Home » Headline » Oknum Anggota DPRD Konawe Bakal di Jemput Paksa

Oknum Anggota DPRD Konawe Bakal di Jemput Paksa

UNAAHA, MY SULTRA.COM – Salah satu dari 30 anggota Dewan Perwakila Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra), kemungkinan besar bakal ada yang di jemput paksa oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Konawe. Pasalnya oknum anggota DPRD ini yang bernisial (GS) terlibat kasus penjualan tanah milik masyarakat Kec.Wonggeduku Konawe, kepada perusahaan sawit.

Hingga saat ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, namun polisi belum menemukan bukti kuat untuk menjerat (GS) sebagai penanggung jawab penjualan tanah tersebut, (GS) juga tidak pernah menghadiri panggilan penyidik.

Kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi menjelaskan, kasus tersebut bakal menjadi prioritas reskrim untuk dituntaskan tahun ini. Karena sejumlah saksi telah memenuhi panggilan penyidik.

“Sudah ada puluhan saksi yang dimintai keterangan, tapi untuk terlapor yakni GS sendiri belum menghadiri panggilan kita, padahal beberapa waktu lalu kita sudah layangkan panggilan, tapi tidak ada tanggapan dari terlapor,” ujarnya.

Jemi menjelaskan, karena (GS) tidak menghadiri panggilan pertama, pihaknya bakal kembali melayangkan panggilan kedua. Jika pangggilan kedua pun tidak dihadiri dan dinilai tidak kooperatif, maka sesuai ketentuan, penyidik dapat menerbitkan surat pemanggilan ketiga dengan upaya paksa.

“Kita tetap berkoordinasi dengan yang bersangkutan agar tetap memenuhi panggilan penyidik. Tapi kalau dia tidak datang panggilan kedua ini, kemungkinan kami akan jemput paksa,” tegasnya

Sebenarnya kata Jemi, Permasalahan ini sudah empat kali di mediasi oleh pemerintah kecamatan, tapi tidak pernah ada solusi. Tanah seluas 100 hektar eks lahan transmigrasi telah dijual pada perusahaan sawit sebanyak Rp 100 juta, padahal sebelumnya tanah tersebut sebelumnya pernah dijual kepada masyarakat.

Sebelum perusahaan kelapat sawit ini masuk menanam saham di Kecamatan Wonggeduku, tanah tersebut sudah terlebih dahulu di jual kepada masyarakat, sedangkan transaksi jual belinya saat itu terjadi di rujab camat Wonggeduku, bahkan disaksikan sendiri oleh Camat Wonggeduku Firdaus P Raha saat itu.

“Mereka tidak bisa mengelak untuk tidak mengakui penjualan tanah itu, karena saya masih simpan bukti jual beli, bahkan bukti penjualan tanah itu kepada masyarakat mereka  bersama rekannya ikut bertanda tangan sebagai saksi,” jelasnya.

Penulis: Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *