Home » Berita Terpopuler » Nur Alam Lakukan Pemancangan Perdana Pembangunan RSU Kolaka
Ketgam: Gubernur Sultra H Nur Alam, bersama Bupati Kolaka Ahmad Safei, Direktur Human Capital & CSR PT Antam (Persero) Tbk I Made Surata dan DPR RI Tina Nur Alam, memencet tombol serine yang menandai pemancangan perdana pembangunan RSU Kolaka. (Foto : Armin Arsyad/My Sultra.com

Nur Alam Lakukan Pemancangan Perdana Pembangunan RSU Kolaka

“Karena itu saya nekad memindahkan dengan modal awal Rp 20 milyar, meski sebagian anggota DPRD ‎protes dengan pembangunan RS Bahteramas,”

KOLAKA,MYSULTRA.COM– Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam melakukan ‎pemancangan perdana pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kolaka, di lokasi eks halo Sultra, Rabu (28/12/2016).

Bupati Kolaka H Ahmad Safei melaporkan, RSU Kolaka sangat didambakan masyarakat, sebab ketika ada masyarakat Kolaka yang sakit, selalu ‎dirujuk di Makassar atau di pulau Jawa, sementara sumber daya di Kolaka sudah mendukung, sebab untuk menanggulangi penyakit fasilitas harus memadai, apalagi di Kolaka saat ini terdapat 16 dokter spesialis.

Safei berharap sebelum masa jabatannya bersama Muh Jayadin selesai, RSU Kolaka sudah bisa digunakan, sehingga masyarkat tidak membawa lagi dananya keluar untuk berobat. Karena itu diminta doa masyarakat, serta dukungan dari Gubernur dan DPR RI supaya ada dikucurkan dana dari Pusat, terkhusus PT Antam disampaikan terima kasih atas hibah yang diberikan.

Sementara ‎Direktur Human Capital & CSR PT Antam (Persero) Tbk I Made Surata mengatakan, dengan dana CSR perusahaan,  Antam fokus pada program kesehatan dan pendidikan, tanpa melupakan yang lain dalam pengembangan masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan. PT Antam sepakat dan sejalan dengan harapan masyarakat, paling tidak ada  yang ditanamkan di Kolaka yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami bangga ikut berkontribusi meski nilainya kecil. Diharapkan pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai waktu, serta bermanfaat bagi masyarakat,” harap I Made Surata. ‎

‎Sementara Gubernur Nur Alam memberikan apresiasi atas pembangunan RSU Kolaka, sebab program itu dinilai sangat mulia, sebab menyiapkan sarana yang dapat menyembuhkan dan mengeksekusi orang sakit. Tapi diharapkan lebih banyak menyembuhkan.

‎Nur Alam mengaku satu tahun lalu sempat  berdiskusi dengan Bupati Kolaka, saat itu ditanya setelah halo Sultra apa yang akan dibuat ditempat itu, kemudian dijawab Bupati akan membangun RS. Saat itulah langsung disampaikan supaya segera melaksanakan niat itu, serta menghubungi PT Antam

“Jabatan bisa saja selesai, tapi maha karya selalu diingat masyarakat. Seandainya perubahan anggaran bisa dibahas, kami akan berikan hibah dana provinsi. Harus yakin terwujud sesuai maked bahkan melebihi yang ada,” harap Nur Alam.

Nur Alam teringat keberadaan RS Provinsi yang dibangun tahun ‎1973 yang saat itu hanya 16 tempat tidur. Pada saat dirinya menjadi Gubernur kedelapan, berani mengambil resiko dengan tekad meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memindahkan RS Provinsi dari Kemaraya ke Lepolepo, dengan nama RS Bahteramas.

Pemindahan RS Provinsi karena kondisinya sudah tidak layak dan kotor, dimana fasien yang masuk bukan tambah sehat, tapi tambah sakit. Begitupun dokternya lebih lebih banyak mengurus praktek di rumahnya dibanding mengurus RS.

“Karena itu saya nekad memindahkan dengan modal awal Rp 20 milyar, meski sebagian anggota DPRD ‎protes dengan pembangunan RS Bahteramas,” ungkapnya.

Saat ini RS Bahteramas setiap tahun rata-rata mendapat PAD puluhan milyar. Bahkan dengan keberadaan RS Bahteramas yang telah mendapat akreditasi bintang lima, menyebabkan Universitas Haluoleo dapat rekomendasi membuka fakultas kedokteran. Tidak menuntut kemungkinan, setelah selesai RSU Kolaka Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dapat izin membuka fakultas kedokteran.

Hadir pada acara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Sultra Tina Nur Alam, Anggota DPR RI Khaerul Saleh, Pimpinan DPRD Provinsi Sultra serta para pejabat Provinsi.

Penulis: (A Arsyad)

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...