Home » Berita Terpopuler » Mahasiswa Tambang Tuntut PT Vale Tinggalkan Sultra

Mahasiswa Tambang Tuntut PT Vale Tinggalkan Sultra

Mahasiswa dan Pemuda Kolaka yang peduli tambang menggelar aksi di Jakarta menuntut PT Vale angkat kaki dari Sultra.

Kolaka,MySultra-Beberapa elemen masyarakat Kabupaten Kolaka menggelar aksi di Jakarta, Kamis (26/2/2015), guna menuntut PT Vale Indonesia,Tbk supaya meninggalkan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diantara Mahasiswa dan Masyarakat yang  menuntut PT Vale (eks PT INCO) untuk angkat kaki di jazirah Sultra, termasuk di kabupaten Kolaka yakni Forum Masyarakat Tambang Sulawesi Tenggara (Format Sultra), Ikatan Mahasiswa Tambang Sultra (IMTS-Sultra), Lingkar Studi Mineral Sultra dan Ikatan Mahasiswa Pemuda Sultra Jakarta (IMPESTA).

Ketua Tim Monitorning Format Sultra, Ahmad Faizal melalui press releasenya mengungkapkan, selama 46 tahun PT. Vale berada di Sultra, hingga kini belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahtaraan masyarakat di wilayah konsesinya. Bahkan selama ini Pemkab Kolaka diibaratkan hanya penjaga kebun milik perusahaan asing milik Brasil.

“Sebelum berakhirnya Kontrak Karya (KK) pada tahun 2008, PT. Vale Indonesia telah berjanji akan mendirikan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel di blok Pomalaa Kabupaten Kolaka, sebagaimana termuat dalam Kontrak Karya pasal 3 point 1 huruf b pada modifikasi Kontrak Karya,”ungkap Faizal.

Sesuai janjinya tulis Faizal, PT Vale berjanji akan membangun pabrik dengan kafasitas produksi mencapai hingga 35 sampai 45 juta ton, baik di blok Pomalaa maupun Bahodopi yang masing-masing memerlukan investasi US$ 500 juta. Pabrik di Pomalaa direncanakan akan mulai beroperasi menjelang tahun 2005. Tapi itu semua tidak ditepati dan masyarakat Sultra hanya menjadi korban pembohongan publik PT Vale.

Format justru menilai PT. Vale telah melakukan pelanggaran terhadap KK, sebab telah melakukan kerjasama penjualan Cooperative Resources Agreement (CRA) dengan pihak PT Antam pada tahun 2005 hingga 2008, guna menyuplai bijih nikel kadar tinggi bagi kebutuhan pabrik PT Antam di kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolakaa Sultra, kurang lebih 3 juta ton bijih nikel.

“Padahal kerjasama tersebut sama sekali tidak tertuang dalam perjanjian Kontrak Karya.”Tegasnya.

Atas dasar itu, Format Sultra menyampaikan pernyataan sikap, mendesak PT Vale untuk segera angkat kaki dari jazirah Sultra saat ini juga, mengehentikan setiap kegiatan operasinya, serta menghentikan upaya mencari nama baik terhadap daerah Sultra yang sebelumnya dipandang secara arogan. Format juga mendesak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Kementerian ESDM untuk segera mencabut dan mengakhiri KK PT Vale yang dinilai telah melakukan pelanggaran.

“Kami menggelar aksi demonstrasi di dua tempat, yaitu di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta dan Kantor PT. Vale Indonesia di Plaza Bapindo Jakarta.”Kata Ahmad Faizal. (A Arsyad) 

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *