Home » EKONOMI » Polres Konawe Tetapkan Tersangka Ilegal Minning di Konut

Polres Konawe Tetapkan Tersangka Ilegal Minning di Konut

MySultra :Konawe – Unaaha

Polres Konawe akhirnya menetapkan dua orang tersangka ilegal mining di Desa Morombo Pantai Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Kasus ini , sebelumnya menuai sorotan  banyak pihak, karena Polres dinilai melakukan ‘petak umpet’ terkait kasus pengiriman  ore ilegal oleh  PT. Terminal Niaga Bersatu (TNB), salah satu mitra kontraktor minning PT. Bossosi.

Perusahaan tersebut masih melakukan aktivitas penambangan dan telah melakukan pengiriman Ore Nikel ditengah pelarangan ekspor bahan mentah nikel dari pemerintah per 12 Januari lalu. Pengapalan ore tersebut, berhasil digagalkan oleh pihak Polres Konawe setelah melakukan lobi ke Mabes untuk menahan kapal tongkang ketikan melintas di perairan Cilegon.

“Tersangkanya atas nama AU, Direktur Utama PT.B dan MS Komisaris PT.MB,”ungkap Kapolres Konawe, AKBP Dr Barito MR didampingi Kasat Reskrim, AKP Harif Fatih Wicaksono kepada wartawan di Mapolres, Jumat (20/6).

Dikatakan, meski belum mengambil keterangan dari tersangka. Namun berdasarkan KUHP penyidik dapat menetapkan tersangka jika telah menentukan minimal 2 alat bukti yang sah. Dan terkait kasus ini pihaknya telah mengantongi 4 bukti sah.
Pihaknya juga sudah menyita 8 item barang bukti, diantaranya, 28. 200 metrikton material ore , eksapator, dokumen perjanjian jual beli nikel, dokumen transaksi pembayaran di bank, peta wilayah IUP dan dokumen pengapalan dari Sahbandar.
AU dan MS dinyatakan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan 16 saksi dan 1 saksi ahli. Serta dokumen asli pertambangan pegangan perusahaan tersebut. Selanjutnya dikaji berdasarkan pasal 158 subsider 161 UU R no 4 2009 tentang mineral dan batu bara.

Berdasarkan hasil penyidikan, kedua tersangka terlibat secara langsung atas transaksi jual beli nikel secara ilegal ditengah-tengah pelarangan secara nasional pengiriman keluar bahan menta nikel.
selain melanggar UU minerba terkait pelarangan Ekspor bahan mentah ore nikel keluar negeri, perusahaan tersebut juga berperkara soal penyerobotan kawasan hutan lindung seluas 1850 ha.
“Kita bukannya sengaja mengulur-ulur waktu untuk menetapkan tersangka. Namun rumitnya mengumpulkan dokumen. Karena kita harus mendatangi satu-persatu instansi bersangkutan secara berjenjang,”paparnya.

Beberapa instansi pemerintah yang berwenang yang harus dimintai keterangan serta arsip admintrasinya,  diantaranya Pemda setempat, Kementerian SDM, Kehutanan dan Perhubungan.Menurutnya, setelah ini penyidik akan memanggil kedua tersangka paling lambat 1 minggu setelah penetapan ini.

Ditanya kemungkinan adanya tersangka lain, dia mengakatakan, dimungkinkan ada tersangka baru. Sebab kasus ini tidak berhenti sampai disini. Pihaknya akan terus melakukan pengembangan. Dan  Jika ada temuan dokumen baru, maka kemungkinannya juga akan ada tersangka baru.

“Untuk kasus penyerobotan hutan, kita sudah berkoordinasi dengan Kemenhut. Dan kita sudah serahkan kepada instansi yang berwenang itu. Selain itu kita akan bermohon kepada imingrasi supaya mengidentifikasi dan mencegat  kemungkinan tersangka lari keluar negeri, ” ujarnya.(Irman)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *