Home » Berita Terpopuler » Lima Mantan Komisioner KPU Konawe di Tetapkan Jadi Tersangka
Kapolres Konawe, AKBP.Jemi Junaidi,SIK (Tengah ) yang di dampingi oleh Kasat Reskrim AKP.Yunar Hotma Parulian Sirait (kanan), Kaurbin Reskrim IPDA.Noufaldri Widiatama.STK (Kiri) Kanit II Tipikor, Bripka.Imam Supardi,SH (baju merah) saat konferensi pers

Lima Mantan Komisioner KPU Konawe di Tetapkan Jadi Tersangka

UNAAHA, MYSULTRA.COM – Lima mantan anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.

(Sultra), di tetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Korupsi (TPK) oleh Reserse Kriminal (Reskrin) Polres Konawe saat ekspos kasus, Sabtu (9/4/2015). Ke Lima mantan anggota komisioner KPU setempat di  antaranya, ST, HAT, SU, RS dan BS.

Kapolres Konawe, AKBP.Jemi Junaidi.SIK menjelaskan, sebelumnya lima mantan komisioner KPU tersebut telah di periksa oleh Unit II Tipikor Polres Konawe sebagai saksi, kemudian di lakukan gelar perkara, pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan saksi ahli yang di dukung juga dengan dua alat bukti. Setelah ada  hasil audit BPKP yang di terima oleh Reskrim Polres Konawe, kelima anggota mantan Komisioner KPU setempat di tetapkanlah sebagai tersangka.

Kerugian Negara sesuai audit BPKP totalnya mencapai Rp.6.177.314.308, dana tersebut berasal dari pengadaan barang dan jasa saat pemilukada Tahun 2012-2013, sudah termasuk juga dana pembayaran honorarium pilkada Konawe selama dua putaran.

“Terkaid penahanan belum ada kepastian tergantung koparatif mereka (Tersangka), yang penting tidak menghilangkan barang bukti dan kalau indikasi itu tidak terpenuhi kami berhak untuk melakukan penahanan, tapi nanti akan di lihat sampai sejauh mana koparatif tersangka,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim), AKP.Yunar Hotma Parulian Sirait,SIK melalui Kanit Tipikor Polres Konawe, Bripka Imam Supardi menambahkan. Untuk pemeriksaan kelima tersangka itu nantinya bakal di agendakan mulai minggu depan, dan di upayakan dalam satu hari satu tersangka yang bakal di periksa.

“Jadi dalam pemeriksaan kami juga tidak bisa melarang jika saat di periksa mereka di dampingi oleh penasehat hukum, kalau mereka punya penasehat hukum, kalau tidak ada kami akan menyediakan pendamping penasehat hukum,” ujarnya seraya menanmbahkan bahwa kelima tersangka itu berkas perkaranya terpisah, bahkan saat pemeriksaan diantara mereka (Tersangka) bakal saling menjadi saksi.

“Kelima tersangka akan di kenakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, junto pasal 55 dan 56 KUHP, ancaman hukuman 20 Tahun penjara,” jelasnya.

 

Penulis: Rido

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik ...

Kemendagri Jelaskan Kedua Kasus KTP-el Adalah Murni Tindak Pidana.

Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), through Mendagri Tjahjo Kumolo Beroperasi Langsung menyampaikan penjelasannya, Berlangganan penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *