang, terutama untuk mencapai wajib belajar 12 tahun,  penguatan pendidikan nonformal, peningkatan kopetensi guru, pengembangan kurikulum, penyediaan beasiswa siswa berpestasi, cerdas sultraku melalui pemberian biaya pendidikan kepada masyarakat berprestasi, serta peningkatan management pendidikan.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dialokasikan anggaran untuk RSUD Bahteramas sebesar Rp. 187.221 milyar yang dipergunakan untuk peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit serta peningkatan pelayanan BLUD,  seperti pembangunan gedung pelayanan utama dan penunjang rumah sakit, berupa pembangunan gedung instalasi rawat napza, lanjutan pembangunan gedung perawatan kelas III, rehabilitasi medik laboratorium dan farmasi, pembangunan instalasi air limbah  dan lain sebaginya.

Sedangkan untuk Rumah sakit Jiwa (RSJ) dialokasikan anggaran sebesar Rp. 21,673 milyar yang dipergunakan untuk rehabilitasi gedung rumah sakit, pengadaan obat obatan serta bahan bahan logistik.

Sementara untuk Dinas Kesehatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp. 42.138 milyar, dipergunakan untuk upaya kesehatan masyarakat, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, pengembangan lingkungan sehat, peningkatan pelayanan anak balita, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak.

 Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah direncanakan sebesar Rp. 14,199 milyar, Badan Penanaman Modal Daerah direncanakan sebesar Rp. 8,406 milyar, Dinas Pertanian dan Peternakan direncanakan sebesar Rp. 71,077  milyar, Dinas Perkebunan dan Hortikultura direncanakan sebesar Rp. 35,106 milyar, Dinas kelautan dan perikanan direncanakan sebesar Rp. 28.079 milyar,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan direncanakan sebesar Rp. 25.430 milyar, serta Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral dialokasikan anggaran sebesar Rp. 98,514 milyar,”urainya.

Pada tahun anggaran 2016 ini, dialokasikan anggaran untuk pembangunan ifrastruktur, pada Dinas Pekerjaan Umum sebesar Rp. 428,277 milyar, dipergunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan,  rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan,  jaringan irigasi, bantaran dan tanggul sungai, pembangunan prasarana pengaman pantai dan infrastruktur lainnya.

Sementara itu untuk Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, dialokasikan anggaran  sebesar Rp. 42.369 milyar. anggaran tersebut, depergunakan untuk pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan transportasi lalu lintas angkutan jalan, pengendalian dan pengamanan lalu lintas, serta pembangunan sarana dan prasarana perhubungan lainnya.

Dikatakan, dalam memantapkan kebudayaan daerah yang merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.

Komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan kebudayaan diwujudkan dalam belanja daerah, dialokasikan pada SKPD, Dinas Pendidikan sebesar Rp. 2.905 milyar, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp. 21.066 milyar.

Selain itu melalui kegitan Hallo Sultra dianggarkan di setiap SKPD agar dapat menjadi wahana untuk mempromosikan dan memelihara keragaman budaya daerah.

Pada tahun anggaran 2016 penerimaan pembiayaan  direncanakan sebesar  Rp. 167,653 milyar, yang bersumber dari sisa lebih perhitungan  anggaran (silpa) tahun 2015,  dipergunakan untuk membiayai kegiatan yang belum terselesaikan pada tahun tersebut.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp. 104,399 milyar, dipergunakan untuk penyertaan modal pada Bank Sultra dan BPR Bahteramas sebesar Rp. 22 milyar dan pembayaran pokok hutang kepada PIP sebesar Rp.82,399 milyar.

Sebelumnya, rapat paripurna legislative dan eksekutif sepakat APBD Sultra tahun 2016 sebesar Rp. 25 triliun lebih yang ditanda tangani oleh Gubernur Sultra, Nur Alam dan Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh.

Mas’ud


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *