Home » Baubau » Komitmen Pemerintahan Jokowi Soal Aspal Buton

Komitmen Pemerintahan Jokowi Soal Aspal Buton

Presiden Joko Widodo atau lebih populer dengan nama Jokowi, menginstruksikan kepada seluruh kementerian terkait untuk menghentikan  inpor aspal minyak yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri. Selanjutnya mulai tahun 2016 nanti pasokan aspal dalam negeri akan diganti dengan Aspal Buton.

Instruksi presiden disampaikan pada saat menggelar pertemuan dengan para bupati/walikota se-Indonesia Timur di Istana Bogor awal januari tahun 2015.

Jokowi mengaku sangat tertarik dengan kwalitas Aspal Buton yang secara ekonomis lebih hemat dan  lebih kuat dari pada aspal minyak. Presiden meminta kepada Kementerian PU dan Bapenas untuk memutuskan regulasi terkait hal ini dalam waktu yang tidak terlalu lama, kata Bupati Buton Umar Samiun di BauBau Kamis (12/o2/2015).

Ketua PAN Kabupaten Buton ini mengaku selama dua tahu jadi bupati, dia terus mensosialisasikan Aspal Buton. Ia membawa aspal yang disebut CPHMA (Colt Paving Hot Mix Aspal) atau Aspal Buton tahan hamparan panas dan dingin.

Menurut Umar, dengan tehnologi CPHMA itu,  bisa menggantikan 100 persen aspal minyak. Ini artinya menghemat cadangan anggaran devisa sampai Rp 10,8 Trilyun per tahun.

Jika instruksi presiden ini terrelaisasi, kata Umar, maka pada tahun 2016 sudah bisa dipastikan bahwa 1,2 juta ton per tahun sudah akan distopkan inpor aspal dan secara nasional mampu menekan devisa negara atas pengunaan . Menurutnya, kalau menggunakan Aspal Buton, hanya pada posisi harga Rp 1,1 juta per ton. Kalau dibandingkan dengan aspal minyak (impor) itu, satu banding empat, maka hitungannya Rp 1,1 juta ton kali empat, berarti Rp 4,4 juta per ton.

“Aspal minyak harganya Rp 9 jutaan per ton. Negara kita masih sangat untung dan hemat, sehingga devisa sangat ditekan kalau tadinya 1,2 ton beli aspal minyak dengan harga 10,8 trilyun, kalau empat juta ton dengan skala perbandingan tadi, hanya Rp 4,4 trilyun harga aspal buton, sehingga Rp 6,4 trilyun hemat devisa negara,” kata Umar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) sepakat dengan presiden yang akan memamfaatkan aspal Buton sebagai kebutuhan aspal nasional dan menghentikan impor aspal dari luar negeri. Meski sepakat, Direktur Jenderal Bina Marga , Joko Murjanto mengungkapkan  ada beberapa hal yang harus diperhitungkan.

Aspal Buton memang bahan mentahnya   hanya ada di dua tempat di seluruh dunia yakni Amerika Latin dan satunya berada di Indonesia yakni berada di Pulau Buton Sulawesi Tenggara. Ini sangat potensial untuk dimamfaatkan, namun hanya bahan mentahnya saja.

Kita belum memiliki perusahaan yang mengolah aspal buton itu agar dapat diolah  dan dapat dipergunakan untuk pembangunan jalan secara tepat waktu dan tepat mutu” tutur Djoko disela-sela rapat Kemen PUPR di Senayan di Jakarta Rabu (11/2/2015) lalu.  Lebih lanjut Djoko mengatakan bahwa, sekitar tahun 2006 atau 2007 pemerintah sudah pernah memerintahkan untuk mempergunakan aspal Buton . Namun dalam prakteknya  di lapangan, aspal Buton tidak mampu bertahan lama sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Aspal Buton harus dibangunkan smelter  pengolahan Aspal Buton, sehingga penggunaaanya dan kwalitasnya yang sudah matang dan bisa  memenuhi kebutuhan negara dalam pembangunan jalan raya.

Soal keinginan Presiden Jokowi agar inpor aspal cair  dihentikan tahun 2016 nanti menurutnya agak sulit dengan alasan produksi Aspal Buton itu bukan perkara gampang . “Saya mengharapkan seluruh pengusaha yang bergerak dalam bidang aspal dan tertarik dengan potensi aspal Buton silahkan diproduksi” katanya.

Terkait hal itu, Bupati Buton Umar Samiun menggaransi bahwa produksi besar-besaran terhadap aspal Buton, akan dilakukan tahun ini untuk memenuhi harapan Presiden Jokowi. Ada duapuluhan pemilik izin usaha  yang sudah diwarning untuk segera membangun smelter pengolahan,’ katanya

Sementara itu, Kepala balai Besar pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Direktorat jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan untuk menyetop  impor aspal dan fokus terhadap aspal Buton  itu agak sulit sekaligus. Namun untuk mengurangi impor dan digantikan dengan aspal Buton itu bisa.

Aspal Buton ada dua macam, pertama aspal Buton yang berada di Kabungka, aspalnya berada di dalam batuan dan yang kedua aspal yang berada di Lawelw, aspalnya menyelimuti batuan.

Deded menjelaskan, untuk memamfaatkan aspal Buton itu, tergantung kebutuhan. Untuk di daerah yang padat dengan kenderaan berat dan memiliki suhu panas aspal Buton Kabungka yang bagus ditambahkan ke dalam aspal minyak  sehingga jadi kuat terhadap cuaca panas, tidak gampang melembek. Sedangkan Aspal Buto Lawele ini, katanya,  Balai VI Kemen PUPR fokus untuk menggantikan aspal minyak yang dari luar negeri.

“Untuk menggatikan aspal impor itu agak sulit sekaligus. Meski arahnya nanti pemerintah akan menghentikan ipor aspal dari luar. Saat inikan produksi aspal minyak yang diproduksi pertamina tidak mencukupi kebutuhan aspal Indonesia. Akibatnya harus diimpor dari luar. Tapi aspal Buton ini harus mendapatkan  pengembangan dapat dipergunakan sempurna,’ tutur Deded.

“Kami Balai VI, Tahun 2015,  akan mecoba lagi disebagian ruas jalan dengan cara prinsip subsitusi  dengan cara mengganti dengan aspal Buton Lawele. Sebenarnya sudah dicoba beberapa tahun lalu , tapi saat ini saya mencoba untuk menggalakkan lagi mulai tahun 2015. Kalau terbukti berhasil  saya akan menyebarkannya dari sulawesi Tenggara akan menyebar ke Sulawesi daratan, sehingga nanti pindah keluar daerah Sulawesi,’ imbuhnya.

Menurutnya, aspal Buton sudah banyak digunakan , ada yang digunakan untuk memperkuat daya tahan campuran aspal minyak. Yakni yang berasal dari Aspal Kabungka. Ia mencontohkan aspal minyak produksi pertamina itu pada suhu 48 derajat celsius  dia akan melembek. Sementara itu udara di Indonesia itu kisaran suhunya  27 sampai 23 derajad celsius  tetapi dipermukaan jalan kalau lalu lintasnya berat suhunya  dapat mencapai 50 derajad celius. Jadi kalau cuman dari aspal pertamina  bisa melembek aspalnya  untuk itu ditambahkan aspal Buton Kabungka sehingga ketahanannya bisa mencapaii 55 derajat celsius. Jadi jalanan yang suhunya sampai 50 tidak akan merusak jalan yang sudah diperkuat ditingkatkan performanya. Tapi penggunaannya hanya sedikit, Aspal Buton hanya dipergunakan untuk bahan campuran belum bisa digunakan untuk menggantikan aspal minyak.” Untuk itu kita akan menggunakan subsitusi, menggantikan aspal impor secara perlahan dengan Aspal Buton. Kita akan mulai menerapkan di Sulawesi Tenggara  mulai tahun 2015 ini’ katanya. (Sudirman Duhari, dari berbagai sumber)

Komentar

Komentar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...

About mysultra

Avatar
Editor: Sudirman Duhari

Baca Juga

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022

Badan Pekerja Pilih Sembilan Anggota Dewan Pers 2019-2022 Jakarta – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) ...

Bangsoet : Dari Profesi Wartawan Dapat Jadi Apapun

Jakarta, Kamis 25/10: Ketua DPR Bambang Soesatyo yang pernah menjadi wartawan mengungkapkan, profesi untuk membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *