Home » Baubau » Penerbangan Baubau-Ambon, Impian Lama Yang Terwujud
Garugda Baubau-Ambon

Penerbangan Baubau-Ambon, Impian Lama Yang Terwujud

KENDARI, MYSULTRA.COM – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Rabu (07/03/2018) memulai merintis penerbangan perdanaya rute Baubau (Sulawesi Tenggara) – Ambon (Maluku).  Rute baru ini akan dilayani dua kali seminggu yakni setiap hari Rabu dan Minggu. Inilah rute yang sejak lama dinanti nantikan oleh masyarakat khususnya kedua wilayah tersebut.

Sejak zaman penjajahan masyarakat berasal dari Sulawesi bagian Tenggara telah melalang buana di Maluku dengan menggunakan angkutan laut tradisionel perahu lambo menantang  laut banda hingga berminggu minggu.

Saat ini  puluhan ribu masyarakat yang berasal dari Pulau Bauton, Pulau Muna, Pulau Kabaena Sulawesi Tenggara telah menetap di Maluku. Jika dahulu kala mereka merantau ke Maluku untuk bertani dan berdagang, kini bahkan sudah banyak yang bekerja di pemerintahan sebagai PNS. Orang Buton di Maluku mudah ditemukan disegala tempat dan profesi mulai dari petani, buruh, eksekutif dan legislatif.

Gubernur Sulawesi Tenggara Drs H La Ode Kaimoeddin (1992-2002) dalam suatu kesempatan pernah menyatakan keinginannya mengenai perlunya membuka rute penerbangan Kendari – Ambon sebab banyak penduduk Maluku yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Waktu itu belum ada Bandara Betoambari, Baubau.

Baubau sendiri sejak dahulu kala telah berfungsi sebagai titik simpul perhubungan laut kawasan Timur dan kawasan Barat Indonesia. Jika dahulu kala menggunakan kapal tanpa mesin, berkembang dengan kapal bermesin. Sejak tahun 90-an telah dilayani Kapal PELNI. Kini Pembangunan Sektor Taransportasi pada rute Baubau-Ambon  telah memasuki era baru yakni dengan menggunakan pesawat terbang.

Adalah Pj Walikota Baubau yang juga Kepala Dinas Perhubungan Sultra , Hado Hasima  yang mewujudkan mimpi tersebut. Dengan adanya rute peberbangan Baubau-Ambon, kata Hado masyarakat akan bertambah pilihan. Jika melalui kapal PELNI memakan waktu kurang lebih sehari semalam, maka dengan pesawat terbang hanya membtuhkan waktu 1 jam 50 menit.

Hado berharap dengan terobosan baru ini dapat memperlancar arus orang, barang dan jasa di wilayah tersebut sekaligus mendorong pembangunan sektor pawaisata. (Ican/Dir)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Bupati dan Wal Bupati Busel

Mendagri Tunjuk La Ode Arusani Sebagai PLT Bupati Busel

KENDARI, MYSULTRA.COM -Menteri Dalan Negeri Tjahyo Kumolo akhirnya menunjuk La Oe Arusani, Wakil Bupati Buton ...

Bupati Buton Selatan Agus Faisal

Bupati Buton Selatan Ditangkap KPK

BATAUGA, MYSULTRA.COM – Bupati Buton Selatan  (Busel) Agus Faisal Hidayat ditangkap KPK melalui Opersi Tangkap ...