Home » Berita Terpopuler » Namanya Mau Diganti, Inilah Karier Abunawas(Alm)
Lukman Abunawas, putera Abunawas
Lukman Abunawas, putera Abunawas

Namanya Mau Diganti, Inilah Karier Abunawas(Alm)

Kendari – MySultra.Com.

Nama Abunawas sudah sangat dikenal masyarakat Sulawesi Tenggara. Selain karena namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di kota Kendari, dua puteranya tercatat pernah menjadi Bupati/Walikota yakni Lukman Abunawas sebagai Bupati Konawe dan kini menjadi Sekda Prov Sultra. Dan Mashur Masie Abunawas sebagai Walikota Kendari.

Nama Abunawas kini kembali diperbincangkan menyusul  keinginan Walikota Kendari, Asrun, untuk mengganti nama Rumah Sakit Abunawas menjadi Rumah Sakit Umum Kota Kendari. Kontan saja ahli waris Abunawas protes. Bahkan ratusan massa dari Kabupaten Konawe beberapa hari lalu melakukan unjuk rasa di DPRD Kota Kendari memprotes kebijakan Walikota Asrun.

Siapakah sebenarnya Almarhum Abunawas ?. Almahrum Abunawas  merupakan salah seorang tokoh daerah Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra) semasa hidupnya. Pada 1949 – 1950, Almahrum diamanahkan menjabat sebagai Manteri Kabupaten di Buton, (Sul-Selra).

Jabatan manteri Kabupaten tersebut, saat ini setingkat Sekretaris Camat. Kemudian pada 1950 – 1951 almahrum menjabat sebagai Camat di Rumbia Kabupaten Buton (Sul- Selra).

Pada tahun 1951 – 1952 almahrum menjabat sebagai Asisten Wedana, setingkat Camat di kabupaten Kolaka (Sul-Selra), dan pada tahun 1952 – 1954 almahrum menjabat sebagai asisten Wedana di Kabupaten Muna (Sul-Selra).

Setelah dari kabupaten Muna, pada tahun 1954 – 1955 almahrum dipercaya menjabat asisten Wedana di Wawotobi (Sul-Selra), pada 1955 – 1959 almahrum Abunawas dipercaya menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) setingkat Bupati.

Pada 1960 – 1964 almahrum dipercaya menjabat asisten rescore, setingkat Asisten Sekda Provinsi yang secara bersamaan saat itu provinsi Sultra dibentuk.

Pada tahun 1964 – 1968 (Provinsi Sultra) almahrum menjabat Kepala Badan Pelaksana harian Kabupaten Kendari setingkat Wakil Bupati dan pada tahun 1968 – 1973 menjabat sebagai Bupati Kendari (Sultra) yang ke 2. Kemudian jabatan terakhir diembangnya pada  1973 – 1975 dipercaya menjabat sebagai Kepala Inpestorat wilayah Provinsi Sultra yang pertama. dan pada tahun itu Abunawas meninggal dunia sedang dalam tugas di Kabupaten Buton.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Lukman Abunawas yang tidak lain adalah putera Abunawas mengisahkan,, perjalanan karier orang tuanya mengandung makna 4 pilar atas pembentukan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kempat pilar dimaksud yakni, Kabupaten Kendari, Muna, Buton dan Kabupaten Kolaka.”Almahrum bapak saya sudah bertugas pada empat pilar ini, beliau juga salah satu tokoh pembentukan provinsi Sulawesi Tenggara,”cetusnya, Kamis (08/10/2015) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut dikatakan mantan Bupati Konawe dua periode ini, almahrum tamat di Sekolah Rakyat (SR) di Wawotobi, lalu lanjut di Mulo setingkat SMP di Makassar Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sul – Selra).

Usai di SR almahrum lanjut pada sekolah AMS setingkat SMA “Satu angkatan dengan mantan Pandam 14 Makassar, Andi Azis, Beliau satu kamar,”kenangnya.

Kemudian almhrum melanjutkan sekolah Belanda untuk Pamong Praja atau Madel Bascul (MBS), sekolah ini merupakan lanjutan dari SMA setingkat dengan Diploma Pemerintahan.

Menurutnya, ahli waris tentu keberatan jika nama Rumah Sakit (RS) Abunawas diubah karena ketokohannya tercatat.

“Bukan hanya di wilayah Sultra ketokohan almahrum bapak saya, tetapi juga di Sulawesi Selatan, sehingga merasa dihina jika ada perubahan nama RS Abunawas,”ungkapnya.

Dikatakan, jika alasan bahwa pemberian nama RS mesti orang yang berjazah pada bidang kesehatan, itu hal yang keliru, sebab banyak RS di beberapa daerah menggunakan nama, namun bukan tokoh yang berjasa dibidang kesehatan.

“Ini keliru dan politis, masih banyak masalah di Kota Kendari yang perlu dibenahi, salah satunya Tahura Murhum, dimana warga diberi fasilitas, dibangunkan sekolah, itu pelanggaran karena hutan lindung,”kata Lukman.

Akibat dari kekeliruan tersebut, walikota Kendari, Dr. Ir. Asrun dipolisikan. Ia dilaporkan atas penghinaan terhadap ahli waris Almahrum Abunawas.

Sebelumnya, Walikota Kendari, paska ribuan warga Kabupaten Konawe melakukan unjukrasa di gedung DPRD menolak perubahan nama RS mengatakan, tetap mengusulkan perubahan nama RS Abunawas menjadi RSUD Kota Kendari karena alasan mengembalikan penamaan tersebut berdasarkan perda nomor 17 tahun 2001 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Umum Kota Kendari.(Mas`ud)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *