Home » KOLAKA » Mantan Direktur RSBG Kolaka Hadiri Panggilan Kejaksaan

Mantan Direktur RSBG Kolaka Hadiri Panggilan Kejaksaan

KOLAKA, MYSULTRA.COM – Mantan Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka, dr H Abd Azis Amin memenuhi panggilan penyidik kejaksaan Kolaka, terkait kasus penyelewengan dana kas RSBG senilai Rp 5 milyar, kamis (23/6/2016).

Dr Azis datang memenuhi panggilan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Abdul Salam, bersama Direktur BLUD RSBG Kolaka ‎dr H Muhammad Hasbih Cukke sekitar pukul 10.30 wita.

Namun sebelum memasuki ruangan Kasi Pidsus, dr Azis menceritakan kenapa bisa ada temuan Rp 5 milyar. Menurutnya, penyalagunaan dana yang dilakukan mantan bendahara penerimaan YS baru diketahui dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Tenggara (Sultra). Dana yang diambil itu ‎merupakan hasil pembayaran obat dan rawat inap pasien umum yang masuk di RSBG.

Dari semua dana yang masuk itu diambil dan dicatat YS, tapi tidak diserahkan ke bendahara pengeluaran. Dana yang terkumpul justru diambil dan pinjamkan pada pihak ketiga oleh YS sebesar Rp 3,5 milyar dengan alasan pengadaan obat dan alat kesehatan lainnya. Pada hal YS tidak punya kewenangan mengeluarkan dana karena bukan bendahara pengeluaran.

“Dana yang diambil dan dipinjamkan kepihak ketiga saya tidak tahu, karena kalau mau kasi keluar dana itu ketat,”  kata Azis.

Menurut dr Azis, awalnya temuan BPK itu sebesar Rp 5 milyar. Namun setelah diberikan kesempatan selama satu bulan untuk mempertanggungjwabkannya, yang bisa diselesaikan oleh YS cuma Rp 1,5 milyar. Sisanya Rp 3,5 milyar menurut YS masih ditangan pihak ketiga dan ‎akan segera diselesaikan karena dananya masih ada.

Sementara Kajari Kolaka Jefferdian yang dicegat di kantornya terkait kehadiran dr Azis Amin dan direktur RSBG Kolaka memenuhi panggilan kejaksaan tidak banyak bicara. Dia hanya membenarkan adanya pemeriksaan keduanya terkait kasus dugaan penyelewengan dana kas RS Benyamin Ghuluh senilai kurang lebih Rp 5 miliar.

“Kalian sudah liat sendiri khan keduanya ada disini,” katanya.

Meski demikian Kajari mengungkapkan selain mantan bendahara penerimaan RSBG berinisial YS yang dijadikan tersangka, bisa jadi ada tersangka lain jika ada bukti keterlibatan mereka nanti.

“Bisa jadi ada tersangka baru. Kita lihat saja nanti,” kata Jefferdian singkat.

Dalam kasus ini, Kejari Kolaka telah menetapkan dua orang tersangka, yakni YS dan SH selaku pimpinan PT BBM yang bergerak di bidang pengadaan obat-obatan dan barang habis pakai.

Penulis: (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *