Home » Berita Terpopuler » Mustika Rahim Bersyukur USN Jadi Negeri

Mustika Rahim Bersyukur USN Jadi Negeri

Penyerahan rekor MURI kepada Dr. Azhari selaku rektor Perguruan tinggi negeri termuda di Indonesia oleh senior Manager MURI, Paulus Pangka, serangkaian syukuran atas penegerian USN Kolaka.

MySultra – Kolaka

Penyerahan rekor MURI kepada Dr. Azhari selaku rektor Perguruan tinggi negeri termuda di Indonesia oleh senior Manager MURI, Paulus Pangka, serangkaian syukuran atas penegerian USN Kolaka.

Penyerahan rekor MURI kepada Dr. Azhari selaku rektor Perguruan tinggi negeri termuda di Indonesia oleh senior Manager MURI, Paulus Pangka, serangkaian syukuran atas penegerian USN Kolaka.

Mantan ketua Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) 19 November Kolaka, Dra. Hj. Mustika Rahim menyampaikan rasa syukurnya Universitas SembilanBelas November (USN) Kolaka telah berstatus negeri.

“Saya sangat bersyukur pada Allah SWT, karena STKIP yang berubah menjadi USN, akhirnya menjadi negeri dibawah kepemimpinan Dr. Azhari.”kata Hj. Mustika Rahim saat menghadiri acara syukuran penegerian USN Kolaka dan pemberian Rekor MURI Kepada Rektor USN, Dr. Azhari sebagai rektor PTN termuda di Indonesia, 17 Juli 2014 di kampus USN Kolaka.

Menurut mantan anggota DPR RI dari Golkar ini, sebagai senior dan mantan Ketua STKIP selama sepuluh tahun atau dua periode, sangat bersyukur dan bergembira atas penegerian USN Kolaka, sebab pada awalnya mereka membuat proposal terbentuknya perguruan tinggi di Kolaka saat memang niat awalnya adalah USN. Namun hal itu tidak direstuai oleh Kopertis wilayah IX Sulawesi, sehingga pada tahun 1984 keluar izin operasionalnya dengan nama STKIP 19 November Kolaka.

Sebagai Pembantu Dekan (PD) II saat awal berdirinya STKIP, dimana saat itu yang menjadi dekan adalah Djalante yang menjabat pembantu gubernur wilayah daratan, pemberian izin operasional STKIP dan bukan USN karena persyaratan tidak terpenuhi, diantaranya dosen tetap belum terpenuhi sebagaimana dipersyaratkan berdirinya sebuah Universitas.

“Memang pertama kami menginginkan USN. Tapi karena belum memenuhi menjadi universitas, maka diberikan oleh kopertis untuk sementara STKIP, tidak boleh lagsung universitas karena beberapa persyaratan belum terpenuhi, diantaranya harus memeiliki modal dan dosen tetap, sedangkan kami ini masih baru.”kata Mustika.

Ditanya persoalan tanah STKIP atau USN yang ada di Kecamatan Baula, Mustika Rahim dengan tegas mengatakan bahwa memang tanah tersebut milik STKIP yang diserahkan Pemda Kolaka oleh Bupati Kolaka saat itu H.S. Manomang dan H. Adel Berty selaku sekda pada awal berdirinya STKIP, dengan ketua STKIP pertama Djalante, selanjutnya setelah Djalante ada pelaksana ketua, selanjutnya dirinya menjabat ketua STKIP kurang lebih 10 tahun.

Seingatnya, tanah yang diberikan Pemda itu sangat luas dan surat-suratnya masih ada di Pemda Kolaka, dimana saat itu yang menjabat sebagai kepala bagian pemerintahan adalah Muis Madenuang. Adapun saat ini banyak yang mengklaim sebagai tanahnya itu hanyalah sebuah klaim, bahkan dirinya pernah menyarankan kepada rektor USN, Dr. Azhari supaya segera menangani tanah STKIP di Baula dan dirinya siap menjadi saksi.

“Saya pernah sampaikan kepada Pak Azhari supaya tolong ditangani (tanah di Baula) dan saya siap jadi saksi. Saat itu saya menjadi pembantu ketua dan memang tanah itu diserahkan pemerintah yang merupakan tanah negara yang diberikan pada STKIP.”kata Mustika Rahim. (Armin)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *