Home » Berita Terpopuler » Nur Alam : Rencana Pengosongan Tahura Murhum Sudah final
berita_167792_800x600_GubernurSultraNurAlam21Mei2015

Nur Alam : Rencana Pengosongan Tahura Murhum Sudah final

Kendari – MySultra.Com

“Rencana  pemerintah mengosongkan Taman Hutan Raya (Tahura red) Murhum sebagai kawasan hutan Konservasi, sudah  final, tinggal menunggu momen tepat untuk dilakukan tindakan keras, jika warga masih bertahan,” Ucap tegas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra),Nur Alam, menjawab pertanyaan wartawan  Kamis (21/5/2015) menanggapi penolakan warga yang bermukim di kawasan tersebut untuk direlokasi..

Nur Alam mengatakan, pemerintah masih memberikan kesempatan kepada warga hingga akhir Mei 2015, untuk meninggalkan lokasi kawasan hutan tersebut, karena telah melanggar aturan perundang-undangan berlaku.

Lebih lanjut Gubernur Nur Alam, sejak bertahun-tahun, pemerintah Provinsi bersama pemerintah kota kendari dan segenap muspida, telah berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga untuk segera mengosongan kawasan Hutan Konservasi  Tahura Murhum, namun tidak ditanggapi.

“Pemerintah tidak akan bertangungjawab, jika warga tidak taat dengan aturan perundang-undangan, karena proses hukum tetap berjalan,” Tegasnya.

Seperti diberitanan sebelumnya,Ratusan Kepala Keluarga yang bermukim di kawasan pegunungan Nipa-Nipa sebagai Taman Hutan Raya (Tahura) Murhum, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak untuk direlokasi (dipindahkan) di tempat lain sebelum pemerintah  menyiapkan lokasi, membangunkan rumah lengkap dengan listrik,air, sarana pendidikan dan sarana ibadah.

Penolakan tersebut mereka   sampaikan ketika melakukan dialog dengan Tim Penertiban Tahura Murhum yang dipimpin Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata di kantor Gubernur Sultra di Anduonohu, Kamis (21/05/2015).

“Kami menolak di relokasi sebelum pemerintah meyiapkan lokasi dan membangunkan rumah yang layak huni lengkap dengan listrik, sarana sosial seperti rumah ibadah dan sekolah. Kalau tidak kami akan bertahan sampai titik darah terahir” kata Budiman yangmengaku mewakili warga.

Menurut catatan Tim penertiban Tahura Murhum, terdapat 214 KK warga yag menduduki kawasan hutan lindung tersebut. Penghuni paling banyak terdapat di puncak yang masuk wilayah kelurahan Punggaloba. Selain membangun rumah, diantaranya malah ada yang berkebun. Meski kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai Tahura, namun warga nekat membangun rumah, malah ada yang merupakan rumah permanen  dan mendapat fasilitas listrik dari PLN dan membuka kebun.

Tahura Murhum di Kota Kendari termasuk  salah satu kawasan konservasi alam. Tahura Murhum berada diatas areal seluas 8.146 dengan ketinggian sekitar 500 meter diatas permukaan laut. Memiliki topografi datar, bukit dan gunung dengan kemiringan antara 20-40 persen.

 Menteri Kehutanan pada Tahun 1995, tepatnya 12 Juni telah menetapkan kawasan Pegunungan Nipa-Nipa sebagai  Tahura Murhum sesuai SK Menteri Kehutanan nomor 289/KPTS-11/95. Sebelumnya, Gubernur Sultra tahun 1993 telah menetapkan lebih dulu kawasan Nipa-nipa sebagai Tahura Murhum melalui surat keputusan nomor 808 Tahun 1993 tertanggal 6 Desember. Nama Murhum menggantikan nama Nipa-Nipa yang diambil dari nama Sultan Buton pertama.

Pemrov Sultra bersama Pemkot Kendari sejak beberapa tahun terakhir ini gencar melakukan sosialisasi untuk merelokasi warga yang bermukim di daerah tersebut.

Wagub Sultra, HM Saleh Lasata usai pertemuan tersebut, menjawab pertanyaan wartawan mengatakan Tim masih akan membahas untuk mencari solusi atas permintaan warga tersebut, namun dia mengisyaratkan bahwa yang pasti lokasi tersebut harus segera dikosongkan dari pemukiman sebab warga telah melanggar ketentuan dan perundangan yang berlaku.

Saat ini kata Saleh Lasata, pemerintah sudah menyiapkan lokasi dan akan mengupayakan bantuan sejauh tidak melanggar aturan. (Sudirman.D)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *