Home » Berita Terpopuler » Menteri Perhubungan Resmikan 2 Pelabuhan di Sultra
Peresmian Pelabuhan Amolengo (6)

Menteri Perhubungan Resmikan 2 Pelabuhan di Sultra

KENDARI, MYSULTRA  – Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, meresmikan dua pelabuhan penyeberangan, dilaksanakan di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (20/2/2016).

Ke dua pelabuhan tersebut, yakni Labuan yang terletak di Pulau Buton, kabupaten Buton Utara (Butur), dan pelabuhan  Amolengo Konsel. Selain itu, Menteri Perhubungan meresmikan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) RO – RO 500 GT yang diberi nama, Bahteramas II.

Pelabuhan penyeberangan Labuan Butur dibangun dengan biaya  Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) selama enam tahun, dengan anggaran sekitar Rp.39 Milyar lebih.Sedangkan, pelabuhan penyeberangan Amolengo di Konsel menelan biaya APBN selama empat tahun sebesar Rp. 55 Millyar lebih.

Ke dua Pelabuhan penyeberangan tersebut menjadi rute angkutan laut masyarakat Butur dan Konsel, memiliki panjang lintasan 8 mil dengan kapasitas angkut 19 unit kendaraan dan 188 penumpang.

Sementara  KMP Bahteramas II melayani lintas penyeberangan Amolengo – Labuan sebanyak 14 trip / 7 PP perminggu atau 660 trip setahun. KMP Bahteramas II dioperasikan oleh PT.ASDP Indonesia Ferry sesuai serah terima operasional (BASTO) dari Kementerian Perhubungan dengan subsidi operasional sekitar Rp. 3 Milyar tahun anggaran 2016.

Hal tersebut, sesuai surat persetujuan pengoperasian kapal angkutan penyeberangan nomor : AP.003/K.01/1/PHB-2016 tanggal 4 januari 2016, yang di tetapkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

Nur Alam dalam sambutannya mengatakan, mengapresiasi Menteri Perhubungan RI yang telah khusus datang ke Labuan – Amolengo  untuk meresmikan Pelabuhan Penyeberangan. “Saya memanfaatkan untuk berdiskusi sepanjang jalan dari Bandara Haluoleo menuju Amolenge. Banyak pemikiran, bahkan akan menjadi cikal bakal kebijakan menteri untuk ditindaklanjuti,”ungkap Nur Alam.

Kata dia, diskusi sepanjang jalan mengungkapkan agar optimalisasi pelaksanaan proyek – proyek Kementerian Perhubungan yang dialokasikan di Sultra.

”Tahun ini dan ke depannya makin ditingkatkan, dimana fasilitas sarana dan prasarana infrastruktur yang menyerap anggaran besar dengan memperhatikan asas manfaat, bukan hanya out put tetapi out come bahkan in come buat Negara, baik daerah mapun kepentingan nasional,”harap Nur Alam.

Dia menambahkan, 2000 KM jalan yang memadai sudah dibangun namun sarana sebagian pendukung sarana belum mendukung

“PU bisa membangun jalan, tetapi sarana pendukungnya masih kurang seperti rambu – rambu jalan sehingga Kementerian Perhubungan memberikan perhatian kepada kita di Sultra,” imbuh Gubernur dua periode ini.

Selain itu, kata Nur Alam, fungsi utama pelabuhan penyeberangan Labuan – Amolengo merupakan trasportasi laut bagi masyarakat yang menghubungkan dua kabupeten, namun dalam implementasinya akan tumbuh ekonomi kerakyatan.

“Setelah difungsikan tentu banyak pertumbuhan ekonomi di sekitar pelabuhan, seperti pedagang dan trasportasi ojek serta usaha lainnya,”katanya.

Selain itu, Nur Alam mengusulkan sejumlah pembiayaan untuk pembangunan Sulawesi Tenggara, diantaranya, anggaran pengerukan teluk kendari.

Menanggapi usulan dan apresiasi Gubernur, Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan berjanji akan membantu mengusulkan pada APBN selanjutnya.

Sementara asset Negara seperti pelabuhan yang selesai mapun yang belum dapat dimanfaatkan pemerintah daerah Sultra. “Kalau mau dikelolah atau membangun, menyurat saja dengan saya, asal dimanfaatkan dengan baik,” sambut Ignasius Jonan.

Peresmian pelabuhan penyeberangan dihadiri sejumlah pejabat, baik eksekutif maupun legislative Butur, Konsel serta Pemerintah Provinsi dan masyarakat umum.

Tampak hadir, Anggota Komisi 5 DPR RI, Umar Arsal, Sekda Provinsi, Ketua DPRD Sultra, Plt Sekda Butur, Bupati Butur, Konsel, anggota DPRD Butur, unsure Muspida, TNI Polri dan sejumlah pejabat lainnya. Peresmian tersebut, ditandai penekanan tombol sirine, penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita serta pengecekan fasilitas KMP. Bahteramas II.

Penulis :Mas’ud


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

yusril

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *