Home » Headline » MENJADI MANUSIA YANG BERADAB

MENJADI MANUSIA YANG BERADAB

Oleh: Makmur Ibnu Hadjar

Renungan ramadhan kali ini, akan masuk pada wilayah kemanusian, kaitannya dengan sikap moral, yang memancar menjadi sikap sosial, dan selanjutnya membentuk tatanan kehidupan kemasyarakatan, yaitu konsep adab atau peradaban. Dalam konteks masyarakat Islam, muncul istilah masyarakat madani, yaitu masyarakat yang memiliki peradaban yang dicirikan dengan masyarakat yang mengacu kepada nilai-nilai kebajikan umum (the common wisdom), atau “al khair”. Fondasi interaksi sosial pada masyarakat madani atau peradaban madani adalah integrasi sosial yang didasarkan pada keharmonisan, yang menghidari konflik sosial dan permusuhan, yang menyebabkan perpecahan. Pendekatan ini digunakan oleh Rasulullah Muhammad SAW, di dalam mengelola tatanan kehidupan sosial masyarakat Madinah, yang multi etnis, multi kultur dan agama, dalam suatu konsep yang masyhur disebut “Piagam Madinah”.

Selanjutnya kita akan melihat adab ini di dalam batasan personal dan private. Istilah adab (secara personal), oleh  Syekh Ragip Frager diterjemahkan menjadi perilaku yang baik (etitude), rasa hormat, etika atau tindakan yang baik. Al Qur’an suci, mengajarkan kepada kita keutamaan berperilaku baik (beradab), “………. dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat baik” (Q.S. al-Baqarah (2), 195).

Hubungan antara hamba dengan Khaliknya, harus terjalin dengan suasana adab ruhani yang sempurna. Adab ruhani merupakan manifestasi dari ihsan, yaitu sikap  yang dikembangkan dalam wujud rasa sujud dan rindu akan kehadiran ALLAH SWT. Jadi pelaksanaan ibadah sebagai perwujudan rasa sujud dan rasa rindu kepada Tuhan, secara otomatis akan dilakukan dengan adab rohani yang sempurna, dan selanjutnya karena kita memiliki pemahaman dan pengetahuan bahwa setiap jiwa manusia memiliki dan menyimpan percikan “Cahaya Ilahi”, maka menjadi keharusan bagi kita, untuk  menjalin hubungan kepada  setiap manusia dengan perilaku yang baik, rasa hormat, etika yang baik  (adab sosial), sebaliknya jika kita tidak memiliki adab yang baik dalam membangun hubungan dan memperlakuan sesama manusia, maka itu sama artinya kita tidak beradab dengan Tuhan, itulah maknanya, hubungan dengan Tuhan (hab’blum minal’lah) dan hubungan dengan sesama manusia (hab’blum minan’nas), sama pentingnya untuk dirawat dengan baik.

Membangun dan mengembangkan perilaku yang beradab, akan berhadapan dengan ego kita sendiri. Sebuah kenyataan sehari-hari yang kita alami yaitu, ego kita akan menghalang-halangi jika kita menghormati orang lain, sebaliknya ego kita selalu menginginkan agar semua orang menghormati dan menghargai kita. Ego kita ingin agar semua orang melayani kita, dan mendorong kita untuk selalu merasa penting. Sejujurnya kami merasakan dan melihat kenyataan tersebut dalam diri kami, serta menyaksikan karakter itu hadir juga disekeliling kami, dengan variasi dan itentitas kualitas yang berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya.

Jadi jika ego itu dominan, dan tidak bisa ditundukkan, maka pastilah kita tidak bisa mengembangkan pola hidup yang ber-adab, karena kecendrungan akan segala sesuatu berpusat pada diri, sehingga  lebih merasa penting dari pada orang lain, lebih pintar dari orang lain,  dan selalu ingin mendominasi. Selanjutnya kita sampai pada suatu kesimpulan tentative, bahwa salah satu hikmah ibadah puasa adalah terbangunnya sikap yang ber-adab, yakni membangun dan mengembangkan sikap rendah hati, toleran, empati, sikap setara dan equity.

Semoga sikap-sikap ini bisa terbangun dalam proses edukasi spiritual, moral dan muamalah dalam puasa ramadhan yang sedang kita jalani. Wallahuallam bissawab*.

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *