Home » Berita Terpopuler » Menjadi Orang yang Layak Ditolong Allah

Menjadi Orang yang Layak Ditolong Allah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

SEGALA puji hanya milik Allah Swt, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah Saw, sang suri teladan.

Hati begitu tunduk, patuh, penuh takut, dan sangat mengharap sesuatu kepada selain Allah, itu namanya illah. Tidak jarang kita menuhankan diri sendiri. Ungkapan seperti saya bisa, saya mampu, saya berpengalaman, semuanya ada dalam pengetahuan saya, itu tidak tepat. Jika mengatakannya hingga tingkat keyakinan bahwa tidak ada yang bisa melakukan sesuatu selain dirinya, maka itu juga sudah termasuk illah.

Memang benar, kita telah diberi beberapa kemampuan. Tapi, tidak boleh melupakan Allah sebagai sumber kemampuan. Kita berpengalaman, boleh saja. Hanya saja kalau sampai yakin bahwa yang mampu menyelesaikan masalah adalah pengalaman kita, itu tidak benar. Harus yakin yang menyelesaikan masalah hanyalah Allah.

Kalau Allah sudah menolong, maka semua urusan akan lancar. Tugas kita sekarang adalah memposisikan diri jadi orang yang layak ditolong Allah.

Kalau dituntun Allah, urusan akan jauh lebih ringan, lebih tentram, efektif, dan efisien. Sungguh berbahagia orang yang dipikirannya hanya untuk mengharap ridha Allah. Orang mau dekat atau jauh, suka atau tidak, tidak masalah, yang penting Allah suka.

Kalau ada masalah, jangan sibuk menyelesaikan masalah dengan mengandalkan kemampuan diri. Kalau ada masalah, terus pikirkan apa yang salah dalam diri kita sehingga ditimpa masalah. Yang kedua, pikirkan bagaimana supaya kita ditolong Allah. Allah tahu persis bagaimana kita taubat, bagaimana kita bertawakal, dan nanti Allah yang menuntun.

Biarlah Allah menyelesaikan masalah dari tempat yang tidak diduga. Kita ikhtiar, tapi kita harus sudah benar-benar bertaubat. Iringi dengan tawakal yang benar. Kalau ikhtiar tanpa taubat dan ikhtiar tanpa tawakal, tidak ada artinya.

Kejadian apa pun harus membuat kita taubat kepada Allah. Karena setiap kejadian dirancamg oleh Allah agar kita menjadi dekat dengan-Nya. Dan yakin pun datang. Kalau kita sudah yakin, mantap, hati akan tenang, ajeg, tidak bingung. Kalau belum yakin, maka akan goyah. Islam itu disediakan supaya kita yakin kepada Allah. Semua perintah Allah tujuannya supaya kita yakin kepada-Nya.

Sehebat apapun ilmu Islam, tapi hatinya tidak yakin kepada Allah, ilmu itu buat siapa? Sehebat apa pun ibadah, tapi hati tidak kenal kepada Allah, ibadah itu buat siapa?

Harusnya, ilmu dan ibadah membuat kita semakin membersihkan hati. Setelah itu, semakin yakin kepada Allah. Banyak ibadah, banyak ilmu tapi hati tidak yakin, pasti taubatnya tidak benar, ujub, merasa diri benar, merasa diri mampu, atau menuhankan orang lain. Mudah-mudahan kita bisa menyelidiki hati kita dan tidak menuhankan diri sendiri atau pun orang lain. [*INL]

 

 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *