Home » Berita Terpopuler » Muhammad Rusli Diduga Palsukan SK PNS

Muhammad Rusli Diduga Palsukan SK PNS

Kepala BKD Kolaka H Yahya Darise

Kolaka-MySultra.com

Muhammad Rusli diduga melakukan pemalsuan keputusan Bupati Kolaka, nomor 813/015/2015 tentang pengangkatan tenaga kerja honorer kategori II menjadi calon PNS lingkup Pemda kabupaten Kolaka.

Berdasarkan SK bodong yang dibuat atas nama Muhammad Rusli, dengan pendidikan SMU IPA tahun 2002, golongan IIa masa kerja golongan 9 tahun, 11 bulan unit kerja kecamatan Poli-Polia, sangat jelas dilakukan rekayasa ‎meskipun penetapan SK tersebut sama yakni ditetapkan di Kolaka, 30 Januari 2015 oleh Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei, tapi tanda tangan sekab Kolaka, Drs.H. Poitu Murtopo,MSi untuk petikan sesuai dengan aslinya, sepertinya di scand.

Terhadap SK PNS palsu atas nama Muhammad Rusli, Plt. Kepala BKD Kolaka, H. Yahya Darise ditemui, selasa (19/5) mengungkapkan, ‎berdasarkan SK kolektif yang dikeluarkan oleh BKD kepada 435 orang K2 yang dinyatakan lulus, tidak ada nama Muhammad Rusli, sehingga tidak ada alasan untuk membayarkan gajinya.

“PPK kecamatan Poli-Polia perna datang pertanyakan keberadaan Muhammad Rusli, kami sampaikan bahwa gajinya tidak bisa di ampra. Kalau mereka bayarkan mereka tanggung sendiri.”katanya.

Menurut Yahya pihaknya tidak bisa memanggil Muhammad Rusli karena sudah berada di kabupaten Kolaka Timur. Namun dari pengamatannya, tandatangan Sekda di SK tersebut jelas di scand.

“Kalau mau tahu siapa yang bikin itu SK, tanya yang bersangkutan. Yang jelas nama Muhammad Rusli tidak ada pada daftar K2 yang lulus kemarin.”kata Yahya Darise.

Ditempat terpisah Kabid Pengembangan BKD Kolaka, Supandi mengungkapkan bahwa SK atas nama Muhammad Rusli merupakan SK palsu atau rekayasa. Dalam SK Muhammad Rusli tertulis nomor AG-27404000158. Berdasarkan SK kolektif K2, ternyata nomor tersebut merupakan nomor AG Hadija guru SDN 2 Lamoare. Begitupun nomor urut SK bodong Muhammad Rusli yakni 274, ternyata nomor itu milik Bahtiar unit kerja kecamatan Ladongi.

“Memang kalau dilihat sepintas asli. Tapi ketika kita ‎perhatikan dengan baik-baik dengan membandingkan SK asli yang kolektif, maka sangat jelas SK ini palsu. Lihat saja NIP nya hurufnya besar dibanding huruf lainnya. Kemungkinan NIP ini ditempel. Begitupun nomor AG dan nomor urut milik orang lain.”kata Supandi sambil memperlihatkan foto copy SK palsu milik Muhammad Rusli dan SK kolektif yang dikeluarkan pada 435 K2 yang lulus.

Menurut Supandi, adanya SK Muhammad Rusli yang bertugas di unit kerja kecamatan Poli-Polia merupakan laporan dari honorer K2 yang bertugas di Poli-Polia dan tidak lulus. Mereka melaporkan Muhammad Rusli yang selama ini tidak perna mengabdi di kecamatan Poli-Polia tapi lulus. Begitupun ada surat dari LSM yang masuk ke BKD Kolaka yang menyampaikan ada lima orang yang memiliki SK bodong seperti yang dimiliki Muhammad Rusli.

“Kami juga sebelumnya sudah menyurati Pemda Koltim, terkait SK kolektif honorer K2 yang lulus, sehingga mereka mengetahui siapa yang asli dan palsu.”ungkap Supandi. (A Arsyad)

 

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *