Home » Headline » Mayoritas Konstituen Dewan Pers Menolak Perubahan Tanggal HPN
Maskot HPN Real ok

Mayoritas Konstituen Dewan Pers Menolak Perubahan Tanggal HPN

JAKARTA, MYSULTRA.COM – Mayoritas peserta rapat para anggota konstiten Dewan Pers menolak untuk diadakan perobahan tanggal hari pers nasional 9 Februari. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Jauhar, sempat Ketua Dewan Pers Yoseph Adhi Pasetyo dikecam karena tak dadir rapat, karena kebih memilih keluar kota.

“Dalam peemandangan umum yang disampaikan SPS, ATVSI, ATVLI, PRSSNI dan tokoh pers ,Pak Atma menganggap tdk ada urgensi mengubah tgl HPN, Cuma pelaksanaan dan kontennya diusulkan perubahan. , kata Marah sakti usai menghadiri pertemuan Rabu (18/04/2018) kemarin melalui pesanya Watshapp.
Dalam pertemuan tersebut Sekretaris PWI Hendry Ch Bangun  senada dengah Marah Sakti Siregar juga dari PWI  kembali menegaskan,bahwa  bagi PWI HPN 9 Februari, tgl bersejarah dan warisan pejuang pers Indonesia. Jadi harga mati bagi PWI.
“PWI tidak ingin tgl itu diubah atau diganti. Kalau mau diubah, silakan saja. PWI tetap akan memperingati ulang tahunnya di seluruh Indonesia” katanya.

Dijelaskan, mengenai konten acara HPN selama ini dibahas dengan mengundang semua konstituen Dewan Pers. Intinya acara itu memang bukan hanya untuk pers. Tema abadi HPN ; Pers dari rakyat untuk rakyat. Pers tidak boleh hanya sibuk mengurus dirinya saja. Tapi, bagaimana dia bisa ikut bermanfaat utk rakyat. Jadi, konten setiap kali HPN memperhatikan aspirasi dan keinginan daerah yg menjadi tuan rumah.
7. HPN setiap tahun membahas kepentingan wartawan/media dan kehidupan pers. Lewat konvensi media massa.
PWI kata Henry tidak keberatan penanggungjawab dan pelaksana HPN bergantian. Juga jika konten acaranya disempurnakan.. PWI selama ini toleran dan bersabar pada organisasi pers lain, dan merasa amat terganggu dengan usulan penggantian tgl dan hari HPN spt sekarang ini. “Tapi, menghargai DP dan aspirasi org pers lain, PWI datang untuk berdialog. Meski, sebenarnya teman-teman PWI di semua provinsi tidak suka Dewan Pers memenuhi aspirasi org pers minoritas.” kata Marah
PWI meminta Dewan Pers agar bersikap adil terhadap konstituennya. Henry  kemudian meminta Dewan Pers mengadakan verifikasi ulang dan aktual atas semua wartawan di AjI dan IJTI  — sesuai aturan Perundangan dan keputusan Dewam Pers. Sekaligus nanti dilakukan pembagian proporsi keterwakilan anggota PWI di Dewan Pers. Supaya lebih proporsional.
Sementara  peserta rapat lainnya, BHM (Harymurti Tempo, Lukas Luwarso dan Tommy Suryopratomo dan Retno Shanti (ATVSI ) bernada sama mengganggap masih banyak masalah pers dan jurnalisme lain yg jauh lebih penting dan serius dibahas ketimbang topik rapat hari ini.
Rapat ditutup dan nanti akan ada finalisasi hasil pertemuan sore ini. atasi permintaan AJI dan IJTI.
“ Saya lalu menegaskan: PWI sdh merasa semua cukup. Silakan Dewan Pers menyimpulkan sendiri. “Ada banyak masalah lebih penting mau kami urus berkaitan dengan pers nasional.” Atas dasar itu, PWI tidak akan hadir dalam pertemuan lanjutan.(*/Dir)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

ASN

Enam aktifitas Ujaran Kebencian Berkategori Pelanggaran ASN

JAKARTA, MYSULTRA.COM – Untuk membantu pemerintah memberantas penyebaran berita palsu (Hoax) dan ujarn kebencian bermuatan ...

Ilustrasi Bom Bunuh Diri

Persyataan Sikap PWI Pusat Soal Teror Bom

Sehubungan dengan aksi terorisme dan pemberitaan pers tentang tindak teorisme tersebut, dengan ini PWI Pusat ...