Home » Berita Terpopuler » Petani Padi Sawah Di Sultra Keluhkan Kelangkaan Pupuk
ilustrasi
ilustrasi

Petani Padi Sawah Di Sultra Keluhkan Kelangkaan Pupuk

KONAWE, MYSULTRA.COM – Para petani padi sawah di Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah lebih satu setengah tahun terahir ii mengeluhkan kelangkaan pupuk hingga menyebabkan produksi padi merka sangat rendah. Hal ini terjai karena terbatasnya ketersediaan pupuk subsidi yang disedikan oleh pemerintah pusat.

Masalah ini dikeluhkan para petani kepada Hugua, mantan Bupati Wakatobi ketika melakukan blusukan di Kencamatan Labunya Kabpaten Konawe pekal lalu guna mensosialisasikan dirinya sebagai bakal calon gubernur Sultra periode 2018-2023 bersama Litanto, bakal calon bupati Konawe ahir Agustus lalu seperti yang disampaikan dalam keteran persnya secara tertulis kepada mysultra.com Sabtu (02/09/2017)

Menurut Hugua,  rata – rata petani sawah mengeluhkan kelangkaan pupuk dan buruknya jalan usaha tani dan jalan produksi ke pasar .Umumnya produksi sawah hanya dapat menghasilkan sekitar 2 ton gabah perhektar karena kekurangan pupuk yang jika pupuknya sempurnah dan pemeliharaanya maksimal maka dapat mencapai 10 Ton perhektar “ ungkap Hugua
Hugua dalam kunjunganya beberapa Kabupten mengaku  menemukan kelangkaan pupuk dan itu sudah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun ini .

Kabupaten yang mengalami kelangaan pupuk  antara lain adalah Konsel, Konut, Koltim , Konawe dan Juga Kabupten Buton . Kelangkaan pupuk ini menurut Hugua disebabkan oleh keterbatasan kemampuan Pemerintah Pusat untuk menyediakan pupuk subsidi yang tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat .

Disamping masalah tersebut juga berkaitan dengan masalah tata niaga dan masalah mekanisme penyaluran pupuk dari pemerintah ke kelompok tani dan ke petani . Selain itu, masalah tersebut juga lanjut Hugua kelangkaan pupuk non subsidi karena tokoh pertanian tidak menjual pupuk non subsidi lagi berkaitan dengan sistem tata niaga pupuk tersebut .

Hugua yang kini masih menjabat  sebagai Koordinator APKASI Sultra, menyatakan bahwa mestinya kelangkaan pupuk ini tidak hanya diserahkan kepada pemerintah pusat tapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, baik dalam menyediakan subsidi , penyempurnaan tata niaganya dan juga mekanisme penyaluran pupuk ke tingkat petani biar lebih sederhana dan transparan imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut Hugua bergabung dengan rombongan H. Litanto – Hj Murni calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe periode ( 2018 – 2023) dan bertatap muka dengan sejumlah 400 orang perwakilan masyarakat desa Watarema , Waworaha dan Desa Amberi Kecamatan Lambuya . Dalam tatap muka tersebut mengemuka usulan masyarakat yang antara lain ; Pupuk bersubsidi, Jalan Usaha Tani dan Jalan Produksi, lapangan kerja khusunya buat generasi muda , listerik , air bersih dan Tenaga Penyuluh Pertanian.

Baik Hugua Cagub Sultra dan Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Konawe Litanto – Murni (Berlian Murni) sepakat untuk memprioritaskan usulan masyarakat tersebut dalam APBD Propinsi Sultra dan APBD Kabupaten Konawe jika masing masing tetpilih (*/Ican)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

ilustrasi kekerasan pers

Iwo Banten Kecam Aksi Kekerasan Politi Terhadap Wartawan

SERANG – MYSULTRA.COM – Aksi kekerasan polisi terhadap wartawan yang sedang bertugas kembali terjadi di ...

Industri kreatif

Perindag Sultra Terus Tingkatkan Daya Saing Produk Kreatif Lokal

KENDARI, MYSULTRA.COM –Dinas Perindag Sulawesi Tenggara (Sultra)  terus meningkatkan daya saing produk  kreatif  lokal agar mampu bersaing di ...