Home » Headline » PT Vale Kembali Tidak Hadiri Undangan Hearing

PT Vale Kembali Tidak Hadiri Undangan Hearing

 Komisi III DPRD Kolaka saat menerima aksi HMI cabang Kolaka, terkait PT Vale Indonesia yang diminta segera membangun pabrik, atau angkat kaki dari Kolaka

 

Kolaka,MySultra-

Pimpinan PT Vale Indonesia,Tbk kembali tidak menghadiri undangan hearing dengan pihak komisi III DPRD Kolaka. Akibatnya dengar pendapat kembali diundur.

Sesuai jadwal, pada tanggal 6 maret 2015 diagendakan hearing dengan pihak PT Vale sesuai janji komisi III DPRD Kolaka saat menerima aksi HMI cabang Kolaka yang mengecam PT Vale. Namun hearing batal karena pihak PT Vale tidak ada yang hadir.

Karena tidak hadir, komisi III menjadwalkan ulang pada hari senin, 9 maret 2015. Tapi lagi-lagi hearing kembali batal, sehingga untuk ketiga kalinya DPRD mengagendakan dengar pendapat. Bahkan jadwalnyapun diundur hingga satu pekan yakni tanggal 16 maret 2015 mendatang.

Ketua komisi III, H. Syarifuddin Baso Rantegau dihubungi melalui telepon selulernya, senin (9/3/2015) mengungkapkan, pihak komisi III kembali mengundurkan jadwal hearing karena menginginkan yang datang adalah Direktur Utama PT Vale supaya dapat mengambil kebijakan, serta tidak menginginkan hanya perwakilan saja.


“Hearing dengan PT Vale kami undur hingga tanggal 16 maret mendatang.”Kata legislator asal PDIP ini.

Namun pengunduran jadwal hearing dengan PT Vale justru masih membingungkan anggota komisi III lainnya. Seperti halnya Edy Gunawan dihubungi via telepon, justru mengaku hearing diundur pada tanggal 17 maret 2015. Namun setelah disampaikan kebenaran waktu antara 16 atau 17, Edy mengaku belum mengetahui persisnya.

“Maaf saya belum jelas itu mana yang benar.”Kata legislator asal PKS ini.

Sebelumnya, HMI cabang Kolaka versi Asrul Syarifuddin menggelar aksi di kantor DPRD Kolaka, (2/3), guna menuntut PT Vale Indonesia untuk merealisasikan janjinya sebagaimana tertuang dalam Kontrak Karya (KK) untuk membangun pabrik produksi dengan kafasitas produksi mencapai 35-40 juta ton, salah satunya di blok Pomalaa, dengan nilai investasi US$ 500 juta, dimana pabrik di Pomalaa akan mulai beroperasi menjelang tahun 2005.

“Tapi kenyataanya, kontruksi pabrikpun belum ada. Kami tidak inginkan PT Vale hanya sekedar membangun wacana. Kalau tidak ada niat baiknya, lebih baik PT Vale kita usir dari Kolaka, untuk apa lahan seluas itu hanya dijadikan lahan tidur.”Tegas Asrul. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *