Home » Headline » Persyataan Sikap PWI Pusat Soal Teror Bom
Ilustrasi Bom Bunuh Diri

Persyataan Sikap PWI Pusat Soal Teror Bom

Sehubungan dengan aksi terorisme dan pemberitaan pers tentang tindak teorisme tersebut, dengan ini PWI Pusat menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Meminta kepada  seluruh pers nasional, khususnya anggota PWI, agar dalam membuat atau  menyiarkan  berita tentang tindak terorisme, memahami benar tindakan itu bukanlah pelaksanaan dari faham sebuah agama tertentu. Tindakan terorisme adalah  kejahatan berat terhadap kemanusiaan yang dibenci dan ditentang oleh semua agama di Indonesia. Dengan demikian, pemberitaan tentang tindak terorisme  tidak boleh dikaitkan dengan streotipe agama tertentu.

2. Kepada seluruh pers nasional, khususnya kepada anggota PWI, dalam membuat atau menyiarkan  tindak terorisme  juga memperhatikan dampak-dampak yang ditimbulkan dari pemberitaaan  tersebut. Termasuk dampak sosial-budaya maupun dampak  pemberantasan terorisme.  Walaupun merupakan fakta, tetapi unsur sadisme, pelanggaran terhadap hak-hak anak dan kesengajaan  framing yang diciptakan oleh teroris untuk mendukung gerakan teroisme,  tetap perlu dipertimbangkan untuk tidak dibuat atau disiarkan. Kepentingan publik harus menjadi pertama dan utama dalam mempertimbangkan perlu atau tidaknya suatu berita disiarkan

3. PWI tidak henti-hentinya secara terus menerus mengingatkan agar para wartawan atau pers nasional dalam membuat atau menyiarkan berita harus selalu berpegang teguh kepada Kode Etik Jurnalistrik.

4. PWI memahami keinginan revisi  UU  No 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme  segera disahkan. Namun   PWI dengan tegas mengingatkan agar UU  tersebut harus tetap dalam koridor demokrasi dan menjaga  kemerdekaan pers. Revisi UU  No 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme  tidak boleh mereduksi  kemerdekaan pers, apalagi sampai membuat kemerdekaan pers terbelengu.

5. Revisi UU  No 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme  harus   tetap dalam jalur demokrasi dan menjamin kebebasan menyatakan pendapat, termasuk menjalankan perintah agama.  Revisi UU  No 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme  harus mencegah dan memberantas tindak terorisme sedini mungkin, namun tidak boleh memberikan cek kosong kepada penguasa untuk melanggar HAM. Untuk itu, PWI mengingatkan, terorisme perlu diberantas sampai akar-akarnya, tetapi agar  jangan sampai memadamkan tindak terorisme dengan cara yang mirip tindak terorisme juga.

Jakarta, 15 Mei 2018
Pengurus  PWI Pusat


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Astro-Maxis-Palu pix

Astro dan Maxis Galang Dana Bantuan untuk Korban Tsunami di Sulawesi

 Menanggapi inisiasi Perdana Menteri Malaysia, YAB Tun Dr Mahathir Bin Mohamad untuk negara-negara di ASEAN untuk ...