Home » Berita Terpopuler » Lahan Eks PT Ladongi Segera Diselesaikan

Lahan Eks PT Ladongi Segera Diselesaikan

. Haning Abdullah

Kolaka,MySultra :

Persoalan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Ladongi diminta segera diselesaikan. Jika tidak akan berpotensi konflik berdarah di lahan itu.

“Akan terjadi konflik berdarah diantara masyarakat jika Pemkab Kolaka Timur (Koltim) tidak segera menyelesaikan persoalan lahan di eks HGU PT Perkebunan Ladongi.”kata Sekum  Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR RI) Komwil Sultra, Haning Abdullah, selasa (20/1).

Sebagai orang yang banyak mengetahui persoalan lahan eks HGU nomor 2/Wonuambuteo  seluas  6.070 hektar, milik PT Perkebunan Ladongi yang kemudian dimenangkan PT Sandabi Indah Lestari (SIL) melalui lelang di Mahkamah Agung, awalnya PT Ladongi pailit, kemudian muncul tuntutan dari pihak pribumi yang mengakui tanah itu miliknya yakni kelompok Rasman L, kelompok Almarhum Yohanis Ladito yang mengklaim blok timur dan kelompok campuran yang mengatasnamakan 508 dipimpin Almarhum Iskandar.

“Jadi sebelum HGU itu memiliki kekuatan hukum tetap siapa pemiliknya, masyarakat sudah mengklaim miliknya bahkan sudah ada yang menjualnya.”ungkapnya.

Ketika mengetahui PT Ladongi pailit dan lahan HGU diperebutkan, pihak Pemkab Kolaka langsung membentuk tim 9 yang diketuai sekda saat itu, H. Andi Syahruddin dan sekretarisnya, Azhari (Rektor USN red.) untuk menyelesaikan masalah itu. Saat itu dikatakan bahwa masyarakat bisa memiliki tanah itu dengan cara menganti kerugian PT Ladongi. Bahkan pada bulan Januari 2006, sebanyak 1.446 warga telah membayar ganti rugi untuk mendapat kepastian hukum dengan dibuatkan sertifikat atas nama mereka kepada tim bentukan Pemda. Masyarakat membayar Rp 2 juta bahkan ada yang telah membayar Rp 10 juta sebagai tanda jadi, hingga terkumpul sekitar Rp 2 Milyar, namun tidak juga ada hasilnya.

Disaat kasus lahan eks HGU masih belum menemukan solusi penyelesaian, tiba-tiba PT SIL memenangkan lelang atas lahan HGU tahun 2011. Namun ketika pihak PT SIL mendatangi lahan itu, ternyata lahan itu sudah dikuasai masyarakat, sehingga PT SIL meminta bantuan Pemkab Kolaka untuk menyelesaikan masalah itu, dengan menunjuk Perusda Aneka Usaha sebagai tim penyelesaian masalah tanah HGU. Akan tetapi belum juga pihak Perusda menyelesaikan masalah itu, Kabupaten Kolaka Timur mekar, sehingga Pemkab Kolaka menyerahkan persoalan lahan eks PT ladongi kepada pemkab Koltim.
Haning mengungkapkan, persoalan saat ini disana adalah terjadinya tumpang tindi antara ahli waris dan masyarakat yang merasa membeli pada ahli waris. Selain itu, ada mantan pegawai PT ladongi yang ikut menjual lahan, bahkan ada oknum yang ditunjuk menyelesaikan masalah justru ikut bermain, sehingga persoalan ini semakin rumit.

“Yang membuat saya heran, pada saat lahan eks PT perkebunan ladongi bermasalah, didalamnya dimekarkan satu desa. Ini ada apa. Saya harap persoalan lahan eks HGU PT Perkebunan Ladongi segera diselesaikan secara serius, apalagi masyarakat disana sudah tidak merasa nyaman menghadapi masalah ini yang sudah berjalan sekian tahun.”kata Haning Abdullah. (A Arsyad)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *