Home » Berita Terpopuler » Masyarakat Minta Krisis Listrik di Kolaka Segera Diatasi

Masyarakat Minta Krisis Listrik di Kolaka Segera Diatasi

 Masyarakat dan Mahasiswa mengelar aksi di tiga tempat, guna mengkritisi krisis listrik yang terjadi di Kolaka, Sultra.
Kolaka,MySultra-Masyarakat Kolaka meminta krisis listrik yang terjadi di kabupaten Kolaka untuk segera diatasi. Hal ini disuarakan dalam aksi yang mereka lakukan, kamis (23/4/2015).
Asrul Syarifuddin selaku juru bicara aksi dihadapan ketua DPRD, wakil Bupati dan kepala PLN rayon Kolaka mengungkapkan, dengan semakin parahnya pemadaman listrik di Kabupaten Kolaka, mengakibatkan pedagang ikan merasa rugi karena ikan mereka membusuk, belum lagi terjadi kerusakan alat elektronik. Akibat pemadaman listrik yang terjadi terus menerus, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
 
Mereka juga menyesalkan janji palsu PLN yakni pada bulan Februari 2015 listrik sudah normal, tapi pada kenyataannya justru semakin parah. Mereka juga menyesalkan tindakan pihak PLN yang melakukan pemadaman secara tidak professional dan pandang buluh, dimana pada wilayah pejabat tidak dilakukan pemadaman. Dampaknya di desa-desa seperti daerah Toari yang padam bahkan 24 jam sehari. Hal sama terjadi di daerah Wolo dan sekitarnya, sementara semua masyarakat memiliki hak sama. Pemadaman bergilir ini merupakan tanggung jawab Kepala PLN Rayon Kolaka.
 
Mereka juga menyoroti Pemkab Kolaka yang dinilai turut bertanggungjawab, apalagi pasangan Ahmad Safei dan Jayadin memiliki 9 program prioritas, diantaranya dalam poin 7 akan memenuhi pelayanan listrik sampai ke desa-desa. Yang terjadi saat ini bahkan dalam kotapun terjadi krisis.
 
Kepala PLN rayon Kolaka, Yusuf Dullah kepada demonstran berjanji pada bulan Mei 2015, pemadaman listrik di Kolaka sudah bisa teratasi dengan pengoperasian 9 mesin baru yang berkafasitas 5 MW. Karena itu dia mengaku kalau mesin baru belum beroperasi maka pemadaman besar-besaran masih tetap terjadi. Dia juga menolak adanya ketidak adilan terjadinya pemadaman, tapi itu hanya karena masalah teknis. 
 
Pernyataan Yusuf terkait pemadaman bergilir justru membuat massa semakin melayangkan protesnya. Mereka mencontohkan bahwa ada beberapa tempat seperti di jalan delima dan sekitarnya selalu padam, sementara didalam kota Kolaka tidak pernah padam. Akibatnya Yusuf mengakui kalau pelayanan PLN Kolaka tidak maksimal.
 
Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin menjawab keluhan warga mengungkapkan bahwa tahun pertama sejak mereka dilantik, persoalan listrik menjadi pemikiran utama. Karena itu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan PLN Makassar wilayah VIII, sehingga dijanjikan mesin berkafasitas 5 MW dan mesin itu telah ada di Kolaka. Selain itu, pada bulan September PLTU Antam di Pomalaa akan beroperasi mesin berkafasitas 35 MW, dimana akan dikeluarkan 5 MW untuk masyarakat Kolaka. Jika ini beroperasi semua, maka krisis listrik di Kolaka dapat teratasi.
 
Jayadin juga mengaku kalau rujab wabup kena pemadaman, hanya saja ada genset, sehingga lampu selalu menyala. Karena itu, dia meminta kepada kepala PLN Kolaka supaya memadamkan lampu di rujab Wabup karena masih ada genset yang bisa digunakan, biarlah masyarakat yang menikmati listrik. Adapun mesin yang akan diberikan PT Antam yang berkafasitas 5 MW, mantan Karyawan Anta mini menjelaskan bahwa mesin yang akan diberikan itu sudah tidak digunakan lagi di Antam karena sudah tidak beroperasi alias rusak, sehingga Pemda menolaknya, kecuali mau dijadikan besi tua.
 
“Saya yakin nanti permasalahan listrik akan teratasi. Sebelum akhir tahun 2015 semua selesai.”harap Jayadin. 
 
Sementara ketua DPRD Kolaka, H. Parmin Dasir mengharapkan supaya pihak PLN dalam melakukan pemadaman supaya bersikap adil, karena selama ini yang selalu di korbankan wilayah dari Latambaga hingga Wolo untuk daerah utara dan untuk daerah selatan mulai kecamatan Wundulako hingga Toari. Ini tidak boleh lagi terjadi, sebab kasian masyarakat jika terus terjadi seperti ini.
 
Ketua DPRD Kolaka dua periode ini juga berjanji bahwa pihak DPRD Kolaka dan Pemkab Kolaka siap mengawal supaya mesin baru milik PLN segera beroperasi. (A Arsyad)


Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

HPN

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

bangsoet mysultra

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *