Home » Headline » Mantan Residivis Kembali Dibekuk Polisi di Konawe

Mantan Residivis Kembali Dibekuk Polisi di Konawe

UNAAHA, MY SULTRA.COM – Nass salah seorang warga yang juga diketahui sebagai mantan redivis Hendrawan (24) berasal dari salah satu desa yang terletak di Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), harus kembali mendekam ke dalan penjara.

Pasalnya Hendrawan ini, usai mengkonsumsi minuman beralkohol, nekat melukai salah seorang temannya dengan menggunakan potongan kayu. Peristiwa itu terjadi jum’at (18/3) di Kel.Meluhu Kec.Meluhu Konawe.

Kejadian tersebut berawal saat salah seorang pemuda bernama Sulhijar (30) tengah pesta miras bersama pemuda lainnya, yang lokasinya tidak jauh dari acara pesta lulo milik keluarga Anwar.

Tidak lama kemudian, pria yang akrab disapa Toy ini cekcok dengan pria lain bernama Tris, niat ingin membantu Tris, Hendrawan (24) turut ikut campur.

Perseteruan semakin memanas, tiba-tiba Hendrawan langsung melayangkan kepalang tangannya di wajah Toy. Melihat perselisihan itu, warga lain bernama Sahrudin mencoba melerai.

Namun nass karena Toy sudah dipengaruhi alkohol tiba-tiba mengamuk menghantam kepala Sahrudin hingga robek dengan sebilah kayu (jari-jari pagar).

Aksi itu kemudian menyulut amarah rekan Sahrudin yang lain. Pemuda lain pun datang dan langsung mengejar Toy beserta rekan-rekannya. Ketika itu Toy terpisah dari temannya dan secara kebetulan dikejar oleh Hendra.

Hendrawan yang juga sudah memegang sebilah kayu, dalam pengejarannya menghantamkan balok tersebut tepat di kepala bagian belakang Toy.

Selanjutnya, Hendrawan kembali mengayunkan baloknya dan menghantam punggung Toy. Toy pun seketika tersungkur di atas jalan aspal. Usai memukul Toy, Hendrawan kembali menemui Sahrudin untuk menolongnya.

Berdasarkan keterangannya, Ia ikut membantu mengantarkan Sahrudin yang kepalanya tengah bersimbah darah.

Kejadian itu sendiri terjadi sekitar pukul 23.30 Wita. Tidak lama setelah itu, salah seorang warga menemukan Toy hampir tidak sadarkan diri dengan luka parah di sebuah got.

Toy pun langsung di larikan ke rumah warga. Selanjutnya di bawa ke RSUD Konawe dan tiba pukul 01.00 Wita. Korban kemudian menghembuskan napas terakhir pada pukul 03.00 Wita.

Laporan kejadian peristiwa masuk ke Polsek Wawotobi pada Sabtu pagi (19/8). Polisi pun langsung turun lapangan untuk mencari pelaku tawuran. “Saat turun lapangan kami langsung memeriksa para saksi termasuk pelaku tawuran.

Kami juga sudah mengamankan barang bukti (BB) berupa sebilah kayu, yang dipakai Hendra untuk memukul Toy,” jelas Kanit Reskrim Polsek Wawotobi, Bripka Wayan Sumanik saat ditemui di ruangannya.

Ia juga mengungkapkan, pengejaran terhadap pelaku pembunuhan dilakukan dua malam. Pihak kepolisian melakukan pencarian di hutan dekat kampung. Namun hasilnya nihil.

Barulah setelah dilakukan upaya persuasif dengan warga setempat, pelaku akhirnya di temukan bersembunyi dibelakang rumah salah seorang warga pada Senin dini hari (21/3).

Hendrawan pun langsung digiring ke Polsek Wawotobi untuk dimintai keterangannya. “Untuk saat ini, pelaku kami kenakan pasal 351 ayat 3, tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman 7 tahun penjara. Pasal ini kami pakai dengan dugaan, bahwa dalam peristiwa ini tidak ada rencana pembunuhan dan semuanya terjadi tiba-tiba,” terangnya.

Wayan juga mengungkapkan, pelaku adalah seorang residivis. Hendra sebelumnya pernah masuk penjara tahun 2013 sebagai pelaku penganiayaan. Ia divonis enam bulan tahanan dan keluar tahun 2014.

Penulis: Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *