Home » Headline » Masyarakat Lalingato Diselamatkan Wahyu
Calon Bupati Kolaka Timur, H. Wahyu Ade Pratama Imran didampingi ketua Lider Sultra, Herman Syahruddin

Masyarakat Lalingato Diselamatkan Wahyu

Salah seorang warga Lalingato, kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yakni pasangan Guntur dan Dewi akhirnya bisa tersenyum setelah diselamatkan oleh calon Bupati Koltim, Wahyu Ade Pratama Imran dari biaya Rumah Sakit.
Wajar saja jika Guntur galau dan nyaris putus asa karena tidak bisa membawa pulang anak pertamanya yang lahir di RS Benyamin Guluh Kolaka, sebab dia harus membayar biaya persalinan, inap dan perawatan sebesar Rp 1 juta lebih. Bagi orang berada uang itu cukup kecil, tapi bagi keluarga miskin uang itu cukup besar. Berbagai upaya dia lakukan dengan mencoba meminjam kepada keluarganya, tapi mereka tidak ada yang mau meminjamkan.
Dalam kondisi putus asa itu, Wahyu yang melakukan pemeriksaan kesehatan untuk maju sebagai calon Bupati pada selasa (28/7/2015) tidak sengaja mengetahui keluhan salah seorang warga Koltim. Spontan jiwa kemanusiaannya muncul dan langsung menyelesaikan semua sangkutannya, sehingga pasangan muda yang didampingi orang tua mereka bisa pulang ke rumahnya membawa si buah hati mereka.
Ditemui di RSBG, Guntur  mengaku masuk RSBG Kolaka karena istrinya susah melahirkan anak pertamanya. Karena itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan bayi dan istrinya dengan terpaksa membawa ke RSBG pada sabtu malam (25/7). Namun yang membuat dirinya pusing karena Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) kabupaten Koltim tidak diterima oleh RSBG, dengan alasan tidak ada lagi MoU sehingga untuk bisa keluar dari RSBG mereka diharuskan membayar biaya rumah sakit Rp 1 juta lebih. Dengan kondisi ekonominya yang miskin, sangat susah mendapatkan dana sebanyak itu.
“Saya pusing‎ ketika anak dan istri saya tidak diizinkan pulang karena harus membayar dulu. Pada saat saya pusing, tiba-tiba pak Wahyu datang membayar semua biaya rumah sakit. Saya sangat bersyukur sekali.”kata Guntur dengan mata berkaca-kaca.
Begitupun orang tua Guntur dan Dewi yang mendampingi cucunya saat bertemu dengan Wahyu sebelum kembali ke Lalingato mengungkapkan bahwa, ternyata masih ada orang besar yang mau peduli pada orang miskin seperti mereka, apalagi memberikan pertolongan disaat mereka sangat membutuhkan.
“Ternyata masih ada orang besar yang mau memperhatikan orang miskin kayak kami ini.”kata orang tua Dewi sambil berlalu dengan menggendong cucunya.
Sebagai bentuk kesyukurannya, keluarga ini memberikan nama anaknya WAHID yang merupakan akronim Wahyu Ade Pratama Imran-Idul Fitri Syam. Kebetulan anak mereka juga merupakan ‎putra pertama yang bermakna wahid.
“Kalau soal nama saya kira kalian orang tuanya sudah memilihkan nama. Tapi kalau mau kasi nama WAHID atau WAHYU tidak apa-apa”kata Wahyu.
Saat menerima keluarga miskin ini juga, Wahyu Ade Pratama yang didampingi ketua Llider Sultra, Herman Syahruddin menyampaikan kalau dirinya membantu mereka sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat miskin. Karena itulah dia memang memiliki program prioritas ketika dirinya diberikan amanah oleh Allah memimpin Koltim, yakni ‎optimalisasi pelayanan kesehatan, khususnya masyarakat miskin di Koltim, sehingga tidak ada lagi istilah orang miskin dilarang sakit.
Ditanya tujuan membantu semua biaya perawatan masyarakat miskin asal Lalonggato, Wahyu mengungkapkan bahwa pada saat dirinya melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai calon Bupati Koltim, tidak sengaja dirinya mendengar ada masyarakat asal Koltim yang sedih karena tidak diizinkan pulang sebab tidak bisa membayar biaya pengobatannya. Hal inilah yang menggerakkan hatinya, sehingga tanpa berpikir panjang langsung membayar semua biayanya hingga keluarga ini bisa kembali ke kampung halamannya dengan bayi mungil yang baru.
Wahyu mengaku sedih karena Kolaka Timur yang memiliki potensi sumber daya alam yang kaya, tapi masih ada masyarakatnya yang miskin dan tidak bisa membiayai ‎biaya rumah sakit, pada hal berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan lainnya merupakan tanggungjawab pemerintah.

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
PENULIS: (A Arsyad)

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *