Home » Headline » Pembuatan Rumah Adat Tolaki (Laika Aha) Mulai di Rampungkan
Wakil Bupati Konawe, Parinringi,SE yang di dampingi oleh perwakilan Anggota DPRD Konawe beserta Kepala SKPD Lingkup Konawe saat bersamaan mengangkat tiang Rumah Adat Tolaki (Laika Aha) di Kompleks Koburu Mokole Lakidende.
Wakil Bupati Konawe, Parinringi,SE yang di dampingi oleh perwakilan Anggota DPRD Konawe beserta Kepala SKPD Lingkup Konawe saat bersamaan mengangkat tiang Rumah Adat Tolaki (Laika Aha) di Kompleks Koburu Mokole Lakidende.

Pembuatan Rumah Adat Tolaki (Laika Aha) Mulai di Rampungkan

UNAAHA, MY SULTRA.COM – Rumah Adat Tolaki (Laika Aha) yang terletak di kompleks Koburuuha Mokole Lakidende, di Kelurahan Rahabangga Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dirampungkan, terlihat saat Wakil Bupati Konawe Parinringi bersama seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menghadiri acara pemasangan tiang rumah adat tersebut, Senin (7/12/2015).

Saat menyampaikan sambutannya, Parinringi menjelaskan, rumah adat tersebut sebelumnya sudah pernah digagas oleh ketua Latkom Konawe Lukman Abunawas pada akhir maja jabatannya periode kedua sebagai Bupati Konawe, untuk membuat miniatur (Laika aha) sebagai situs atau pradaban suku tolaki yang ada di Sultra.

“Maka dari itu sejak tahun pertama  terpilihnya Kery Saipul Konggoasa sebagai bupati Konawe dan saya wakilnya (Parinringi) saat penyusunan RPJMD yang dibuat oleh bapeda konawe program perisai, sudah tertuang masalah kebudayaan, dimana dalah satu poinnya adalah menjadikan konawe sebagai pradaban suku tolaki di daratan sultra,
sehingga kami bersama dinas parawisata dan dinas pendidikan berinisiatif membuat dan merealisasikan rumah adat (laika aha) tersebut,” ungkapnya.

Tidak hanya itu dirinya juga meminta bantuan atau pendampingan dari Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, yaitu meminta salah satu dosen budaya yang kebetulan juga putra daerah Konawe basrin melamba, mengkaji proses pembuatan laika aha tetsebut, bahkan kata dia, direspon jugoleh rektor Unhalu.

“Setelah membangun komunikasi bersama rektor unhalu digagaslah kegiatan tersebut untuk melakukan pendekatan akademis, karena kita harapkan kedepan anak cucu kita tidak ada perdebatan dihari kemudian, nantinya akan ada juga buku yang diterbitkan sebagai pedoman kedepan, bahkan untuk mengambil reperensi kami bersama beberapa orang kepala SKPD berkunjung ke belanda,” jelasnya.

Kadis Parawita, Ujung Lasandara menambahkan, dalam proses pembuatan tiang rangkan rumah adat tersebut mengalami banyak kendala, pasalnya kayu yang digunakan yaitu kayu besi, beruntung Kadis Kehutanan Konawe dapat berupaya untuk memyiapkan kebutuhan bangunan tersebut sehingga dapat didirikan, bahkan ia meminta untuk penambahan kayu buat dinding dan lantai.

“Sesuai arahan atap yang akan digunakan harus menggunakan sirap dan sirap itu tidak bisa ditemukan di wilayah konawe, kemungkinan kami akan pesan dari luar sultra yaitu daerah kalimantan, sehingga rumah adat tetsebut jika dilihat secara kasat mata bisa terkesan didirikan pada saman dahulu kala,” ujarnya.

Penulis : (Rido)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *