Home » Headline » Minta Keadilan Keluarga Songkeng Kuasai Jalan Masuk Bandara
Ahli waris Songkeng Daeng Masikki menguasai jalan masuk bandara Sangia Nibandera meski hanya sesaat, demi meminta kejelasan hak mereka.
Ahli waris Songkeng Daeng Masikki menguasai jalan masuk bandara Sangia Nibandera meski hanya sesaat, demi meminta kejelasan hak mereka.

Minta Keadilan Keluarga Songkeng Kuasai Jalan Masuk Bandara

Demi meminta keadilan tanah mereka yang belum terbayarkan, keluarga ahli waris Songkeng Daeng Masikki menguasai jalan masuk Bandara Sangia Nibandera Kolaka yang diklaim tanah mereka, minggu (‎8/5/2016).
Bermodal kayu palang dan spanduk bertuliskan “Maaf, kami tidak bermaksud menghalangi, tapi kami menuntut hak ganti rugi kintal (lokasi) kami yang belum dibayarkan hingga saat. Ini dan telah digunakan oleh pemda kolaka selama 9 tahun”, ‎puluhan keluarga Songkeng langsung menguasai jalan masuk bandara dengan palang, meski hanya berjalan beberapa menit.
Dalam orasinya Wandy menegaskan, ‎aksi yang mereka lakukan semata untuk meminta klarifikasi pada Pemda Kolaka, terkait ganti rugi tanah mereka dengan sertifikat nomor 273/1983 atas nama Songkeng Dg Masikki seluas 2 ha, yang sudah dikuasai Pemda selama 9 tahun untuk digunakan jalan masuk.
“Aksi damai yang kami lakukan bukan bertujuan menganggu masyarakat yang akan menggunakan pintu masuk ke bandara. Tapi semata-mata meminta Pemda supaya secepatnya menyelesaikan masalah kami,” ungkapnya.
Wandy mengaku kecewa karena sudah 2 kali dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kolaka tapi tidak ada penyelesaian, pada hal dalam RDP terungkap kalau tanah mereka yang bersertifikat belum pernah dibayarkan, dibuktikan dengan tidak bisanya Pemda memperlihatkan bukti pembayaran. Begitupun sudah dua kali bersurat ke Pemda tapi tidak pernah dibalas, bahkan ketika bertemu dengan bupati juga tidak disampaikan kapan hak mereka bisa terbayarkan.
“Jika tidak ada juga kejelasan, kami akan. menutup secara permanen akses pintu masuk bandara‎ Sangia Nibandera ini. Silahkan cari lahan lain,” tegas Wandy.
Awalnya Wandy cs akan memalang dua jalur masuk bandara dalam waktu lama. Namun tidak diizinkan personil Polres Kolaka yang jumlahnya lebih banyak demonstran, ditambah beberapa personil TNI AD dan personil Satpol PP. Namun untuk tidak mengecewakan, setelah dilakukan negosiasi, Kapolsek Pomalaa AKP Bahtiar Thayeb hanya mengizinkan mereka memalang pintu masuk selama dua menit, setelah itu mereka bergeser tanpa menghalangi lalulintas kendaraan yang keluar masuk bandara.
Wandy cs ‎baru meninggalkan lokasi setelah Kasatpol PP Marsukat Riadi mewakili Pemda menyampaikan bahwa masalah tanah Songkeng, akan dibicarakan di kantor Pemda Kolaka yang dipimpin langsung Bupati tanggal (12/5/2016). (A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *