Home » Headline » PHBI Kolaka Tetapkan 26 Lokasi Shalat Idul Adha
Rapat penentuan tempat shalat idul Adha yang dipimpin ketua PHBI Kolaka H M Ismail, didampingi Kakan Kemenag Kolaka dan Kabag Kesra Kolaka

PHBI Kolaka Tetapkan 26 Lokasi Shalat Idul Adha

KOLAKA, MYSULTRA.COMBerdasarkan hasil rapat Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kabupaten Kolaka, ditetapkan 26 lokasi shalat idul adha 1437 hijriyah/2016 masehi, untuk wilayah kecamatan Kolaka dan Latambaga, Rabu (7/9/2016) di aula kantor Kemenag Kolaka.

Dari 26 tempat shalat idul adha, terdapat 5 lapangan yakni Konggoasa, Lalombaa, Bokeo Sabilambo, pelabuhan/dermaga samudera dan lapangan HKSN Mangolo. Selebihnya di masjid termasuk Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka, serta di rutan Kolaka.

Ketua PHBI Kolaka yang juga Asisten I Setda Kolaka H M Ismail menyampaikan supaya ada ketegasan dari PHBI terkait tempat shalat, sebab pengalaman sebelumnya masih ada saja masyarakat yang meminta untuk membuka masjid selain yang telah ditetapkan oleh PHBI. Karena itu, setiap masjid yang dibuka untuk shalat id, hendaknya berkoordinasi dengan pengurus PHBI Kolaka.

Pada rapat itu, disorot terkait pelaksanaan shalat id di masjid Agung yang selama ini dilaksanakan pengurus masjid tanpa ada kontribusi pada PHBI. Pada hal sejarah dipindahkannya shalat id di masjid Agung untuk sementara dari lapangan 19 november, berdasarkan hasil rapat PHBI, karena saat itu lapangan 19 november sementara diperbaiki.

“Pada shalat idul fitri 1437 hijriyah, lapangan 19 november kembali digunakan, tapi belum ada rapat untuk mengembalikan shalat id di lapangan, sebab masih tetap dibuka di masjid Agung. Pada hal, kalau merujuk pada hadits Rasulullah, shalat id yang paling diutamakan adalah di lapangan,” kata kasi penyelenggara haji dan umrah Kemenag Kolaka H Agus Ramadhan.

Sementara kabag Kesra Pemkab Kolaka Hj Andi Wahidah mewakili Bupati mengungkapkan, saat ini di kecamatan Kolaka dan Latambaga terdapat 48 masjid. ‎Bupati juga berharap supaya daging kurban tahun ini disalurkan sesuai peruntukannya, sebab sebelumnya ada laporan masyarakat miskin disuatu desa t‎idak dapat daging kurban, sementara ada tempat lain yang justru masyarakat doubel pembagian daging kurbannya.

Berdasarkan hasil rapat, ‎setiap masjid yang tetap membuka shalat id, diwajibkan menyetor 15 persen dari hasil sumbangan kepada PHBI Kolaka.

Penulis: (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *