Home » Berita Terpopuler » Mepae-pae Tomekongga Bakal Dijadikan Kalender Tahunan dan Mulok
  • PEMBUKAAN FESTIVAL MEPAE-PAE BUMI MEKONGGA DITANDAI PEMUKULAN GONG

    Bupati kolaka, H. Ahmad Safei didampingi wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin dan Bokeo Mekongga Khaerun dahlan saat membuka Festival Mepae-pae Bumi Mekongga ditandai Pemukulan Gong

  • PERMAINAN MEBELE

    Ibu-Ibu Asyik Memainkan Permainan Mebele Atau Permainan Dari Tempurung Kelapa Yang Selalu Mereka Mainkan Sewaktu Kecil

  • Doa Masyarakat Kolaka di Ijaba

    Klick Gambar untuk membaca selengkapnya.

Mepae-pae Tomekongga Bakal Dijadikan Kalender Tahunan dan Mulok

Kolaka,mysultra

Mepae-pae Tomekongga ‎atau permainan suku Mekongga akan dijadikan kegiatan tahunan dan muatan lokal bagi siswa Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Kolaka.

Instruksi Bupati Kolaka H. Ahmad Safei kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menjadikan mepae-pae (permainan) bumi Mekongga agenda tahunan, serta dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) menjadi Mulok, pada saat membuka festival mepae-pae bum Mekongga yang dilaksanakan ‎barisan peduli budaya wonua Mekongga kelurahan Silea, minggu (1/11/2015).

“Kepada dinas pariwisata yang menangani budaya untuk merespon dan memasukan kegiatan ini, agar bisa terlaksana minimal sekali setahun. Begitupun kepada Dikmudora supaya menindaklanjuti dan memasukan dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal. Ini demi pembangunan budaya di Kolaka,” kata Bupati Ahmad Safei.

Menurut Safei, mepae-pae ‎merupakan kegiatan yang sudah dilupakan, pada hal ini merupakan permainan semasa kecil. Karena itu apa yang dilakukan barisan budaya sangat luar biasa. Sebagai pemerintah Bupati mengaku bangga meski kegiatan dilaksanakan dengan sederhana, tapi makna yang terkandung didalamnya sangat luar biasa.

“Ini harus diberikan dukungan. Di hari-hari mendatang hendaknya dilakukan dengan lebih besar dan modern,” harapnya.

Ketua dewan adat kerajaan yang juga wakil bupati kolaka Muhammad Jayadin mengungkapkan, sudah menjelang setengah abad usianya, baru kali ini menyaksikan dilaksanakan festival mepae-pae. Memang banyak kegiatan budaya yang telah dilaksanakan, tapi menampilkan lomba mepae-pae yang merupakan permainan semasa kecil, seperti mebaguli, suke, Tinggo dan lainnya baru kali ini dilaksanakan.

“Budaya ini menjadi kebanggaan kita semua. Diharapkan festival ini menjadi permulaan kebangkitan dalam membesarkan dan mengangkat budaya,” katanya.

Jayadin berharap kedepan akan dilaksanakan festival mepae-pae yang lebih besar lagi dan melibatkan semua etnis yang ada di bumi Mekongga.

 Adapun bokeo Mekongga H Khaerun Dahlan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan festival mepae-pae yang dilaksanakan pemuda Silea, sebab sudah sekian lama kegiatan ini tidak pernah lagi dimainkan. Diharapkan kedepan, semua desa/kelurahan yang ada di kabupaten Kolaka supaya melaksanakan, sebab pelestarian budaya memerlukan kepedulian semua pihak, khususnya generasi muda.

Sementara ketua panitia festival Ramadhan melaporkan, permainan tradisional erat kaitannya dengan perkembangan budaya masyarakat setempat. Permainan tradisional memperlihatkan adanya fungsi penyampaian budaya, sebab biasanya permainan berasal dari generasi sebelumnya. Dengan kondisi modernitas saat ini, permainan zaman dulu seakan dilupakan dan beralih pada permainan game dan semacamnya. “Permainan generasi terdahulu hampir tidak bisa lagi ditemui saat ini,” ungkapnya.

Adapun permainan yang dilombakan adalah Metinggo (Engrang), Mehule (Gasing), Mebaguli (Kelereng dari biji kemiri), Mebanga (Permainan dari tempurung kelapa), Mebele (Permainan dari tempurung kelapa), Mesuke (Permainan cungkil dan pukul dari pelapah sagu). Selain itu akan dilaksanakan pembacaan Sumpah Pemuda dengan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Suku Mekongga, pegelaran tari tradisional yakni tari umoara, lulo Sangia, lulo Ngganda, lulo Anggo dan lulo biasa, serta ditampilkan pembacaan sumpah pemuda dua bahasa yakni Mekongga dan bahasa Indonesia.

 Mepae-pae menjadi menarik karena pada saat mebele dilakukan oleh ibu-ibu. Sementara wabup tidak mau ketinggalan ikut Mehule bersama Rasyid Puteh dan lurah Silea Tasrim.

(A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *