Home » Headline » Lurah di Muna Yang Rumahnya Dilempar Ternyata Saksi di MK

Lurah di Muna Yang Rumahnya Dilempar Ternyata Saksi di MK

KENDARI, MYSULTRA.COM – Jafaruddin, Lurah Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) yang rumah kediamannya dilempar batu oleh sesoorang yang tidak dikenal ternayata salah satu orang yang pernah memberikan kesaksia tertulis di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengeketa Pilkada pada pemilikan Bupati  Muna dan Wakil Bupati Muna.

Seperti diberitakan Media Massa di Jakarta, salah satu pertimbangan hukum yang dibacakan dalam persidangan dan dicantumkan dalam duduk perkara, yang pada intinya menyatakan bahwa pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 3 TPS di Muna 22 Maret 2016 lalu berlangsung buruk karena masih disertai dengan banyak pelanggaran dan kecurangan

Menurut Hakim, hal ini dibuktikan melalui surat keterangan lurah Raha I nomor 140/16/Raha 1/1V/2016 tertanggal 11 April 2016 dan Surat Lurah Wamponiki Nomor 140/12.8/WPK/IV/2016 tertanggal 14 April 2016 yang menerangkan bahwa sebanyak 11 orang di Raha 1 dan 6 orang di Wamponiki tidak terdaftar dalam administrasi kependudukan  kelurakan setempat.

“Bahwa terdapat banyak pemilih ganda yaitu pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya di TPS lain di luar  3 PSU yang dilakukan PSU pada 9 Desember 2015, kembali ikut memilih pada PSU 22 Maret 2016” jelas Patrialis Akbar ketika membacakan putusan Kamis (12/05/2016) lalu

Seperti diberitakan MY Sultra.co, sebelumnya, Rumah Kediaman Jafaruddin, Lurah Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilempari batu oleh orang tak di kenal, Kamis (12/05/2016) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Diduga kuat ada kaitannya dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

“Saya tidak tahu apa masaalahnya, tiba-tiba saya diserang .Mungkin ini ada kaitannya dengan persoalan pemilihan bupati Muna . Sebeb sebelum pemilihan 9 Desember 2015 , rumah saya juga pernah dilempar,” tandas Jafarudddin .

Akibat lemparan tersebut, kaca depan pecah.”Saya tak bisa lihat orangnya tapi batunya sekarang masih ada di depan rumah. Pelakukunya langsung kabur dengan sepeda motor,” katanya

Seperti diberitakan My Sultra sebelumya, MK Kamis (12/05/2016) siang memutuskan Sengketa Pilkada Muna agar KPU kembali melakukan PSU lagi untuk 2 TPS yakni TPS4 Kelurahan Wamponiki dan TPS4 Kelurahan Raha 1 .PSU tersebut harus dilaksanakan dalam waktu 30 hari setelah keputusan.

Pada PSU lalu, sesuai perintah  MK, PSU dilakukan selain di dua TPS tadi juga di TPS 1 Marobo.Namun pada PSU kedua kali ini TPS 1 Marobo dinilai tidak bermasalah.

Pasangan Calon Bupati Muna-Wakil Bupati Muna masing-masing nomor Urut 1 Rusman Emba – Malik Ditu (Rumah Kita) , Nomor Urut 2 Arwaha –Samuna dan Nomor Urut 3 Baharuddin – Lapili (Dokter Pilihanku)

Pada Pilkada 9 Desember 2015 lalu, Pilkada unggul 33 suara, namun digugat Rumah Kita di MK, hingga MK memutuskan untuk melakukan PSU di tiga TPS tadi. PSU 22 Maret lalu, Dokter pilihanku unggul 1 suara, namun total perolehan suara Rumah Kita dari seluruh TPS di KBUPaten Muna dari 2 kali pemungutan suara ternyata ungguk 93 suara.Maka kedua pihakpun mengklaim kemenangan sebelum MK memutuskan.

PSU Maret Lalu, di TPS 4 Wamponiki, Rumah kita meraih 194 suara, Dokter Pilihanku 164 suara sedang di TPS 4 Raha 1 Rumah kita 243 suara, Dokterpilihanku 193, hanya menyisakan 1 suara untuk pasangan putera Muna (Dir).

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *