Home » Headline » Menteri Pertanian Panen Raya Padi di Tosiba
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaeman bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bahtiar, Bupati Kolaka Ahmad Safei dan beberapa pejabat melakukan panen raya padi sawah di kelurahan Tosiba kecamatan Samaturu.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaeman bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bahtiar, Bupati Kolaka Ahmad Safei dan beberapa pejabat melakukan panen raya padi sawah di kelurahan Tosiba kecamatan Samaturu.

Menteri Pertanian Panen Raya Padi di Tosiba

Kolaka,mysultra.com

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, DR.H. Andi Amran Sulaeman dan Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bahtiar, melakukan panen raya padi sawah di Kelurahan Tosiba Kecamatan Samaturu, Sabtu (24/10/2015).

Bupati Kolaka Ahmad Safei menyampaikan bahwa kehadiran Mentan menjadi anugerah bagi masyarakat Kolaka, sekaligus menjadi motivasi dan penyemangat dalam bekerja membangun pertanian di bumi Mekongga Kolaka.

Menurut mantan Safei, ‎Kabupaten Kolaka merupakan salah satu penghasilan beras di Sultra, dengan luas lahan sawah mencapai 11.219 ha, dengan realisasi tanam pada periode oktober 2014 hingga maret 2015 seluas 10.431 ha, luas panen 7.272 ha. Realisasi tanam periode April-September 2015 adalah 9.308 ha, luas panen 10.492 ha dengan produktivitas rata-rata 5,08 ton/ha. Produksi beras tahun 2014 sebanyak 37.311,43 ton, dengan kebutuhan konsumsi beras kabupaten Kolaka 21.549,57 ton. Ini berarti kolaka ikut serta memberikan kontribusi dalam ketersediaan beras nasional atau surplus untuk tahun 2014 sebesar 15.761,87 ton.

Panen raya yang dilaksanakan di Tosiba sangatlah spesial, sebab daerah lainnya di Indonesia justru terjadi gagal panen akibat anomali iklim berupa musim kemarau yang berkepanjangan atau dikenal dengan phenomena Elnino. Inilah yang memotivasi untuk mengundang Mentan datang ke Kolaka.

“Lokasi samaturu yang baru panen pada hambaran 1.151 ha.”kata Ahmad Safei.

Gubernur Sultra, H. Nur Alam menyampaikan rasa kagumnya dengan melihat langka yang dilakukan Mentan RI saat ini, apalagi memiliki model tidak memakai istilah basa-basi, namun langsung turun ke lapangan.

Nur Alam teringat pada saat Presiden Joko Widodo membuka Munas Kesatuan Alumni Gama (Gajahmada), dihadapan ribuan masyarakat Sultra memberikan ultimatum jika Mentan tidak bisa menyelesaikan persoalan pertanian dalam pemulihan infor beras, maka dalam waktu tiga tahun akan digantikan oleh orang lain. Hari ini dibuktikan meski terjadi elnino, justru Amran Sulaeman menunjukan prestasinya membuat Indonesia tidak lagi menginfor atau tergangtung pada Negara lain.

Nur Alam menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat Sultra bermata pencaharian di bidang pertanian arti luas dan masih mendominasi dalam mendorong perekonomian daerah. Ini tergambar pada kontribusi PDRB Sultra dari sektor pertanian mencakup 25,64 persen. Adapun luas sawah di Sultra adalah 121.545 ha. Meski demikian, dari total saluran primer sepanjang 38.304 meter hanya 70 persen dalam kondisi baik, saluran sekunder hanya 74 persen baik, bangunan utama hanya 72 persen kondisi baik dan bangunan penunjung hanya 72,4 persen kondisi baik. Rata-rata usia bangunan irigasi di Sultra diatas 20 tahun.

“Salah satu sarana pendukung utama dalam meningkatkan produksi panen sawah adalah ketersediaan jaringan irigasi.”katanya.

Adapun Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bahtiar mengatakan, panen raya padi di kelurahan Tamboli seluas 1.151 hektare (ha) yang dikelolah 11 kelompok tani. Besar harapan wilayah kabupaten Kolaka dan seluruh wilayah di Sultra tetap menjadi penyokong lumbung padi nasional.

Dengan terlaksananya panen raya padi di Kolaka, Kodam VII wirabuana juga mengapresiasi atas keberhasilan pemerintah Sultra, khususnya kabupaten Kolaka serta korem 143 haluoleo dan Kodim 1412 Kolaka yang telah berhasil bersinergi dalam upaya mencapai swasembada pangan di wilayah. Diharapkan ini menjadi contoh dan motivasi, khususnya pemkab dan korem daerah lainnya yang belum mencapai hasil yang maksimal dalam mewujudkan swasembada pangan, guna membantu program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan tingkat nasional untuk kepentingan pertahanan nasional.

Sementara Mentan Andi Amran Sulaeman mengungkapkan, terkait bantuan dibidang Pertanian, Kementan banyak memberikan bantuan di Kolaka. Jika tahun sebelumnya hanya mendapat bantuan dari Pusat Rp 4,3 Milyar, tapi begitu Amran Sulaeman diangkat menjadi Mentan, tahun ini Kolaka mendapat bantuan Rp 122 Milyar. Begitupun untuk Provinsi jika tahun lalu Sultra hanya diberi bantuan Rp 65 Milyar, tahun ini mencapai Rp 845 Milyar. Ini diakui oleh Mentan merupakan bantuan terbesar sepanjang sejarah.

Hadir pada acara ini, Gubernur Sultra H Nur Alam SE, Kepala Balitbang Kementan DR Muhammad Zakir, Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum RI, Danrem 143 Haluoleo, Kapolda Sultra Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, Pimpinan DPRD Sultra, Bupati Kolaka H Ahmad Safei SH MH, Wakil Bupati Kolaka Muhammad Jayadin SE, Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka DR Azhari SSTP MSi, Pejabat Bupati Kolaka Timur Drs H Anwar Sanusi MSi, Ketua DPRD Kolaka H Parmin Dasir SE, Dandim 1412 Kolaka Letkol (CZI) Cosmas Manukallo Danga, Kapolres Kolaka AKBP Iman Agus Rifai, serta pejabat lainnya.

‎ (A Arsyad)

 


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *