Home » Berita Terpopuler » Petani Kakao Diminta Tidak Menebang Tanamannya

Petani Kakao Diminta Tidak Menebang Tanamannya

Kolaka,mysultra.com

Petani kakao kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara diminta untuk tidak menebang tanaman mereka dan menganti tanaman lainnya.
“‎Sampai hari ini Pemerintah Daerah belum memberikan rekomendasi tuk menebang pohon coklat,” kata Ahmad Safei pada acara pembukaan pelatihan petani kakao di dusun Watutebongga Kelurahan Induha yang masih terpencil dan medan yang sulit, sabtu (22/8/2015).
‎Menurut Safei, meskipun banyak keluhan masyarakat dengan kondisi tanaman kakao saat ini yang terkena penyakit, baik penyakit buah maupun batang, tidak berarti tanaman kakao harus dimusnahkan, tapi hendaknya dipelihara dan ditambah jumlahnya, sebab tanaman kakao pernah membuat harum nama Kolaka karena banyak yang membawa petani naik haji, bangun rumah dan beli mobil.
Karena itu, Bupati menyarankan supaya petani melakukan didersifikasi, dimana dalam satu lahan tanamannya tidak terfokus pada satu tanaman misalnya cengkih atau coklat, tapi harus dibagi dengan tanaman coklat, cengkih dan pala, sehingga ketika salah satu tanaman harganya naik petani tidak binggung.
Terkait pemberian upah kerja pada petani kakao, Bupati mengungkapkan bahwa itu merupakan bagian dari pemberian kesejahteraan pada masyarakat. Pemerintah saat ini sangat memperhatikan petani karena belum bekerja sudah diupah dan yang dikerjakan lahannya sendiri.
Sementara Kadis Pertanian Kolaka, H Bahrun Hanise mengungkapkan, dalam menjalankan program peningkatan produksi tanaman kakao yang berkelanjutan, dinas pertanian memberikan upah kerja melalui APBN untuk petani yang tanaman kakaonya terkena peremajaan dan sambung samping sebesar Rp 5.063.000.000 atau Rp 750 ribu per hektar. Juga dilakukan pelatihan pada 5.175 petani. Pemberian bantuan handsprayer atau tangki semprot 890 unit, pupuk 1.777.000 kg, fungisida 12.200 liter, gergaji pangkas 2 ribu unit dan gunting pangkas 4200 unit.
 
Adapun luas lahan kakao kabupaten Kolaka tahun 2014 yakni 29.166,76 ha, produksi pertahun 9.760,38 ton, produktivitas per hektar 592 dan jumlah petani kakao sebanyak 21.149 kepala keluarga.
 
Bahrun mengungkapkan bahwa pada dasarnya kakao menjadi perhatian pemerintah sebab kakao merupakan produksi ekspor. Beda dengan cengkih yang produksinya hanya dalam negeri melalui perusahaan rokok. ‎
Pada acara itu, Bupati bersama pimpinan DPRD Kolaka dan forum koordinasi pimpinan daerah menyerahkan bantuan sarana produksi kegiatan peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan berkelanjutan tahun 2015, serta melakukan peremajaan tanaman kakao. (A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *